Posts

Ulat Matahari (?)

Image
Menempel di mobil tetangga yang diparkir di bawah pohon mangga, ulat ini tampak indah. Indah, tapi nggilani. Sepertinya ini ulat matahari, atau ulet srengenge, yang kalau tersentuh bisa memberi rasa gatal+panas di kulit.


Dulu waktu kecil aku sering menemukan ulat ini di pohon jambu air yang tumbuh di depan rumah, dan beberapa kali telapak kaki tersengat saat tak sengaja menginjaknya. Kemranyas! Sejak itu aku selalu mencoba hati-hati.

Jadi penasaran,seperti apa bentuk kupu-kupu dari ulat ini ya?

Rumah Semut

Image
Mengagumi kemegahan alam tidak hanya dari hal-hal yang besar dan megah - gunung, pantai, dasar laut, dan sebagainya. Tidak jarang, hal-hal kecil, dan terabaikan, menyimpan keindahan yang mengagumkan dari makhluk-makhluk kecil,seperti semut.


Yang cukup unik, setidaknya buatku, dari sarang semut ini adalah bentuknya yang memanjang seperti ranting. Mungkin bagi mereka, ini adalah bentuk menara, apartemen semut :D

Liburan Natal 2017 : Pulang

Image
Pot-pot bunga disusun membentuk nama KEDIRI di Stasiun Kediri,baru aku lihat kali ini. Melihat ukuran bunga yang kecil,memang sepertinya ini belum lama dibuat. Hari ini kami kembali ke Jakarta, naik kereta Gajayana.


Boneka mungil ini sementara waktu menjadi teman perjalanan kami, aku pasang saja di dekat jendela karena El tidak tertarik untuk bermain dengan boneka ini.


Karena berangkat masih sore (jam 4 sore), setidaknya kami masih bisa menikmati pemandangan di sepanjang rel kereta api dari jendela, apalagi saat cuaca cerah, hingga matahari tenggelam di wilayan Nganjuk. Kadang El duduk di samping jendela menikmati pemandangan, tapi lebih sering dia berjalan mondar-mandir di sepanjang gerbong.


Saat di St. Madiun, aku lihat ada deretan sepeda motor yang sudah dibungkus kardus, sepertinya hendak dikirim dengan memakai jasa kereta api. Di bagian lain stasiun, dan juga beberapa stasiun lain, aku juga sempat melihat kardus-kardus tertumpuk rapi beraneka ragam bentuk. Usaha sampingan sepert…

Liburan Natal 2017 : Melihat Perjuangan Petani

Image
Dua petani sedang membajak sawah dengan mesin berbahan bakar diesel. Pemakaian mesin untuk membajak ini bukan hal yang baru, sejak aku kecil juga sudah sering lihat meskipun belum banyak. Mungkin juga tergantung dengan daerahnya,karena kalau areal persawahannya terlalu miring,  agak susah juga bawa mesin bajak begini.

Jadi ingat jaman kecil dulu ada iklan soal sapi vs mesin, dimana pemilik sapi membanggakan diri kalau seusai membajak dia bisa pulang sambil nunggang sapi, sedangkan mesin pembajak sawah ini tidak bisa ditunggangi hehehe.


Hari ini tidak ada rencana bepergian mengisi liburan karena nanti sore sudah akan kembali ke Jakarta. Makanya aku manfaatkan pagi ini sebaik-baiknya untuk menikmati suasana pedesaan dengan persawahan dan udara  yang masih sejuk, meskipun harus berjuang menggendong El karena dia sedang malas jalan kaki. Bocah ini malas jalan kaki, tapi pengen jalan-jalan. Lumayan gempor juga, jalan-jalan hampir 2km, meski sesekali istirahat dan memotret.


Sebenarnya aku …

Liburan Natal 2017 : Taman Agro Margomulya

Image
Sudah hampir 10 tahun bolak-balik ke Kediri, tapi baru tahun ini aku diajak piknik mendekati Gunung Kelud, meskipun tidak sampai ke puncak gunungnya. Tujuan kami adalah ke Taman Agro Margomulya, yang terletak di jalur menuju Kelud, masih ada di wilayah kecamatan Ngancar, Kediri.


Sebelum tiba di lokasi kami mampir dulu di warung yang menjual makanan dengan menu dari bekicot. Makanan ini tidak asing lagi, karenan memang makanan yang banyak ditemui di daerah ini. Di sini ada pilihan sate bekicot atau krengsengan bekicot.

Selain banyak bunga yang tumbuh di sekitar jalan,  kita bisa melihat hamparan kebun nanas di sini, karena memang di sini juga merupakan setra perkebunan nanas. Tapi karena di keluarga tidak ada yang suka nanas, jadinya gak beli nanas satupun.


Lampion warna-warni diletakkan di pintu masuk Taman Agro Margomulya (TAM) ini. Justru jadi kepikiran, kok bentuknya lampion seperti menyambut Imlek, sengaja atau asal-asalan? Kami sempat nongkrong sebentar di areal parkir, yang jug…

Renovasi Kubah Masjid Baitussalam

Image
Dari atap rumah mertuaku, tampak sedang ada renovasi kubah masjid yang lokasinya  tidak jauh dari rumah itu. Bisa dibilang ini salah satu masjid yang paling mencolok kalau dilihat dari teras atas rumah,karena paling tinggi diantara bangunan-bangunan yang ada, dan kubahnya lumayan besar.


