Posts

Showing posts from October, 2013

Another Small Surgery

Image
Untuk kedua kali aku menjalani bedah ringan, di luar sunat tentu saja. Ada benjolan kecil di dekat sikut tangan kananku, dan kalau dipegang sedikit sakit. Aku curiga benjolan itulah yang menyebabkan aku demam+pusing berulang-ulang dalam sebulan terakhir ini.

Jadi malam ini aku ke dokter khusus bedah, dan langsung minta dibiopsi malam itu juga. Rupanya untuk proses bedah aku harus menunggu jam praktek selesai, jadi praktis baru mulai dieksekusi setelah jam 9 malam.


Proses bedah kecil ini berlangsung sekitar 30 menit, agak lebih lama dari perkiraan karena banyak bersinggungan dengan syaraf (pantesan benjolan ini kalau dipegang terasa sakit), jadi dokter harus hati-hati sekali. Gumpalan benjolan berhasil dikeluarkan, cukup kecil mgkn cuma sebesar kacang polong (1 x 1.5 cm), untuk dibawa ke lab. Aku pulang dari rumah sakit sekitar jam 11 malam.

Update :
Setelah seminggu, aku ke rumah sakit lagi untuk kontrol dan mengambil hasil analisa benjolan itu. Hasilnya cukup melegakan.

Mikroskopis :…

Fruit Bee

Image
Seekor lebah mendadak hinggap di tangan kananku waktu aku lagi nunggu saat membeli sup buah dekat rumah. Aku pikir ini hanya lebah yang biasa berkerumun di buah-buahan, dan katanya lebah ini tidak terlalu berbahaya, makanya aku tenang saja.


Setelah beberapa kali mengambil gambarnya, baru aku mengusirnya. Bukan karena takut, tapi karena risih saja, lama-lama geli juga. Aneh-aneh saja kok mendadak lebah nempel di tangan.

Going Home

Image
Libur telah usai, waktunya kembali ke Jakarta. Kami sengaja datang lebih awal ke Bandara Changi dan makan siang di sana, jadi ada cukup waktu untuk jalan-jalan sebentar di bandara ini. Sebelumnya aku ajak istriku dan Andre untuk narsis sebentar di Social Tree yang ada di Terminal 1 :)


Bunga anggrek segar yang menghiasi Terminal 1. Karena badanku masih kurang fit, aku memilih duduk saja menunggu di taman, memandangi bunga-bunga dan orang-orang yang berlalu-lalang, sementara istriku dan Andre berjalan-jalan di areal pertokoan yang ada.


Ternyata ada pengumuman kalau penerbangan kami, pakai Lion Air, mengalami delay. Jadinya kami memilih istirahat sebentar di ruang tunggu. Sebenarnya aku pengen nyobain pijat kaki yang juga ada di sini, tapi pas nunggu tempat itu kosong, ternyata boarding sudah dibuka. Syukurlah delay cuma 30 menit.

Saat boarding, hampir saja belanjaan kami, berisi coklat dan oleh-oleh, ketinggalan di bandara. Ceritanya barang itu harusnya dibawa Andre. Tapi dia hendak ke…

Poses of Taking Photos

Image
Seorang bapak mengambil foto dengan kamera ponsel sambil bersimpuh di tengah jembatan. Namanya juga piknik, berfoto ria adalah bagian yang tidak terlewatkan saat ini, apalah semakin maraknya teknologi foto digital, mulai dari kamera ponsel, kamera saku hingga DSLR.


Yang ini pakai kamera sekelas DSLR, pakai ngintip dan memiringkan badan untuk mendapat angle yang pas. Seperti pernah kubilang dalam posting sebelumnya, seringkali pose si pemotret lebih heboh (dan menarik) dibanding objeknya :)


Mengambil foto di spot yang populer adalah tantangan tersendiri, karena gak bakal ada istilah antri untuk berfoto. Jadi harus pintar-pintar mencari sudut kosong, atau malah sengaja membaur dengan pengunjung lain. Kadang-kadang bete juga kalau pas mau foto ada "photobomb" yang tidak serasi baik di depan maupun di belakang kita. Untunglah dengan teknologi digital, croping dan bahkan "menghilangkan object pengganggu" cukup mudah dilakukan agar hasil foto lebih menarik.


