Posts

Bunga-Bunga Baru di Taman

Image
Bunga mawar batik namanya, kata penjual bunga keliling yang kebetulan lewat depan rumah. Belakangan ini aku lagi hobi berkebun, eh bertaman, meski lahan cuma seuprit, dan berniat menambah koleksi tanaman. Ya sudah, pas kebetulan ada penjual yang lewat, aku beli. Tapi aku gak bisa beli banyak karena dia pasang harga mahal, dan aku agak enggan menawar. Ini juga aku terpaksa menawar karena aku rasa dia pasang harga sengaja untuk ditawar, gak banyak sih nawarnya.


Selain bunga mawar tadi, aku beli juga bunga Soka, yang sudah lumayan jadi dan ukurannya cukup besar - tinggi hampir 50cm dan banyak bunganya.


Selain kedua kembang tadi, ada juga tanaman baru yang aku tanam sendiri, kalau gak salah ini bunga pacar cina. Kebetulan aku lihat di samping rumah tetangga ada bunga ini banyak, berderet di dekat selokan dan sepertinya ada tunas-tunas baru. Aku sih gak sempat minta ijin ke tetangga itu, tapi aku rasa dia gak bakal keberatan, toh bunga ini sedikit tumbuh liar di luar pekarangannya.

Update…

Taman PRL

Image
Pengurus RT sedang memasang papan nama untuk satu-satunya taman di kompleks mungil ini. Terima kasih pak RT dan para rekan semua yang sudah bersusah payah memperindah tempat ini. Papan nama ini dilengkapi dengan lampu LED warna-warni yang menyala saat malam.


Oh ya, selain itu aku juga mengusulkan akan tempat sampah yang semula terbengkalai ditegakkan kembali, meskipun kotak sampahnya sudah bolong. Alternatifnya, di tempat sampah itu nanti bisa diganti dengan ember, setidaknya di taman ini ada tempat sampah jadi warga tidak buang sampah sembarangan, terutama anak-anak, saat bermain di sini.


Inilah tempat sampah itu, bagian bawahnya sudah hancur dan bolong, tapi bagian atasnya masih utuh meskipun berkarat. Aku pikir asal bisa dapat ember yang ukurannya pas, tinggal ditaruh di dalamnya sudah bisa berfungsi. Setidaknya warga tidak  punya alasan untuk buang sampah sembarangan.

Selain itu, masih banyak yang perlu diperbaiki dari taman warga ini agar lebih nyaman dipakai. Salah satunya adal…

Rangka Tivi Bekas

Image
Bermain di tempat pemulung bisa menemukan banyak objek foto yang menarik dan beragam. Contohnya ya rangka bekas televisi ini, bisa jadi frame yang bagus.


Sayangnya bocah ini belum bisa jadi model foto, belum paham dan belum mau diatur, jadi ya candid ala kadarnya saja.

Situ Gintung Dari RS Hermina

Image
Sudah lama aku ga jalan-jalan ke Situ Gintung,danau buatan yang mungkin paling luas se-Tangsel. Ternyata sebagian dari wilayah danau itu bisa terlihat dari dalam RS Hermina Ciputat, setdaknya di lantai 3 dan seterusnya.


Sayangnya akuhanya sempat melihat dari sisi utara edung, jadi kurang maksimal. Paling cakep kalau dilihat dari sisi timur, apalagi pas matahari terbit, terutama kalau bisa menikmati pemandangan ini dari atap gedung.

Aku sempat iseng naik ke rooftop, langsung ditegur sama petugas hehehe...


Rock Stacking

Image
Ada banyak batu di taman depan rumah, batu-batu kali yang halus yang memang khusus untuk taman. Entah bagaimana awalnya batu-batu ini ditata, yang jelas sekarang  sudah tidak beraturan dan tertimbun tanah.


Iseng, terinspirasi dari hebohnya cerita soal sungai di Sungai Cidahu, nyoba belajar menyusun/menumpuk batu-batu itu. Tidak mudah, meskipun juga tidak terlalu sulit, tergantung pilihan batu. Yang jelas, aku hanya bisa menumpuk maksimal 5 buah batu, itupun yang bentuknya tergolong rapi. Entah mengapa, setiap sampai batu ke-6, keseimbangan selalu kacau hehehe.... dasar super amatir.



Yang jelas aku senang melihat tumpukan batu itu, ada seni tersendiri yang bisa terlihat. Seperti melihat patung abstrak.

Sayangnya, kalau di Cidahu beberapa oknum merasa "terancam imannya" oleh batu-batu tak bernyawa itu, di rumah si bocah ganteng yang tidak suka. Setiap melihat ada batu bertumpuk, dengan segera ia merobohkannya.

Mencoba Berlari (Lagi)

Image
Sepatu ini aku beli sudah lama, harusnya lebih dari dua tahun lalu karena saat itu belum punya anak. Seingatku aku baru 1-2 kali memakai sepatu ini, karena memang jarang olahraga, terutama lari. Selain masalah stamina, dan kaki yang gampang sakit saat lari terlalu lama, juga makin lama sulit mencari waktu luang - dan lebih tepatnya sulit mendapat motivasi untuk olahraga.

