30 December 2011

Very Small Reunion



Mumpung ada kesempatan menjelang akhir tahun, aku ajak beberapa teman kantor lama untuk ketemu, sekedar makan malam bareng di D'Cost Semanggi. Ternyata Bu Di baru sekali itu masuk ke Plasa Semanggi hehehe ....

29 December 2011

Samuel and New Friend


Anak yang satu ini ternyata sangat supel dalam bergaul dengan anak sebayanya. Baru pertama ketemu dia langsung ngobrol panjang lebar, dan tak lupa dia juga berbagi makanan yang dia punya ke teman barunya itu.

26 December 2011

Butterflies at Frontyard


Entah terkait dengan musim hujan atau tidak, tapi bunga-bunga di halaman rumah mertua mulai banyak yang mekar.


Sebagai imbasnya, mekarnya bunga-bunga itu mengundang kupu-kupu untuk berkeliaran dan hinggap di taman depan rumah. Kupu-kupu yang datang juga bervariasi bentuk dan warnanya. Senang menyaksikan warna-warni musim bunga, sesuatu yang jarang kutemui di tengah kesibukan kerja di Jakarta.



Tags: flowers, butterfly, kupu-kupu, bunga, taman, insects

Sparrow and Mug


Di atap rumah tetangga ada burung gereja sedang nangkring di atas kabel listrik. Uniknya ada mug  yang diletakkan untuk menutupi tiang listrik di atap rumah itu. Mungkin buat mencegah air masuk di antara tiang itu :)

25 December 2011

Bukit Bintang Resto


Sesuai bermain air di Gumul Paradise Island, kami harus mencari tempat makan karena di arena waterpark tadi tidak boleh membawa makanan dan makanan yang tersedia di cafetaria tidak terlalu menarik. Setelah berputar-putar keliling kota, akhirnya diputuskan untuk menuju warung eh restoran Bukit Bintang, yang sesuai namanya ada di areal perbukitan sebelah barat kota Kediri.


Tempatnya cukup tersembunyi, jauh dari keramaian kota dan masih sepi, nyaris seperti berada di tengah hutan di lereng gunung. Dari lokas restoran bisa terlihat samar-samar kota kediri.


Hehehe ... ini bukan salah satu menu di restoran ini. Ada beberapa monyet yang dipelihara di lokasi restoran yang cukup luas, dan mereka dirantai, jadi tidak perlu kuatir para monyet itu akan menjarah makanan kita.


Di restoran ini ada beberapa pilihan tempat, mau di taman (outdoor) di gubuk atau bangunan utama (indoor).  Saat kami datang ada satu keluarga yang sedang menikmati hidangan bersama di taman.

Menu makanan di sini cukup beragam, sayangnya saat kami datang sudah terlalu sore dan sebagian besar pesanan kami sudah kosong -- patin, cumi, terong, udang, dsb. Yang khas di sini adalah minuman Wedang Awe-awe.

Tags: restaurant, food, hill, kediri, kuliner kediri, bukit bintang, gurame, patin, ayam bakar, wedang awe-awe, family restaurant

Gumul Paradise Island - Waterpark in Kediri Resident


Melewatkan liburan Natal tahun ini, kami mengunjungi salah satu wisata taman air yang ada di Kabupaten Kediri, yaitu Gumul Paradise Island (GPI). Lokasinya persis di sebelah utaram Simpang Lima Gumul. Sepulang dari ibadah Natal pagi itu, kami sarapan dulu dan pulang untuk menjemput tante dan anak-anaknya. Yang jelas ini menjadi acara keluarga yang lebih ramai dibanding liburan Natal tahun lalu.


Sebagai yang paling muda, Andre kebagian jatah urusan "kuli", salah satunya mengurus sewa ban untuk para sepupu dan keponakannya hehehe ...


Mela dan Desi paling semangat dengan acara bermain air. Mereka yang paling benar-benar menikmati tempat itu, bermain kesana-kemari seperti tanpa kenal lelah. Tampaknya mereka juga menemukan kenalan di tempat ini (yang paling kanan).


Berhubung dilarang membawa makanan dari luar, kami terpaksa mengisi perut di cafetaria yang disediakan di dalam lokasi. Sayangnya, seperti kebiasaan umum di tempat wisata, makanan yang disajikan kualitasnya dibawah rata-rata dengan harga yang di atas rata-rata. Masih enak makan di pinggir jalan atau warteg sekalian. Pilihan menu juga terbatas, meskipun di tulisan daftar menu ada cukup banyak macamnya, namun biasanya tidak semua menu tersedia. Pokoknya makan di tempat ini bisa dibilang mengecewakan, harga tidak sebanding dengan rasa. Kalau bukan karena terpaksa, gak akan kami mampir makan di sini. Sepertinya para pedagang menerapkan aji mumpung -- mumpung pasti ada yang beli, kualitas gak dipedulikan.

