Saturday, October 24, 2009

Baseball Training



Sambil nunggu di halte, iseng-iseng motret tim yang sedang latihan baseball di Senayan. Sejak kecil aku cuma kenal kasti (hmm ... dah lama sekali gak memainkannya), gak ngerti yang namanya baseball ataupun softball.

Saturday, October 17, 2009

Lazzy Cat



Semula kucing ini bermalas-malasan di depan toko, namun terganggu oleh ulah anak-anak kecil yang sedang bermain di sekitar toko tersebut. Akhirnya dia beranjak naik di atas karung terigu dan dengan cueknya tidur diatasnya. Pemilik toko membiarkan saja, sepertinya memang sudah terbiasa.

Monday, October 5, 2009

10 Millions



Sekali-kali narsis sambil pegang duit 10 jeti ...



.. udah cocok belum buat jadi peran perampok bank?

Tuesday, September 29, 2009

Syawalan 2009

Berhubung di bulan Ramadhan tidak sempat mengadakan acara buka puasa bersama (yang sudah menjadi tradisi tiap tahun), tahun ini diganti dengan acara Syawalan (banyak yang protes kalau aku bilang acara Halal Bi Halah hehehe). Yang penting akrab dan kenyang :)



Den baguse, sedang nongkrong di habitat asalnya. Barusan mudik, tetap aja kangen foto-foto di sawah...



Sekilas suasana Alam Sari Delta Mas, tempat yang dipilih untuk acara tahun ini. Tidak terlalu jauh dari kantor, apalagi lewat tol.



Wajah-wajah kelaparan, ... sementara yang dipojok keasikan berkamera ria (istilah apa lagi ini ... yo ben)







Makanan sudah siap!











Sudah malam, sudah kenyang, saatnya pulang ...



Dari rumah makan tampak gerbang Deltamas yang cukup indah di waktu malam.

Saturday, September 26, 2009

Street Musician



Siang ini terpaksa naik 121 karena bis AO jadwalnya terbatas selama liburan Lebaran. Salah satu yang bikin sebel naik bis ini adalah selain jalannya lebih lambat, juga adanya pengamen selama perjalanan. Maaf, bukannya tidak menghargai usaha mereka, namun kadang-kadang para pengamen itu gak bermodal, yang penting nyanyi aja.

Tapi siang ini ada pengamen yang berbeda. Naik dari Jatibening, dia cuma bermodal biola, tanpa menyanyi. Meskipun tidak sehebat Vanessa Mae, tapi gesekan biolanya mantap, enak didengar. Pilihan lagunya juga gak norak, ada 4 lagu (lupa judulnya, salah satunya adalah Kupu2nya Melly). Gak rugi-rugi amat naik 121 siang ini.

Wednesday, September 23, 2009

Indonesian Manga : Garudayana, Morte & Stengah Dua

Sepertinya dunia cergam di tanah air sudah mulai menggeliat. Beberapa tahun lalu aku nemuin manga buatan lokal, tapi kok masih kurang menarik, dari segi gambar maupun cerita. Namun belakangan ada kabar cukup gencar tentang mulai maraknya produksi cergam lokal, ada yang mencoba mempertahankan gaya cergam khas Indonesia, ada juga yang mengadopsi gaya manga Jepang, ada juga yang mencoba membuat gaya tersendiri.

Sudah cukup lama aku pengen mencoba menyimak cergam lokal, sekedar pengen tahu sejauh mana perkembangan cergam Indonesia. Hari ini kebetulan di Gramed nemuin beberapa cergam lokal.



Garudayana karya Is Yuniarto. Cergam ini menurutku merupakan visualisasi wayang dalam gaya manga. Tidak hanya ceritanya diambil dari cerita pewayangan, namun asesoris tokoh serta atribut-atribut yang ada juga menggunakan corak seperti dunia pewayangan, yang selama ini belum pernah kutemukan dalam manga (mungkin manga yang kubaca masih terbatas juga). Namun berbeda dengan cergam wayang karya R.A. Kosasih, karakter yang ditampilkan mengadopsi gaya karakter manga, seperti dalam bentuk wajah dan (terutama) gaya rambut.

Buatku cergam ini sangat menarik, berhubung aku menyukai manga dan cerita pewayangan. Klop! Dengan kemasan ini, cerita wayang jadi tidak berkesan cerita jadul.



Cergam Morte karya Ekyu ini bisa dibilang 100% manga, IMHO. Selain gaya bahasa, bisa dibilang tidak ada nuansa lokal, apalagi settingnya juga di luar negeri, dengan nama-nama asing juga. Secara gambar, sepertinya ini termasuk komik cewe (shoujo manga), sementara ceritanya sedikit menyerempet cerita misteri, dengan ending yang sepertinya sengaja dibuat nggantung. Meskipun demikian, secara umum kisahnya menarik, dengan konflik keluarga yang cukup menarik.



Nah, kalau komik yang satu ini, Stengah Dua karya Valentino, tergolong unik buatku, khususnya dalam penggambarannya. Entah cergam ini masuk genre apa, karena aku belum pernah membaca cergam/manga dengan gaya gambar seperti ini. Seperti terlihat pada covernya, warna hitam cukup mendominasi gambar-gambar di tiap halaman. Bahkan ada halaman yang dilukiskan dengan gaya negatif film. Sepertinya cergam ini memanfaatkan Computer Graphics dalam pengerjaannya.

Penulisan dialognya juga berbeda dengan cergam pada umumnya yang menggunakan callout , dialog di sini sering ditulis seperti dialog dalam script drama. Di covernya sih tercantum tulisan "artbook & graphic novel". Mungkin cergam ini lebih ingin menunjukkan sebagai novel bergambar.

Makin menarik sepertinya perkembangan cergam Indonesia. Maju terus! Moga aja bisa lebih berkembang, seperti musik dan film Indonesia yang mulai enak dinikmati.

Tuesday, September 22, 2009

A Butterfly



Seekor kupu-kupu terperangkap di dalam angkot, tidak berhasil menemukan jalan keluar. Beberapa kali mencoba terbang dan membentur kaca mobil, hingga akhirnya kelelahan dan hanya menempel di kaca mobil.