Eh, sebenarn…

Last Day, Visiting Merlion

Image
Hari terakhir liburan di Singapura ini tidak banyak agenda, selain mengunjungi patung Merlion di Marina Bay. Kayaknya kurang afdol ke negeri ini kalau belum berkunjung di patung simbol negara ini. Hari ini waktu terbatas karena tengah hari kami sudah harus berangkat pulang. Dan sepertinya cuaca mendukung minimnya aktifitas, karena sangat mendung dan sedikit gerimis, berbeda dengan dua hari sebelumnya yang lumayan cerah.

Aku sengaja mengajak istriku dan Andre mengunjungi patung Merlion dengan menyusuri sungai Singapura dari Quay Bay.


Tampak sekelompok siswa yang sepertinya sedang melakukan study tour, bukan piknik karena mereka tampak serius mendengarkan penjelasan dari guru mereka. Sekilas aku sempat mendengar sang guru menjelaskan tentang sejarah tempat-tempat yang mereka kunjungi. Entah dalam rangka apa, hari ini aku banyak berpapasan dengan rombongan anak-anak sekolah.


... sepertinya foto burung tidak pernah ketinggalan setiap kunjunganku ke negara ini :)


Selain sekumpulan anak se…

Night Shopping : Orchard, Chinatown, Little India

Image
Setelah cukup beristirahat di hotel, malam ini jadwalnya adalah jalan-jalan dan belanja. Yang belanja sih istri ma adik iparku, aku cuma jadi penggembira dan tour guide. Tujuan pertama adalah kawasan Orchard yang terkenal.


Di Orchard kami hanya mengunjungi satu tempat, yaitu ION Orchard. Setahuku barang-barang di Orchard ini mahal, jadi gak cocok buatku :) Istriku berminat ke sini karena ingin mencari sepatu, dan katanya di Rubi banyak barang yang bagus dan murah. Tapi setelah melihat-lihat sih gak murah-murah amat.

Oh ya, kami ke sini naik MRT biar cepat, turun di stasiun Orchard, dan tidak jauh dari MRT itu langsung ketemu ION Orchard. Jadi gak perlu jalan terlalu jauh. Andre sendiri sempat melihat-lihat ke toko-toko sekitar sini, tapi rasanya harganya masih terlalu mahal, gak jauh beda kalau beli di Jakarta.


Dari Orchard, kami meluncur ke Chinatown menggunakan bis SBS Transit. Ada satu jalur yang langsung ke sini, aku lupa nomor berapa.


Sayangnya kami sudah terlalu malam di tempat…

Cat in Aljunied Station

Image
Kucing liar di Singapura tidak sebanyak kucing liar di Jakarta. Di sini malah lebih banyak burung liar terutama myna dan gagak. Hanya saja, beberapa kali aku lihat kucing di kota ini kok badannya besar-besar, gemuk dan terkesan terawat.


Karena menginap di daerah Geylang, kami sering mampir di stasiun Aljunied. Di sini ada 2 kucing liar, setidaknya selalu kami jumpai saat kami mondar-mandir di stasiun ini. Salah satunya berwarna abu-abu belang, dan dia sering tiduran saja di sekitar parkiran sepeda.


Satu lagi berwarna kecoklatan, dengan warna putih di bagian bawah, ini hobinya nongkrong di halte bis bawah jalur MRT. Kedua kucing ini jinak, mau diusap-usap dan merespon saat dipanggil. Waktu pertama kali kami melihat kucing-kucing ini, ada juga seorang bapak yang sedang bermain dengan mereka.

Penasaran juga, gimana aturan atau cara pemerintah mengatur soal kucing, baik yang liar maupun yang dipelihara.

Resort World Sentosa : Departure

Image
Satu keluarga tampak sedang menikmati makan siang di bawah Waterfront Station, persis kayak masyarakat Indonesia yang piknik sambil makan dengan gelar tikar di lapangan rumput :)

Selesai bermain di Universal Studio, sebelum meninggalkan pulau Sentosa, aku sengaja naik kereta dulu ke Beach Station (stasiun paling ujung dari Sentosa Express) karena penasaran apa yang ada di sana. Mumpung naik keretanya dah gak bayar lagi.


