Posts

Showing posts from November, 2008

Blue Sky

Image
Langit di atas kota Serang terlihat biru bersih, apalagi di saat udara sedang cerah, berbeda jauh dengan langit yang terlihat di Jakarta. Bahkan langit di atas Cikarang pun masih terlihat kusam, kurang biru.

Dugaanku, ada 2 hal yang membuat langit di daerah ini terlihat lebih biru. Pertama karena polusi udara yang masih sedikit, jauh sekali jika dibanding dengan Jakarta, yang sudah seperti berkabut - bukan kabut air melainkan kabut asap dari berbagai sumber. Cikarangpun memiliki polusi udara yang tidak bisa dibilang sedikit, sebagai kawasan industri.

Dugaan kedua, karena wilayah ini cukup dekat dengan pantai, sekitar 10-20km kalau gak salah. Pantulan air laut mungkin membuat langit tampak lebih cerah .. mungkin.



Alun-alun kota Serang yang terlihat sepi, dengan udara cukup panas di tengah hari. Namun langit yang biru serta pepohonan rindang di sekitarnya membuat udara yang panas tidaklah terlalu menyengat rasanya, masih ada keindahan dan kesegaran yang bisa dinikmati.

Sightseeing at Masjid Agung Banten

Image
Menara di Masjid Agung Banten (Lama) ini cukup kokoh berdiri, dengan tinggi lebih dari 30 meteran. Meskipun bukan hari raya dan bukan hari libur, namun saat aku ke sana bersama beberapa teman kantor, cukup banyak peziarah yang datang, meskipun tidak sampai berjubel. Jadi kami bisa cukup leluasa menikmati peninggalan sejarah ini.



Sekelompok anak-anak di sekitar lokasi sedang berkumpul, beberap diantaranya baru saja mandi di kolam yang ada di depan masjid. Dasar anak-anak, yang penting bermain-main, gak peduli kalau air kolam kotor dan bau (baunya menyengat sampai ke atas menara).

Yang cukup disayangkan adalah, anak-anak ini meminta-minta kepada setiap pengunjung, dan seringkali tindakannya cukup merepotkan karena mereka seringkali ngotot, mengikuti terus sampai diberi uang. Meskipun di areal masjid itu terpampang spanduk yang melarang memberikan sedekah, tetap saja mereka tidak peduli.




Oleh juru kunci masjid, kami dipersilahkan untuk naik ke menara, dengan biaya seiklasnya. Tangga untuk m…

White flowers on Green Grass

Image
Rumput ini biasa sebenarnya biasa saja, hanya rumput liar saja yang sering justru tampak mengotori lahan kosong di perumahan ataupun pinggir jalan. Akupun gak tahu apa namanya.



Namun jika sedang berbunga, dilihat dari jauh akan tampak hamparan yang cukup indah, hamparan berwarna putih bersih di atas rerumputan yang hijau. Saat musim kemarau, bunga itu tidak memberi warna menarik karena rumput akan tampak layu dan kering, sehingga hanya menambah suasana pucat pasi. Namun saat musim hujan tiba dan rerumputan menghijau, warna putih merata akan memberi kontras yang indah, setidaknya indah buatku.



Sayang sudutnya kurang pas dan langit sedang tidak cerah :(

Ceiba pentandra

Image
Pohon Kapuk Randu/Kapas Jawa ini aku potret di samping sebuah rumah sakit di kota Serang, Banten. Melihat kapuk randu membuat aku teringat masa kecil. Setidaknya, jaman dulu kapas dari kapuk randu ini masih lazim digunakan untuk mengisi kasur serta bantal-guling. Meski tidak selembut kapas biasa, namun sebagai kasur sudah cukup empuk, meski semakin lama akan semakin mengeras. Sekarang orang lebih banyak menggunakan kasur dari busa.



