Posts

Showing posts from May, 2013

Only in Jakarta

Image
Di depan rumah ada pemuda yang memasang kabel, entah listrik atau telpon atau kabel lainnya. Sepertinya sih bukan dari instansi resmi, malah aku sempat curiga kalau dia mau "mencuri listrik". Tapi aku sih gak mau terlalu ikut campur atau sok curigaan, jadi kubiarkan saja.


Yang cukup menarik perhatian adalah cara dia memasang tangga. Tetangga depan rumah sempat menegur dia dan bertanya apakah aman memasang tangga langsung di kabel tersebut. Sang pemuda dengan sangat yakin bilang kalau itu aman. Okelah, memang tidak terjadi apa-apa sampai pekerjaannya tuntas.

Lapangan Denggung

Image
Sudah lama lapangan ini berbenah, lebih terawat dan bersih. Menurutku, lapangan inilah pusat kota Sleman. Waktu kecil dulu aku sering bermain sepakbola di sini, justru tidak bersama teman-teman se dusun, tapi bersama teman-teman dari desa lain. Pokoknya asal ada yang main bola dan kurang orang, aku bergabung. Btw, gelandangan yang sedang membawa alat mandi itu sudah kukenal sejak aku kecil, hanya saja aku lupa namanya.


Di lapangan ini juga dulu sering diadakan pasar malam dan pertunjukan layar tancap. Kalau istilah kerennya, bisa juga disebut Slemain Fair hehehe. Meskipun isinya begitu-begitu saja, tapi karena lokasinya dekat, aku gak pernah absen nonton pameran pembangunan dan pasar malam di sini. Sekarang sudah ada taman bermain anak-anak.


Wow ... di taman yang terletak di salah satu sudut lapangan ini ternyata ada beberapa alat fitnes juga. Padahal di Jakarta saja aku jarang nemu. Kalau di Singapura memang banyak. Moga saja peralatan itu tetap awet.


Di sebelah selatan lapangan jug…

Small Flowers

Image
Jalan-jalan pagi ini aku agendakan untuk "mengoleksi" bunga-bunga berukuran kecil, bunga-bunga liar gampang ditemui di pinggir jalan, dan sering tidak dianggap. Meskipun sering diabaikan orang, tapi bagiku mereka tetap cantik dan menarik.


Sayangnya, seperti halnya bunga-bunga pada umumnya, aku gak tahu nama bunga-bunga itu.


.... yg ini bukan bunga, tapi jamur :) ....



Nah, kalau yang kuning ini waktu kecil aku menyebutnya kambil-kambilan (kambil = kelapa, karena mirip dengan pohon kelapa). Tanaman ini dulu sering kami pakai untuk bermain, kami rontokkan daunnya, terus diikat dengan simpul khusus terus diadu. Yang simpulnya gampang putus pertanda kalah.


Nah, kalau yang ini putri malu. Cantik, mungil, tapi berduri. Daunnya akan menutup jika tersentuh sesuatu, makanya dibilang malu :)

Sparrows at Rice FIeld

Image
Bagi petani, burung pipit (emprit) adalah hama. Mereka mengambil biji padi di sawah, dan jumlahnya banyak.


Bagiku, yang bukan petani, melihat burung pipit adalah menyenangkan. Apalagi setelah lama tinggal di kota besar, dimana sangat jarang bisa melihat burung di alam bebas.


Kalau di Singapura, justru burung pipit atau burung gereja lebih jarang dilihat. Malah yang banyak adalah burung jalak (myna) sehingga burung itu dianggap sebagai pengganggu, padahal di Jawa aku jarang melihat burung jenis jalak itu di alam bebas, apalagi di perkotaan.

Kethek Ogleng

Image
Pas di Taman Budaya Yogyakarta, aku kebagian tontonan Kethek Ogleng, yang dibawakan oleh salah satu grup dari Gunung Kidul. Aku sudah sering mendengar istilah kethek ogleng ini, tapi tidak pernah tahu persis bentuk keseniannya seperti apa. Katanya kesenian ini berasal dari Wonogiri.


Seperti halnya kelompok kesenian tradisional pada umumnya, personil pendukung pertunjukan ini rata-rata sudah tidak muda lagi. Makanya wajar kalau ada kekuatiran kesenian tradional semacam ini akan punah, atau malah diadopsi oleh bangsa lain dan kita harus belajar ke luar negeri untuk tahu. Moga saja gak sampai terjadi.


Beberapa anak remaja mengajak pemeran utama pertunjukan ini untuk berfoto bersama. Mungkin mereka kenal dengan pemerannya, atau mungkin juga mereka hanya wisatawan pada umumnya.


Ah, untunglah pemeran utama pertunjukan ini masih tergolong muda, meskipun tidak terlalu belia. Mbak ini memerankan Rara Tompe, yang merupakan penyamaran dari Dewi Sekartaji :) Di sebelahnya adalah pembawa acara, y…

Assorted Moments in Jogja

Image
Sedang ada pembangunan jalan layang di perempatan Jombor (ringroad utara), katanya ditargetkan selesai sebelum Lebaran. Pembangunan ini membuat terjadi kemacetan, biasanya dari jalur selatan dan timur yang akan ke arah utara. Oh ya, di pojok perempatan juga ada McD, moga saja nantinya tidak menambah kemacetan di sini.

Agenda hari ini adalah jalan-jalan di Jogja, tanpa rencana, tanpa tujuan. Pokoknya jalan aja sekenanya.


Eh ada satu tujuan dink, ke tempat bude di Timoho. Naik TransJogja dari Jombor, aku putuskan untuk turun di Kridosono dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Lumayan, kurang lebih 2 km lah, sambil menikmati suasana Jogja di hari minggu.


... jembatan penghubung dua gedung di UKDW Jogja ....


Di tepi jalan samping Balai Yasa PT KAI, mampir dulu menikmati segelas dawet ayu di bawah rindangnya pohon-pohon tua yang masih asri. Tempat yang nyaman untuk beristirahat di hari Minggu, karena lalu lintas kendaraan juga tidak banyak.


Tampak sekelompok pemuda-pemudi dengan ko…

Dragonfly and Orchid

Image
Menikmati segarnya pagi yang cerah, ditemani capung dan bunga-bunga yang masih menyisakan tetesan hujan tadi malam


Alan's 6th Birthday

Image
Alan dan Didi sudah tidak sabar menikmati kue tart dalam rangka perayaan ultah Alan yang ke-6. Sebenarnya ultah Alan besok, tapi mumpung keluarga lagi ngumpul, kakeknya menyelenggarakan sekarang.


Alan bersiap-siap berdoa sebelum potong kue. Awalnya dia minta aku yang memimpin doa, tapi aku keberatan dan dialihkan ke mas Andi :)


Sebelum potong kue, Alan diminta sungkem ke para orang tua, dengan mencium mereka. Alan sempat protes, karena dipikirnya dia harus mencium semua tamu yang datang. Padahal dia cuma diminta mencium kakek neneknya saja.


Ah, untung tadi siang aku sempat beli kue lapis di Solo, padahal aku gak tahu kalau bakal ada acara seperti ini. Lumayan jadi ada tambahan hidangan. Hidangan utamanya adalah nasi gurih dengan ayam kampung rebus. Meskipun rasanya ada miripnya dengan nasi uduk, hainan ataupun nasi lemak, tapi bagiku nasi gurih (sego gurih) is the best. Biasanya nasi gurih bisa kunikmati saat ada kenduri atau hajatan di kampung.


Berniat diet, Ester diminta makan sepi…