Sebagai contoh, istriku pesan mi goreng. Bayanganku setidaknya mi goreng mirip dengan yang dijual di pinggir jalan oleh tukang nasi goreng. Ternyata tidak. Hanya mi instant, dengan bumbu yang tidak diaduk, ditambah telor ceplok yang digoreng dengan minyak jlantah. Suerrrr .... telor ceploknya ada bekas hitam-hitam seperti dimasak dengan minyak bekas. Ah, dari sisi penyajian saja sudah mengecewakan, padahal harganya semahal makan di mal. Sepertinya cuma satu tempat yang cukup bisa dinikmati makanannya, yaitu penjual tahu petis. Aku langsung ngiler waktu melihat tahunya digoreng dan disajikan, dengan harga yang tidak terlalu melambung. Sayangnya, waktu aku pesan, tahu petis sudah habis terjual, dan pembeli terakhir yang memborong adalah Om Har :D


Mas Ver "terpaksa" ikut berbasah ria demi menemani anak semata wayangnya. Yang namanya bocah, kalau dah main air bakal heboh, meskipun si Timot ini gak seheboh Mela-Desi. Tetap saja mas Ver (waduh, di sini terlihat jelas kesuburannya, pantesan ogah-ogahan nyebur) harus ekstra tenaga buat njagain Timot.


.... iseng ...


... berkumpul dan beristirahat, menikmati tahu petis sambil menunggu para bocah bermain air ...


Secara umum, untuk level kabupaten, wahana air yang ada di tempat ini sudah bagus, cukup bervariasi juga. Yang disayangkan hanya kualitas makanan yang ada di cafetaria, soalnya saat masuk dilarang membawa makanan sendiri.

Tags: waterpark, kediri, taman wisata air, anak-anak, pariwisata, jawa timur, kids, 

24 December 2011

Gereja "Merah" GPIB Immanuel Kediri


Gedung gereja GPIB "Immanuel" Kediri tampak megah menyambut malam Natal. Gereja yang ada di tengah kota Kediri, di sisi barat Sungai Brantas, ini ternyata sudah menjadi salah satu bangunan cagar budaya sejak tahun 2005 lalu, selain karena bentuk arsitektur yang unik, juga memang salah satu peninggalan jaman kolonial Belanda, berdiri sejak tahun 1904.

23 December 2011

Ready to Go Home


Mudik time!!!
Siap-siap nunggu kereta yang akan mengantar kami ke kampung halaman istriku. Kekuatiran akan kemacetan akibat hari terakhir menjelang liburan membuat kami berangkat lebih awal ke stasiun, dan ternyata kemacetan tidak separah yang kami kuatirkan. Meskin berangkat dari tempat yang berbeda, kami sampai di stasiun hampir bersamaan, dan menunggu kedatangan kereta lebih awal 1 jam lebih.

21 December 2011

Working from Cafe


Pagi ini iseng mampir sarapan di McDonals PGC Cililitan, nyari suasana baru buat mengawali hari sambil kerja. Sebenarnya tempatnya cukup nyaman, dan berhubung di luar jam makan, masih tidak banyak pengunjung. Sayangnya aku tidak menemukan adanya colokan listrik yang bisa kugunakan, kurang dari 2 jam laptop mendadak padam, dan aku harus segera beranjak ke kantor untuk melanjutkan kerjaan yang tertunda.

17 December 2011

Christmas Decoration at Blok M Plaza


Kereta salju dan keempat rusa penariknya tergantung di mal Plaza. Hampir semua mal dipenuhi dengan hiasan bernuansa Natal, tak ketinggalan mal satu ini.


Snowman dan pinguin tak ketinggalan ikut hadir di kota tropis ini .... hehehe


Nah, ini yang unik. Ada ayunan ditengah-tengah ornamen itu. Tentu saja jadi tempat favorit anak-anak. Sebenarnya orang dewasa juga ingin main, tapi malu juga kalau harus bersaing dengan anak-anak.

06 December 2011

Vandalism


Memprihatinkan. Itulah kesan yang kutangkap melihat perilaku "oknum" masyarakat, khususnya di ibukota. Hutan kota yang ada dekat kampus UKI jelas bermanfaat bagi kota yang sudah terlalu jenuh dengan polusi udara. Pohon yang rindang harusnya dijaga oleh tiap lapisan masyarakat. Pemerintah juga sudah berusaha melindungi, dengan memasang pagar dan tanda larangan memasuki areal hutan kota itu.

