Posts

Yellow-Vented Bulbul alias Trucuk

Image
Setelah cukup lama penasaran, akhirnya aku tanya tetangga apakah ada yang tahu jenis burung ini. Dapat jawaban kalau ini burung Trucuk, termasuk keluarga Kutilang. Wow .. ini salah satu burung yang sering berkeliaran di perumahan ... googling sebentar, ketemu nama ilmiahnya (Pycnonotus goiavier). 


Awalnya aku menyadari adanya burung  yang menarik ini waktu melihatnya di puncak pohon cemara. Langsung teringat sebuah lagu anak-anak

Di pucuk pohon cempaka (... selama ini aku pikir cemara ...)
Burung kutilang berbunyi
Bersiul-siul sepanjang hari
Dengan tak jemu-jemu

Meski burung ini awalnya aku lihat sering berkumpul, dan sepertinya bersarang, di pepohonan cemara yang ada di tepi sungai, tapi aku juga sering melihatnya di atap rumah dan pepohonan lain.


Belakangan aku lebih sering melihat burung-burung ini berkumpul di tanah kosong yang terawat, yang banyak pohon petai cina. Meskipun burung ini termasuk jenis burung yang kicauannya merdu, sayangnya aku belum bisa membedakan kicauannya dibandi…

Scaly-Breasted Munia alias Emprit Peking

Image
Selain Emprit Kaji, ada satu jenis emprit/pipit/bondol yang sering terlihat di wilayah perumahan, yaitu Emprit Peking atau Scaly-breasted munia alias Lonchura punctulata.


Yang menarik adalah bagian dadanya ada pola garis-garis, sehingga pas awal aku melihatnya seperti burung yang memakai kain batik hehehe. Entah dari mana istilah Peking itu disematkan, belum sempat meneliti lebih lanjut. Oh ya, kabarnya pola di dada itu juga menjadi ciri yang membedakan jenis kelamin.

Menikmati Makanan di Teras

Image
Meski tampak aneh, tapi tidak mudah mencari kesempatan untuk bisa santai dan menikmati makanan, atau sekedar minuman di teras.


 Makanya saat ada kesempatan, ketika El sedang tidur, cuaca dingin karena gerimis, menikmati secangkir kopi latte adalah keistimewaan yang membuatku makin mensyukuri hal-hal sederhana.


Ini adalah bajigur instant oleh-oleh istriku yang baru saja liburan dari Bandung. Aku sudah pernah mencoba beragam bajigur instant, termasuk yang buatan pabrik terkenal, tapi baru ini menemukan yang rasanya pas, sesuai dengan bajigur keliling yang dulu sering aku nikmati saat kuliah.


Suatu pagi yang cerah aku punya kesempatan untuk menikmati bajigur ini bersama dengan pempek Palembang oleh-oleh adik iparku. Kombinasi yang unik, makanan khas dari pantai bertemu dengan minuman khas dari gunung.

Bahagia itu sederhana, asalkan kita bisa mensyukuri hal-hal sederhana yang kita alami.

Bermain Dengan Anjing

Image
Saat baru bermain di teras, ada tetangga yang lewat bersama anaknya. Kata mereka ada anjing-anjing di tanah kosong, jadinya mereka batal main ke lapangan. Karena penasaran, justru aku ajak El untuk bermain ke sana.

Tanah kosong ini milik tetanggaku yang sering dipakai oleh saudaranya dari Jakarta untuk "mengumbar" anjing-anjingnya. Waktu kami sampai di sana mereka sudah mau pulang dan siap-siap dimasukkan ke dalam mobil. El sangat antusias melihat anjing-anjing itu.


Semua anjing yang dibawa posturnya besar dan gemuk, tampangnya juga lumayan menyeramkan bagi yang tidak suka anjing. Tapi kata pemiliknya, semuanya jinak. Makanya aku cukup santai dan membiarkan El mendekat ke anjing-anjing itu. Ada satu yang sengaja dimasukkan paling akhir, dan sangat jinak. Saat El boleh mendekat dan memegang anjing itu, wajahnya tampak benar-benar sumringah. Gak terlalu lama sih mainnya karena mereka sudah harus pulang berhubung cuaca lagi kurang mendukung.

Dari peristiwa itu aku jadi tahu ka…

Bezuk Tetangga di RS Pondok Indah Bintaro

Image
Ini bukan lagi piknik atau lanjut makan makan di restoran, melainkan habis membezuk salah satu tetangga yang sedang dirawat di rumah sakit ini, seusai acara halal bi halal. Yup, ini lobby rumah sakit yang interiornya ditata ciamik layaknya hotel atau mall.

Makanya habis menjenguk yang sakit, pada gatel foto-foto, untung saja tempatnya lagi sepi, jadi gak ketahuan norak dan ndeso nya hehehe.


Buatku sih baru sekali ini lihat rumah sakit yang interiornya menarik seperti ini, bikin betah buat nunggu. Tapi cukuplah jadi penjenguk, amit-amit jangan sampai jadi pasien di sini. Sakit aja amit-amit, apalagi di sini, mahal :D


... bambunya asli, tapi daunnya plastik, apalagi pandanya ...