Pagi ini aku iseng untuk mulai lari pagi, mumpung El sedang tidur, cuaca cerah, dan istriku sedang cuti. Biasanya tetangga berolahraga ringan dengan jalan/lari keliling kompleks, tapi aku merasa ragu. Jadi aku putuskan untuk lari di jalan raya, meskipun target awal tidak terlalu jauh. Dua-tiga km rasanya sudah cukup.

Belum ada 1 km, aku sudah merasa capek dan menyerah. Persis di depan McD Menjangan, aku berhenti dan mulai jalan kaki. Mendadak pandangan berasa kabur dan berkunang-kunang, dan yang paling menyakitkan adalah dada rasanya sangat sesak serasa akan meledak. Andai aku ada di lapangan atau rumah, pasti aku su…

Sunset di Bulan Februari

Image
Sepertinya sudah lama aku tidak memotret langit senja yang berwarna-warni menakjubkan seperti ini. Sepertinya sudah jarang aku punya kesempatan, tidak seperti dulu waktu masih bebas keluyuran berkeliling nyari spot unik untuk menikmati sunset, atau sekedar nongkrong di atas atap rumah.


Makanya waktu ada kesempatan, sebisa mungkin aku gak sia-siakan. Kebetulan beberapa sore El mengajak jalan-jalan keliling kompleks, saat cuaca lumayan cerah meskipun sedang musim hujan.


Ini hanya beberapa potret langit senja setelah matahari terbenam yang bisa aku abadikan di bulan Februari ini, tanggalnya acak.


Aku jadi berpikir, mungkin memang langit senja tampak lebih berwarna saat musim hujan.


Merapikan Taman Depan Rumah

Image
Pagi itu ada pedagang bunga keliling kebetulan lewat depan rumah. Aku tidak ingat apakah mereka sebelumnya pernah berkeliling di sini atau belum, karena memang ada beberapa kali penjual bunga tampak berkeliling di perumahan. Karena aku lagi pengen nambah koleksi tanaman, jadi aku sapa mereka.

"Bunganya berapaan, Mang?" tanyaku.
"Tiga ribu satu iket", jawabnya sambil menunjukkan satu iket bunga yang aku tidak tahu namanya itu. "Udah sini beli bunganya saja, saya rapikan tamannya."
"Emang butuh berapa banyak kira-kira? Sampai sepuluh iket gak?", tanyaku lagi. Soalnya ini diluar anggaran dan dana di akhir bulan ini sudah sangat mepet.
"Kalau sepuluh mah lebih atuh, Pak", jawabnya.

Nah, di sinilah terjadi kesalahpahaman. Aku pikir, gak bakal butuh sampai 10 iket. Hitung-hitung kalau cuma 30 ribu sih, gak masalah, pikirku.



Mulailah tukang taman ini bekerja, merapikan tamanku yang super mungil. Rupanya ada satu lagi temannya, jadi mereka be…

Jalan-jalan Pagi Mengitari Pondok Ranji

Image
Matahari sudah mulai beranjak naik meskipun sinarnya masih sedikit terhalang awan tipis di langit timur. Pagi ini El mengajak jalan-jalan mengendarai motor, jadi aku ajak saja dia berkeliling kelurahan Pondok Ranji, mencoba menjelajahi tempat-tempat menarik di pinggiran Bintaro/Ciputat ini. Mulai dari Situ Bungur, yang airnya tampak tenang pagi ini, sementara langit biru jernih tanpa banyak awan meski sekarang masih di musim hujan.


Dari Situ Bungur kami lurus, menuju Masjid Jami Ar-Rahman di Jl. H. Gadung Raya, karena menurutku masjid ini paling unik bentuknya. Bisa dibilang ini untuk kedua kalinya aku memotret masjid ini dari arah depan, karena biasanya kami hanya melewati jalanan di belakang masjid. Terus terang, bentuk menara masjid ini agak gimana gitu :D.

Btw, persis di depan masjid ada satu petak makam, tempat H. Gadung dimakamkan. Aku sempat meneliti lebih lanjut, siapa H. Gadung ini.


Selanjutnya kami melintasi Jl. Rusa melewati jembatan penyeberangan di atas jalan tol Jakarta…

Perampingan Pepohonan

Image
Di kompleks, ada 2 kawasan yang paling teduh karena banyak pohon rindang - di bagian selatan (pinggir sungai) dan bagian utara (dekat lereng). Hanya saja keberadaan pohon tinggi itu agak mengkhawatirkan saat cuaca hujan dan berangin, jadi beberapa warga mengusulkan untuk memangkas sebagian dahan dari pohon itu.


Dari yang aku dengar, ide awal adalah hanya mengurangi ketinggian dari pohon-pohon itu, sementara ranting-ranting di bagian bawah masih dipertahankan agar tetap rindang dan bikin adem. Tapi entah mengapa, oleh pak RT eksekusinya beda. Dua pohon tinggi tidak hanya dikurangi tingginya, tapi juga dipangkas ranting-rantingnya. Akibatnya keteduhan yang selama ini ada jadi hilang. Perlu waktu lama untuk menunggu ranting-ranting itu tumbuh kembali. Sementara itu satu pohon lagi , yang paling besar, malah dibabat habis, nyaris tak bersisa kecuali  pangkal setinggi kurang dari 1 meter.  Ya aku bisa paham sih, selain posisinya agak miring (kuatir tumbang), juga akarnya sudah mulai menye…