Tapi apa daya, dengan alasan apapun, masyarakat (pastilah orang-orang yang biasa nongkrong di situ) yang dugaanku adalah masyarakat kelas bawah, sengaja merusak pagar. Entah apa yang ingin mereka lakukan di hutan kota itu, yang jelas mereka cuma egois.

"Masih jadi rakyat kecil saja sudah susah diatur, apalagi kalau sudah berkuasa", begitu sedikit penggalan dialog dalam film Kentut arahan Deddy Miswar. Aku setuju dengan sindiran itu.

03 December 2011

Sleep in Harmony


Yang namanya ngantuk berat, bisa bikin tidur dimana saja, kapan saja dan ... bareng siapa saja :D

Tags: cat, sleep, cat sleeping with his master

27 November 2011

Christmas is Coming


Suasana Natal sudah mulai terasa, setidaknya di mal-mal, toko-toko maupun mal itu sendiri sudah berhias dengan dekorasi bernuansa Natal. Seperti yang terlihat di Mal Gandaria City, penuh hiasan keperakan dan kristal salju.

26 November 2011

Wounded Raka


Raka sudah mulai keluar rumah untuk bermain. Wajahnya tampak bekas luka yang cukup lebar, meskipun kelihatannya tidak terlalu dalam. Beberapa hari lalu sepertinya dia terjatuh, entah bagaimana detailnya.

25 November 2011

The Kome


Sejak seminggu terakhir ini anak-anak Kome mulai rajin datang ke rumah untuk minta makan, dan juga bermain-main. Yang warnanya cuma putih-orange (paling kanan) aku panggil Komang. Sedang saudaranya yang mirip Kome, berwarna telon (putih-orange-hitam) aku panggil Komeng :)

Karena masih kecil, jadinya badung, terutama si Komeng. Hobinya di rak sepatu, bermain-main dengan tali sepatu hingga sepatu berjatuhan. Yang jelas kedua kucing kecil itu cukup rakus, makanan apa saja dilahap, dan sepertinya gak pernah puas makan, selalu mengeong minta makan.

19 November 2011

Tommy Wedding


Pernikahan Tommy sudah dilangsungkan beberapa bulan lalu, tapi resepsinya baru dilangsungkan sekarang. Aku ajak istriku hadir karena dulu Tommy juga jauh-jaun datang ke Kediri untuk menghadiri pernikahan kami. Acara ini juga sekaligus jadi ajang reuni kecil buatku, bisa ketemu dengan Pak Iwan, Dessy, Mbak Nur dan Dian - selain tentu saja Tommy. Heran, mengapa teman-teman yang sekarang kerja di Jakarta gak terlihat ada yang datang.


Sang pengantin tidak mau ketinggalan menikmati hidangan bakso. Acara resepsi ini juga dimeriahkan oleh orkes dangdut Junior, dimana Tommy juga pernah (atau masih) bergabung sebagai vokalis, spesialis lagu Rhoma Irama :)

18 November 2011

Carrot Sprouted at Refrigeration


Buah wortel yang sudah terlalu lama disimpan di kulkas tahu-tahu bertunas. Mau dibuang kok rasanya sayang, jarang nemu yang seperti ini. Jadi mendingan kucoba kupelihara saja. Kebetulan aku punya wadah bekas bungkus kopi Kediri yang bisa dijadikan pot darurat, yang justru membuat komposisi makin unik.



Sayangnya aku gak punya cukup tempat untuk meletakkan ini sebagai hiasan, jadi kutaruh saja di dapur, di samping wastafel.


Dasar si Kleo, mau tahu aja kerjaannya ....

Tags: carrot, seed, sprout, cat, pot,

08 November 2011

Hiding Kitten


Anaknya Kome, yang belum genap satu bulan, sudah mulai aktif bermain-main meskipun masih di sekitar halaman rumah tempat dia dilahirkan. Salah satunya, si Komeng yang warnanya mirip Kome, bisa memanjat rongsokan sepeda dan masuk diantara gulungan karpet. Tapi mereka masih merasa asing denganku, dan waktu kudekati langsung dia mundur dan bersembunyi.

