Posts

Showing posts from May, 2015

Bakar-Bakaran

Image
Malam minggu ini pak RT mengundang bapak-bapak komplek untuk ngumpul di pojok komplek dan bakar ikan bareng-bareng. Kebetulan pak RT lagi dapat rejeki, bukan rejeki pribadinya, tapi dia pengen bagi-bagi untuk semua warga.

Jadi ceritanya akan rencana pembangunan apartemen dekat perumahan, dan warga perumahan diminta perwakilan untuk memberikan masukan. Ada sekitar 11 orang yang ikutan, dan masing-masing dapat uang makan 100 ribu. Waktu dipakai makan bersama, cuma habis sekitar 500 ribu. Jadi sisanya dipakai untuk beli ikan dan makan-makan bersama.


Secara garis besar pak RT yang bekerja keras untuk acara ini, mulai dari belanja ikan di Muara Angke, menyiapkan bumbu serta peralatan bakar-bakaran malam ini. Warga tinggal terima jadi. Paling-paling kami bergantian untuk ngipasi api. Meskipun gratis dan malam minggu, tetap saja yang datang hanya sebagian warga saja, mungkin gak nyampe separuhnya.


Tapi setidaknya acara seperti ini bisa meningkatkan silaturahmi warga, saling mengenal dan men…

Taman (Penuh) Merpati

Image
Seingatku baru pertama kali ini aku melihat sebuah taman umum di tengah kota yang penuh dengan burung merpati liar. Tidak hanya banyak, tapi ada puluhan burung di satu tempat yang sempit. Biasanya di kota ini aku banyak menemui burung jenis myna, tapi merpati sebanyak ini belum pernah lihat, kecuali di televisi.


Taman ini ukurannya kecil dan sederhana, ada di sudut antara New Bridge Road dan Kreta Ayer Road. Tidak ada fasilitas bermain anak atau fasilitas fitnes seperti yang sering aku jumpai di taman-taman kota ini. Tapi selain adanya bangku taman, setidaknya ada beberapa hal yang menurutku unik di taman ini.


Selain banyaknya burung merpati liar, di taman ini juga ada beberapa pohon dengan bunga yang unik. Terus terang baru pertama kali ini juga aku melihat bunga seperti ini. Bunganya mirip bunga jambu air, tapi lebih indah dan lebih besar, mungkin 2-3 kali. Warna dan bentuknya bagus. Kalau dilihat sekilas, sepertinya bunga ini sejenis parasit di pohon yang besar, tapi bukan. Bunga …

Warna-Warni Lampion di Klenteng

Image
Seorang wisatawan sedang memotret teman-temannya di samping Buddha Tooth Relic Temple and Museum, Chinatown. Sore ini aku memilih jalan kaki menuju hotel dan melewati kawasan ini, meskipun belum minat untuk masuk dan menjelajah ke dalam museum Budha ini.


Tapi setidaknya aku terhibur dengan puluhan lampion yang dipasang di sekeliling klenteng dengan warna merah, biru, jingga dan hijau. Sayangnya aku gak paham apa tulisan yang ada di lampion itu serta dalam rangka apa lampion itu dipasang. Setidaknya warna-warni dan dekorasi lampion ini memberi corak modern pada bangunan yang arsitekturnya mengambil nuansa bangunan di jaman kekaisaran Tang.


Ternyata, meskipun bergaya kuno, bangunan ini belum lama dibangun dan diresmikan. Setidaknya proposal pembangunan klenteng ini baru dimulai tahun 1997, dan mulai dibangun tahun 2005 hingga diresmikan tahun 2007 (Sumber: History of BTRTM). Sepertinya lain kali perlu dijadwalkan untuk singgah dan menjelajah ke dalam museum ini.


Bonus :
Sekelompok warg…

Cerita Pagi Sepanjang South Bridge Rd

Image
Pagi ini ada acara yang dimulai cukup pagi, meskipun kalau telatpun tidak masalah. Tapi gara-gara terbiasa bangun jam 6, jadi milih berangkat pagi saja daripada bengong di hotel. Karena masih terlalu awal, aku putuskan untuk jalan kaki saja. Udara cerah dan segar, jarakpun mungkin cuma 2-3 kilo, jalan santai satu jam cukup lah.


Ini adalah kuil Hindu, Sri Mariamman Temple, yang dulu pernah aku lewati juga waktu pertama kali berkunjung di Chinatown. Sudah ada turis yang motret-motret di sana, meskipun belum banyak orang datang untuk beribadah. Katanya ini adalah kuil Hindu yang tertua di Singapura.

