Posts

Showing posts from March, 2014

Waiting at Jurangmangu Station

Image
Sebuah kereta api ekonomi melintasi stasiun Jurangmangu menuju Jakarta. Setelah tadi berangkatnya dari stasiun Palmerah dan turun di Stasiun Sudimara, kali ini kami pulang dari stasiun Jurangmangu. Lumayan, menambah pengalaman menjelajah stasiun di wilayah Jabodetabek :) Kereta yang akan membawaku kembali ke Jakarta baru datang setengah jam lagi, jadi aku punya cukup banyak waktu buat bengong.


Wuih,... ternyata di stasiun kecil ini (lha wong kereta ekonomi antar kota tadi aja gak berhenti) ada juga sarana buat nge-charge gadget. Minggu lalu waktu di stasiun Lenteng Agung aku tidak sempat memperhatikan apakah ada yang semacam ini.


Dua petugas keamanan sedang beristirahat sebentar, mumpung kereta masih jauh :)
Menurutku stasiun ini suasananya nyaman, tenang dan teduh. Pemandangan sekeliling masih tampak hijau, jauh dari kesan kota besar meskipun sebenarnya tak jauh dari sini ada Mal Bintaro Exchange yang cukup besar.


Biasanya kalau lagi nunggu gini aku bakal menghabiskan waktu untuk me…

Waiting at Palmerah Station

Image
Seorang bapak memotret anaknya, yang dengan sigap memasang wajah siaga, saat menunggu kereta api di stasiun Palmerah. Dengan maraknya kamera poket dan kamera di ponsel, aktivitas seperti ini sangat sering dijumpai. Terbukti memang hal ini bisa mengurangi kebosanan ketika menunggu.


Sementara seekor kucing dengan santainya buang air di tepi rel kereta api, di atas batu-batu. Selepas menuntaskan hajatnya, diapun pergi meninggalkan stasiun tanpa merasa bersalah.


Tangga-tangga ini disiapkan untuk membantu penumpang naik dan turun dari kereta api. Meskipun tampak sudah tersusun rapi, tapi tetap saja posisi kereta tidak selalu pas, jadinya kadang ini tidak berfungsi karena berada jauh dari pintu. Sayang sekali memang dan kurasa belum ada standard operasional yang memaksa masinis menghentikan kereta di posisi tertentu agar pas dengan tangga-tangga ini.

Jakarta Before Sunset

Image
Mentari tampak hampir tenggelam di sisi barat Jakarta. Seperti inilah pemandangan kota Jakarta menjelang senja, setidaknya sebagian Jakarta Barat, dilihat dari lantai 4 Mall Central Park.


Beberapa hari lalu waktu hendak menuju Blitz Megaplex, di salah satu lantai aku melihat sudut pandang yang cukup menarik di sisi sebelah barat mall. Makanya hari ini aku sengaja datang ke mall ini selepas jam kerja, sekedar untuk mendapatkan suasana matahari tenggelam dari tempat ini. Sayangnya foto yang aku dapat kurang maksimal karena terbentur kaca yang agak kotor. Saat memotret aku harus menempelkan lensa ke kaca untuk meminimalisir efek pantulan kaca yang kotor.


Dari sudut pandang itu aku juga baru sadar adanya jembatan penghubung antara mall dengan Tribecca yang kayaknya ada di Ground Level. Penasaran, aku langsung menuju tempat itu, siapa tahu bisa mendapat sudut pemotretan yang menarik, sambil menunggu waktunya matahari tenggelam.


Dari jembatan penghubung itu aku bisa melihat salah satu lobb…

Impact of Kelud's Erruption

Image
Bagian langit-langit gereja baptis Setia Bakti Kediri tampak rusak akibat dampak erupsi Gunung Kelud dua minggu lalu. Padahal gereja ini tergolong baru selesai dibangun. Semula aku pikir atapnya tidak sanggup menahan material gunung berapi, tapi menurut pak pendeta, atapnya baik-baik saja. Hanya saja ketika hujan turun dan pasir masih memenuhi atap, air tertahan oleh pasir dan berusaha mencari jalan keluar. Akibatnya air merembes dan menimpa langit-langit yang terbuat dari asbes. Nah langit-langit ini tidak tahan dengan air sehingga banyak yang jebol. Hmm... agak mirip dengan apa yang terjadi di rumah.


Meskipun sebagian besar jalan raya sudah tampak bersih dari tumpukan pasir, namun masih ada beberapa tempat dimana pasir masih terlihat teronggok, salah satunya di pasar tradisional dekat Gudang Garam. Waktu kami melintas pabrik Gudang Garam pun masih tampak terlihat aktivitas bersih-bersih atap pabrik.


Ini tumpukan karung berisi pasir yang berhasil dikumpulkan dari rumah. Hampir di ti…

Unplanned Travel to Kediri

Image
Suasana bandara Sukarno Hatta tampak tidak terlalu ramai pagi ini, dan ini untuk pertama kalinya aku mencoba armada Citilink menuju Surabaya. Perjalanan ini tergolong mendadak, karena kami hendak menengok mertuaku yang katanya sedang sakit di Kediri. Mereka kecapaikan membereskan rumah mereka dari material vulkanik kiriman dari Gunung Kelud yang meletus beberapa minggu lalu.


Kami berangkat tepat waktu dan tiba juga tepat waktu. Salut juga dengan Citilink,entah apakah ini hanya kebetulan atau memang sudah jadi kebiasaan, tapi setidaknya ke depannya kami jadi mempertimbangkan untuk kembali menggunakan Citilink. Perjalanan dari Jakarta ke Surabaya ditempuh kurang dari  2 jam.


Jam sepuluh pagi kami sudah tiba di Bandara Juanda. Dari sini kami menggunakan Damri menuju terminal antar kota. Nah, disinilah masalahnya, karena kemacetan di Sidoarjo ternyata cukup parah, termasuk di hari sabtu. Perjalanan yang tidak terlalu jauh harus kami tempuh lebih dari satu jam untuk bisa tiba di terminal …