Demi keselamatan kerja, para pekerja mengenakan helm, yang agak lucu karena helm yang dipakai adalah helm untuk motor, bukan seperti helm yang sering dilihat dari pekerja bangunan. Yang penting aman,meski mungkin agak kurang nyaman hehehe.


Sebelumnya kubah ini  berwarna hijau polos dan kalau gak salah dari tembok biasa. Sekilas waktu aku lewat depan masjid ada keterangan tentang proyek renovasi ini, yang mengganti kubah masjid dengan bahan GRC dan lebih  warna-warni.


Selama aku di sini, bagian atas masih belum sepenuhnya tuntas, mungkin juga karena terhenti dengan adanya libur Natal (long weekend).

Ibadah Minggu Menjelang Natal

Image
El sudah semangat ingin segera keluar rumah dan jalan-jalan, meskipun tidak tahu tujuannya kemana. Yang jelas dia semangat karena tahu bakal jalan-jalan naik mobil rame-rame.


Seperti dugaanku, El langsung memberontak dan menolak waktu diajak masuk ke dalam gereja. Dia tahu, di dalam gedung artinya dia tidak bisa bermain, sementara keinginannya saat itu adalah bermain dan berjalan-jalan. Jadi sementara anggota keluarga lainnya  masuk ke gereja untuk mengikuti ibadah minggu, aku mengikuti kemauan El berkeliling di seputar gereja.


Bosan berada di sekitar gereja, El mengajak berjalan-jalan lebih jauh, menyusuri jalan. Aku ajak dia menyeberang jalan ke SD Burengan, yang kebetulan gerbangnya terbuka tapi tempatnya sepi (tidak banyak orang). Di sana El sempat menjelajah - duduk di taman, naik tangga ke ruang perpustakaan (yang tentu saja sedang tutup) dan berkeliaran sebentar di halaman sekolah sebelum akhirnya kembali bosan dan mengajak ke jalanan. Aku bawa dia kembali ke lingkungan gereja…

Berangkat Mudik 2017

Image
Tugu Monas jadi salah satu foto wajib sebelum berangkat mudik ke Jawa Timur tiap akhir tahun, maklum, setiap mudik selalu memakai kereta api  yang berangkat dari St. Gambir.

Siang ini hampir saja tertinggal kereta, karena pas berangkat dari rumah, di tengah jalan baru sadar kalau oleh-oleh tertinggal di rumah. Bukan barang penting sebenarnya, tapi sayang aja kalau makanan yang sudah dibeli lumayan mahal bakal sia-sia karena tidak dimakan. Jadi aku putuskan untuk  pulang dulu sendirian, sementara istri, anak dan adik ipar terus lanjut ke stasiun. Toh waktu juga masih lumayan tidak mepet.

Tapi perhitunganku sempat meleset, gara-gara pas mau naik ojek dari St. Tanah Abang, aku sempat di-PHP-in sama driver go-jek. Aku sempat harus menunggu hampir 30 menit, dan herannya justru kendaraan itu makin lama makin menjauh dari lokasiku menunggu. Setelah aku coba telp dan gagal, akhirnya dia cancel. Beruntung aku bisa dapat gantinya dan segera berangkat, sampai di St. Gambir 15 menit sebelum kere…

Terompet Tahun Baru

Image
El sedang serius mengamati pemulung yang sedang membuat terompet dari kertas. Salah satu ciri/icon pergantian tahun Masehi adalah terompet, jadi wajar kalau banyak penjual terompet dadakan yang mencoba mengais rejeki.


Entahlah apakah bisnis terompet ini masih menguntungkan atau tidak, mengingat begitu gencarnya "kampanye" (baca: hasutan) untuk tidak merayakan pergantian tahun Masehi ini dan ajaran yang mengaitkan terompet dengan budaya Yahudi. Dengan meluasnya penggunaan media sosial, kampanye semacam itu jadi lebih masif dan meluas, ditambah dengan "potensi" penyebaran penyakit lewat terompet dan beragam meme liar yang beredar luas.


Terus terang, mengaitkan terompet dengan budaya kaum tertentu, apalagi dengan terompet malaikat maut, adalah hal yang konyol. Tapi aku setuju tentang masalah kesehatan,jadi perlu bijaksana, meski gak perlu terlalu paranoid.

Semoga saja para pemulung ini bisa mendapat tambahan rejeki yang banyak dari usaha terompet dadakan seperti ini.

Bunga Wijayakusuma

Image
Seingatku, inilah pertama kali aku melihat bunga Wijayakusuma yang hanya mekar pada malam hari ini. Pas iseng nongkrong di depan rumah sama tetangga, aku lihat di depan rumah tetangga ada bunga warna putih ini.


Meskipun belum pernah melihat sebelumnya, tapi aku langsung bisa menebak kalau ini Wijayakusuma, berdasar artikel-artikel yang pernah aku baca.

Memang benar-benar indah, sayangnya saat siang hari dia akan tampak layu (tidak mekar). Konon kabarnya, ada mitos bahwa bunga ini punya kaitan dengan penguasa.