Tags: cat, kitten, hiding, carpet, sandals, 

06 November 2011

Bagas Circumcision


Karena satu dan lain hal, Bagas yang belum bisa jalan sendiri dan belum genap satu tahun ini harus disunat. Hebatnya dia gak terlalu rewel saat menjalani proses khitanan itu di dokter. Moga jadi anak yang baik, gak badung kayak mamaknya ya hehehehe

02 November 2011

Little Flood


Musim hujan sudah tiba, hujan sudah mulai rutin. Tampak jalanan terendam air yang menggenang karena sistem pembuangan yang  mampet di jalan Gereja di Kebon Pala, persis depan Gereja HKBP. Harus benar-benar diingat, kalau habis hujan deras, mendingan menghindari jalan ini dan mencari jalur alternatif.

30 October 2011

Refreshing at Universitas Indonesia : New Library Building


Waktu jalan-jalan di kampus UI, aku nyasar di sebuah gedung megah yang sudah jadi meskipun sedang ada aktivitas pembangunan. Sepintas lebih mirip kantor bisnis atau mal, apalagi dari sebelah barat terlihat ada nama sebuah bank. Arsitekturnya modern, namun sepertinya dirancang dengan konsep yang ramah lingkungan (semoga saja benar).


Ini bukan lapangan rumput, tapi (sebagian) atap dari gedung yang ternyata merupakan gedung perpustakaan yang baru. Katanya, gedung ini dibangun berdasarkan semangat Crystal of Knowledge (baca di sini).


Hampir seluruh atap bangunan ini diselimuti dengan hamparan rumput hijau. Sebagai orang yang awam masalah sipil dan arsitek, aku menduga seharusnya bagian dalam gedung ini akan lebih sejuk. Rumput dan tanah yang diatasnya mungkin dapat menyerap panas matahari, termasuk menyimpan air yang akan menambah sejuk bagian dalam. Waktu aku masuk gedung ini sih memang sejuk banget, karena pakai AC di dalamnya hehehe ...


Tampak masih ada beberapa tukang yang bekerja melakukan perbaikan atau penyempurnaan gedung. Aku sendiri tidak tahu pasti, apakah gedung ini sudah diresmikan atau belum. Tapi di dalamnya sudah ada berbagai aktivitas, umumnya aktivitas sosial para mahasiswa. Ada semacam lounge khusus, restoran dan lain-lain. Gak terlalu jauh dengan mal.

Yang membuatku iri waktu aku melongok ke salah satu ruangan, di dalamnya berisi deretan meja dengan komputer iMac berjejer di atasnya, dengan ukuran layar yang cukup besar. Hiks.. hiks .... kalau kuliah di sini, bisa-bisa seharian di perpus aja nih. Teringat jaman aku kuliah, masuk lab berjejer komputer dengan layar hitam putih (bisa saja sih kalau dikasih warna, tapi gak gitu ngaruh).


Di bagian selatan gedung ini, persis di samping danau UI (Situ Kenanga kalau gak salah) ada Starbucks Coffee ... tempat yang tidak mungkin aku masuki saat kuliah. Nah, di bagian dalam dekat warung itu (busyet, dibilang warung kopi) ada tempat duduk panjang dan empuk. Waktu siang, mumpung sepi, sempat aku manfaatkan buat tidur siang, lumayan untuk menghabiskan waktu sambil menunggu istriku selesai seminar :)

Aku gak sempat mengekplorasi bagian interior gedung ini, yang katanya sampai 7 lantai. Tapi kalau penasaran, bisa cek di link berikut : http://www.anakui.com/2011/05/03/foto-foto-perpustakaan-baru-universitas-indonesia/

29 October 2011

Refreshing at Universitas Indonesia : Teksas Bridge


Bagi yang belum pernah ke UI Depok, salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah jembatan Teksas. Jembatan ini menghubungkan Fakultas Teknik dengan Fakultas Ilmu Budaya (dulu Fakultas Sastra).


Jembatan ini mulai diresmikan tahun 2007 lalu, merentang melintasi danau/situ Mahoni. Simak http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Teksas untuk informasi lebih lengkap tentang jembatan ini. Danau yang terlihat teduh ini tampak menyenangkan untuk tempat beristirahat, termasuk jika dipandang dari jembatan Teksas.


Saat aku datang, di tengah jembatan sedang ada fotografer yang melakukan pemotretan bersama dua model wanita. Selain di atas jembatan, sesi pemotretan juga dilakukan di bawah jembatan (tepi danau), tentu saja dengan latar belakang danau dan pepohonan rindang di sekitarnya.


... bagiku, jembatan ini memang fotogenik...


... sayangnya aku tidak sempat menikmati keindahan jembatan ini di saat sunset, pasti ada suasana yang berbeda dan unik...


... Prasasti dan gerbang menuju jembatan dari arah Fakultas Teknik...

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...