Selain itu, batang kapuk randu cukup lunak dan waktu kecil aku sering membuat mainan sendiri dari batang kapuk randu. Aku mengukir ranting-ranting pohon ini menjadi miniatur mobil, kapal bahkan tank, ya tentu saja bentuknya sederhana. Menyenangkan rasanya mengingat waktu itu bisa membuat mainan sendiri, cukup menggunakan pisau atau cutter kecil.

Street Workshop

Image
Di sepanjang jalan Salemba ke arah Senen, banyak sekali yang menawarkan cat deco, las ketok serta press body (yah, entah nulisnya bener atau gak). Katanya sih harganya cukup bersaing dibanding kalau ngerjain di bengkel motor pada umumnya. Pengerjaannya pun sering dilakukan langsung di pinggir jalan, atau di gang-gang yang ada sepanjang jalan tersebut.

Misty Morning

Image
Hujan deras tadi malam membuat pagi ini cukup berkabut, padahal sudah hampir jam 7. Meski tidak terlalu pekat, namun kabut pagi ini termasuk tidak biasa untuk daerah cikarang yang panas. Biasanya, di atas jam 6 panas mentari sudah sangat terik.

Setelah sekian lama aku jarang menikmati suasana pagi, pagi ini aku sempatkan untuk jalan-jalan sebentar, mumpung masih adem.



Bekicot ini sepertinya juga sedang menikmati sejuknya pagi ini, melangkah dengan tenang dan pelan (lha wong emang gak bisa cepet), merayap di atas dedaunan yang tampak lebih hijau dan segar.



Di musim hujan, dengan kondisi cuaca yang lebih lembab, jamur bisa tumbuh lebih subur. Entah ini tergolong jamur apa, aku juga gak tahu enak atau gak.

Tjroeng on Festival Toegoe

Image
Tjroeng adalah buletin bulanan yang diterbitkan oleh milis komunitas penikmat keroncong (Keroncong Cyber). Dalam Festival Toegoe kali ini, Tjroeng mendapat stand khusus untuk membagikan buletin secara gratis, termasuk menjual kaos sebagai salah satu sumber dana penerbitan buletin tersebut.

Acara ini juga dimanfaatkan untuk kopdar, temu muka bagi anggota milis keroncong. Meski tidak semua bisa data, namun cukup banyak yang bergabung khususnya anggota dari Jakarta dan Bandung, serta ada satu dari Surabaya menyempatkan diri untuk datang.



Ini Mas Haris, pemimpin redaksi Tjroeng, yang menggunakan nickname Mboets dalam tulisannya.



Dalam festival ini, keroncong cyber diberi kesempatan untuk mengisi acara, dan tentu saja yang dimainkan adalah musik keroncong. Personel yang memainkan keroncong ini berasal dari orkes keroncong yang berbeda-beda, dan karena keterbatasan waktu, tidak sempat ada latihan bagi pementasan kali ini. Jadi bisa dibilang penampilan kali ini adalah penampilan spontanitas, na…

Festival Kampoeng Toegoe

Image
Tanggal 15 November ini, komunitas Tugu di Jakarta Utara mengadakan Festival Kampoeng Toegoe di kompleks gereja Tugu yang menjadi salah satu cagar budaya karena sudah berusia lebih dari 200 tahun.

Acara yang ingin melestarikan budaya tugu serta menjalin keakraban antara 4 negara ini rencananya akan diadakan di Grand Indonesia, namun pihak pemkot Jakarta Utara menolak dan meminta acara diadakan di kawasan Jakarta Utara.



Seorang anak nampak duduk bengong sendirian di samping gereja. Gereja tugu kabarnya dibangun oleh Belanda setelah komunitas tugu (yang merupakan keturunan Portugis) berpindah ke agama Protestan. Seperti halnya gereja-gereja di Eropa, di sebelah gereja ini ada areal pemakaman.



Sekelompok anak SD turut memeriahkan festival kali ini, dengan membawa beraneka bendera dari keempat negara, menyambut tamu dari negara-negara yang diundang.



Duta besar dari Mozambik dan Portugal memasuki kompleks festival. Selain itu hadir juga perwakilan dari Timor Leste dan Brazil. Keempat negara te…