Makan-Makan Lagi

Image
Ibu-ibu kompleks sudah mulai duluan mengambil makan di acara halal bi halal tahun ini, sembari menunggu bapak-bapak yang sedang menunaikan sholat berjamaah. Ini kali ke-3 acara makan-makan bareng dalam tahun ini, dengan konsep yang sama, potluck party.


Meskipun tidak seramai kedua acara sebelumnya, tapi ya lumayan banyak juga yang ikut serta, dan yang jelas cukup meriah. Tujuan utamanya jelas bukan sekedar menikmati makan, tapi lebih untuk silaturahmi, biar makin akrab dan kompak.


Jaman sekarang acara gak lengkap kalau gak pakai foto-foto, wifie dan selfie ria :)
(.. sekali-kali upload foto para macan kompleks deh hehehehe ..)


Di tengah acara ada yang bawa gitar, ya lumayan buat makin meramaikan suasana. Ke depannya sedang dipikirkan cara agar bisa karaokean rame-rame :)


Sebentar lagi bulan agustus, berarti bulan depan bakal ada acara kayak gini lagi, ngumpul-ngumpul buat 17an. Semoga bisa lebih meriah, meskipun bukan kompleks besar, jadi RT saja belum memenuhi syarat :)

Reuni Kecil dan Mencoba Jalur Lebak Bulus - Kampung Rambutan

Image
Meski sudah setahun dibuka jalur busway antara Lebak Bulus - Kampung Rambutan, baru hari ini aku mencoba jalur itu. Hari ini ada acara "reuni" kecil bersama beberapa teman SMP dulu, dan tempatnya ada di Cibubur. Hanya saja aku janjian dengan beberapa teman untuk bertemu di daerah Cijantung dan berangkat bareng-bareng ke Cibubur.


Karena pembangunan MRT yang sedang berlangsung, halte Transjakarta di Lebak Bulus digeser ke pinggir jalan, dan sempit. Rute Lebak Bulus - Kampung Rambutan ini belum punya jalur busway khusus, jadi masih menyatu dengan kendaraan lain. Juga belum ada halte khusus, jadinya tidak jauh beda dengan naik Kopaja/Metromini.


Kami tiba di Cibubur sekitar jam 4, jauh meleset dari perkiraan kami sekitar jam 1 siang. Ya memang acaranya santai dan jalanan menuju ke sana sudah terkenal macetnya, tidak mengenal  libur.


Meski hanya berlima, tapi cukup menyenangkan bisa berkumpul dengan kawan lama berbagi cerita dan kenangan, tetap menjalin persaudaraan.


Acara bubar …

Matahari Senja Itu

Image
Sore itu, sebelum terbenam, matahari tertutup awan tipis yang membuat sinarnya tidak terlalu menyilaukan.



Mengintip Senja Dari Stasiun Kebayoran Lama

Image
Satu rombongan keluarga melangkah menuju gerbang keluar di dalam gedung stasiun kereta api yang sore ini tampak sepi.


Sore ini aku berniat untuk berkunjung ke tempat Bang Udin, salah satu keluarga dekat di Jakarta yang merayakan Idul Fitri, sesuai tradisi. Setiap tahun, tempat inilah yang "wajib" aku kunjungi di hari raya. Sayangnya kali ini istri dan anakku sedang sakit batuk+pilek, meskipun tidak parah tapi kami kuatir kalau kondisi mereka makin parah, jadi lebih baik mereka beristirahat saja di rumah. Jadinya aku sendirian.


Aku baru sempat berangkat sore hari karena semalam tidak bisa tidur nyenyak, akibatnya siang hari aku memilih untuk "membayar hutang" istirahat itu. Apalagi pagi harinya aku "bertugas" meliput acara sholat ied di kompleks.


Aku cukup beruntung karena tiba di Kebayoran Lama pas menjelang matahari terbenam, jadi aku berhenti sejenak di gedung stasiun untuk menikmati (dan tentu saja mengabadikan) momen ini.


Saudaraku tinggal persis di …

White-Headed Munia alias Emprit Kaji

Image
Semula, burung-burung kecil seperti emprit atau pipit dan burung gereja itu sama-sama termasuk jenis sparrow. Ternyata dugaanku salah, untunglah ada kenalan senior yang memberikan koreksi lengkap terhadap postingan fotoku di Facebook. Emprit bukanlah sparrow, tapi termasuk kelompok munia. Ada beragam jenis munia atau emprit, dan kebetulan yang paling sering aku temui di sekitar kompleks adalah emprit kaji atau white-headed munia atau Lonchura Maja.


Bentuk tubuh serta warna bulunya sangat khas, berbeda dengan burung gereja yang cenderung coklat bermotif.  Yang paling khas dari burung ini, sesuai namanya, adalah kepalanya berwarna putih, sementara bagian bawah leher berwarna coklat tua, tanpa banyak motif.


Kebetulan di kompleks ada beberapa kavling yang masih kosong, entah karena penghuninya tidak jelas, atau memang sengaja dibiarkan kosong oleh pemiliknya, karena dipakai untuk investasi. Karena jarang dirawat, rumput-rumput liar tumbuh sangat subur di lahan itu dan mengundang banyak b…