07 May 2015

Sekilas Wajah Transportasi Umum Jakarta


Bagi warga dari pinggiran Jakarta, KRL tetap menjadi primadona transportasi umum. Tak ayal lagi, kepadatan di dalam kereta pun sangat sering terjadi, apalagi di jam-jam sibuk. Beberapa orang memilih untuk berangkat lebih awal biar lebih sepi, tapi tetap saja penuh. Bahkan yang berangkat siang pun, kayak yang aku coba pagi ini jam 9, tetap padat. Tapi toh di negara-negara maju lain, kepadatan seperti ini juga terjadi. Yang penting kereta bisa datang tepat waktu dan armadanya diperbanyak lagi.


Semula aku pikir ini adalah minibus perusahaan atau khusus pariwisata. Makanya aku kaget waktu membaca tulisan Metro Mini di sampingnya. Wah, selain warnanya berbeda, tampaknya bisnya juga baru dan lebih bagus. Sangat menarik kalau semua metromini, kopaja dan sejenisnya secara rutin melakukan regenerasi armada seperti ini. Meskipun tanpa AC dan termasuk angkutan kelas bawah, tapi kalau nyaman dan aman, pasti banyak yang beralih ke metromini juga. Yang penting jangan suka ngetem dan kebut-kebutan.


Angkot sebenarnya  moda transportasi umum yang praktis, karena bentuknya ringkas, jadi rutenya bisa lebih fleksible ke tempat-tempat yang terpencil. Tapi mentalitas pengemudi yang hobi ngetem ini yang paling membuatku jengkel. Lha ini malah ngetem di jalur busway, persis di samping halte busway Kebayoran Lama. Ya meskipun tempat ini khusus busway jadi kemungkinan tidak akan menambah kemacetan, tapi rasanya kok jengkel saja melihat mereka ngetem gitu. Apalagi kalau angkot ngetem di tempat yang tidak semestinya dan menimbulkan kemacetan yang parah.

Sedangkan busway, (gak sempat motret), masih tampak setengah-setengah untuk jadi transportasi umum andalan ibukota. Armada yang kurang, kualitas bis dan awak, serta jalur yang masih sering berbagi dengan jalur umum, membuat jadwal keberangkatannya sering berantakan.

Sebagai pekerja rumahan yang jarang pergi-pergi, aku juga tetap berharap transportasi umum di Jakarta, dan seluruh kota di Indonesia, bisa lebih ditingkatkan lagi. Juga bisa menguntungkan semua pihak, baik masyarakat maupun pengelola angkutan umum.

No comments:

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...