Sepanjang jalan, banyak aku temui turis-turis yang sedang mengambil gambar dengan kamera atau smartphone. Kadang gaya pemotret tampak lebih heboh dibandingkan gaya objeknya, seperti dua pria dewasa yang mengambil foto di pinggir jalan ini.


Sampai juga di Beach Station. Dari atas stasiun tampak lautan lepas, dengan pantai yang hijau penuh pepohonan, tampak segar. Aku turun sebentar meskipun tenaga sudah tidak bisa kompromi lagi.


Di luar stasiun ada kucing hitam yang tidak terlalu gemuk ini, tapi jinak. Tidak banyak kucing liar di Singapura, tapi biasanya kucing yang ad…

Universal Studio Singapore : New York

Image
Area New York harusnya kami kunjungi paling awal, tapi karena kami ambil arah berlawanan, justru kami melewati tempat ini pas menjelang pulang. Karena dah terlalu capek dan panas, kami tidak banyak mengunjungi tempat ini. Sebenarnya di sini ada wahana Sesame Street, Monster Museum, dan juga semacam Bakery (lupa detailnya) yang kami lewati begitu saja.


Hanya satu wahana yang kami kunjungi, karena penasaran, adalah wahana Lightroom, yang memberi pertunjukan singkat tentang contoh special effect yang biasa digunakan di film-film, dengan arahan (suara) langsung dari Steven Spielberg. Ceritanya tentang bencana badai di salah satu pelabuhan. Di sini sempat terlihat suasana badai yang melanda pantai, gudang yang porak poranda, kebakaran dan diakhiri dengan masuknya sebuah kapal. Cukup nyata, meskipun hanya rekayasa. Meskipun singkat, tapi merupakan pengalaman yang menarik, khususnya bagi pecinta film.


Oh ya, pas pulang lagi-lagi kami penasaran dengan suara gemuruh dan kerumunan orang di sal…

Universal Studio Singapore : Madagascar Boogie

Image
Madagascar Boogie adalah pertunjukan tarian dengan menampilkn tokoh-tokoh dalam film Madagascar. Ada sederetan pinguin, Alex si Singa dan juga Gloria si Kuda Nil. Aku lupa berapa kali pentas ini dilakukan di areal Madagascar, tapi pas kami lewat kembali ke area ini untuk pulang, pas lagi ada pertunjukan.


Seorang kru ikut bertepuk tangan bersama para pengunjung yang memadati pertujukan ini.


Nah kalau ini yang jadi "MC"nya. Yang membuatku bertanya-tanya selama ada di taman hiburan ini adalah sebagian besar kru masih berusia muda. Kalau di Jakarta sih aku gak bakal heran, banyak tenaga kerja muda lulusan SMU/SMK. Tapi kalau di Singapura harusnya jaranglah yang gak lanjut ke perguruan tinggi. Tapi ya gak tahu juga. Bisa jadi mereka anak magang. Entahlah.


Secara total pertunjukan ini hanya sekitar 5 menit, menari dengan iringan lagu "I Like To Move It" yang merupakan soundtract dari film Madagascar.


Thirsty at Universal Studio Singapore

Image
Lupa bawa minuman waktu berkunjung di Universal Studio Singapore? Tenang saja, ada cara untuk menghemat karena di sini tersedia banyak tempat air siap minum, yang gratis. Seperti yang biasa ditemui di bandara Changi.


Tentu saja, kalau masih gak yakin dengan kebersihan air keran atau ingin minuman yang berasa, banyak cafe atau gerai penjual minuman di sini. Ya tentu saja harganya relatif lebih mahal dibanding kalau membeli di tempat lain. Contohnya kita bisa beli minuman dalam botol berbentuk Poo, si Kungfu Panda ini.


Satu botol harganya 15 dolar singapur (walah .....), dan Andre beli 2 botol. Padahal tadinya aku cuma minta dia tanya harganya :) Tapi ya mendingan sih, botolnya bisa jadi souvenir, kualitasnya juga bagus dan pasti menarik buat anak kecil. Oh ya, isinya es teh lemon dan cukup banyak untuk menghilangkan dahaga di tengah cuaca siang yang panas.