Nah, tak jauh dari kuil Hindu itu ada bangunan umat Budha, Buddha Relic and Tooth Temple and Museum. Bangunannya cukup megah dengan arsitektur tradisional Tionghoa. Tidak aneh kalau ada bangunan megah seperti ini karena lokasinya yang di tengah-tengah Chinatown. Sesuai namanya, tempat ini dipercaya menyimpan gigi Sang Budha, yang katanya ditemukan di Myanmar.
Masih di kawasan yang sama, ada …

Menikmati Senja Dari Atas

Image
Matahari terbenam masih menyisakan bingkai cahayanya di atas langit dan masih bisa aku nikmati dalam penerbanganku malam ini.


Setiap perjalanan menggunakan pesawat, aku selalu ingin berada di samping jendela agar bisa menikmati pemandangan di luar. Apalagi kalau penerbangan pas siang hari dan sore hari, berharap bisa menyaksikan matahari terbenam. Dalam penerbangan kali ini, sebenarnya tempat dudukku sudah pas di pinggir jendela di sisi barat, dan jadwal penerbangan juga pas dengan waktu matahari terbenam. Sayangnya ada sedikit delay, jadinya telat juga menyaksikan matahari tenggelam.


Tapi aku masih sangat bersyukur bisa menyaksikan pemandangan ini dan mengabadikan gradasi cahaya senja yang menakjubkan, meskipun dengan keterbatasan kamera yang ada.

Reuni Singkat di Pernikahan Dian - Dili

Image
Meskipun undangan resepsi dimulai jam 12 siang, aku sudah sampai di tempat resepsi sekitar jam setengah duabelas. Sudah ada Amalia dan keluarganya, serta Darus di sana. Darus sendiri katanya sudah sejak kemarin, karena ikut mempersiapkan pernikahan. Ini adalah pernikahan teman di kantor lama, Dian dan Dili. Salah satu contoh cinta lokasi hehehe...


Salah satu hal yang membuatku tertarik menghadiri pernikahan ini, meskipun aku tidak terlalu kenal akrab dengan kedua mempelai, adalah kemungkinan untuk bisa reuni, meskipun tidak banyak teman kantor yang aku kenal dan juga dikenal oleh pengantin. Salah satunya adalah Dessy. Sempat heran juga, kok tiba-tiba dia muncul bawa bocah yang sudah cukup besar hehehe.


Pas sebelum acara dimulai, Pak Iwan dan para pengawalnya koleganya sampai di tempat resepsi, dengan mobil baru (kata Dessy). Sebelumnya Kiki dan pasangan sudah datang, meskipun agak kesasar, tapi bisa sampai tepat waktu juga.


Mempelai yang berbahagia sedang memasuki tempat pelaminan. A…

Sekilas Wajah Transportasi Umum Jakarta

Image
Bagi warga dari pinggiran Jakarta, KRL tetap menjadi primadona transportasi umum. Tak ayal lagi, kepadatan di dalam kereta pun sangat sering terjadi, apalagi di jam-jam sibuk. Beberapa orang memilih untuk berangkat lebih awal biar lebih sepi, tapi tetap saja penuh. Bahkan yang berangkat siang pun, kayak yang aku coba pagi ini jam 9, tetap padat. Tapi toh di negara-negara maju lain, kepadatan seperti ini juga terjadi. Yang penting kereta bisa datang tepat waktu dan armadanya diperbanyak lagi.


Semula aku pikir ini adalah minibus perusahaan atau khusus pariwisata. Makanya aku kaget waktu membaca tulisan Metro Mini di sampingnya. Wah, selain warnanya berbeda, tampaknya bisnya juga baru dan lebih bagus. Sangat menarik kalau semua metromini, kopaja dan sejenisnya secara rutin melakukan regenerasi armada seperti ini. Meskipun tanpa AC dan termasuk angkutan kelas bawah, tapi kalau nyaman dan aman, pasti banyak yang beralih ke metromini juga. Yang penting jangan suka ngetem dan kebut-kebutan.


Kemacetan di Senin Pagi

Image
Padatnya kendaraan yang berjalan merayap menuju gerbang tol Pondok Ranji menuju Jakarta, pemandangan yang biasa terjadi di hari Senin pagi. Apalagi seusai long weekend seperti sekarang ini.


Ini pertama kalinya aku melongok dari atas jembatan penyeberangan di Jl. Boulevard Raya, persis di samping gedung Titan Center. Dari sini bisa mengamati lalu lintas di bawah yang biasanya lancar karena jalannya sebenarnya cukup luas dan kendaraan yang lewat juga tidak terlalu banyak.


Tapi pagi ini sepertinya antrian kendaraan yang berjalan pelan terlihat sejak dari perempatan dekat Gedung Bank Permata. Mungkin lebih jauh lagi kalau melihat masih ada mobil-mobil di atas jembatan itu.