22 December 2012

Christmas Holiday : Arrive at Kediri


Mentari pagi sudah bersinar di ufuk timur, menyembul keluar dari balik pegunungan Bromo nun jauh di sana. Kereta api sudah melintasi areal persawahan di Kediri dan sebentar lagi kami sampai di tujuan liburan Natal tahun ini, seperti juga dua tahun sebelumnya, Kediri.


Dari stasiun Kediri kami naik becak menuju rumah. Beberapa bulan lalu tarif becak masih berkisar 10-15 ribu, kali ini kami harus membayar 25 ribu, itupun setelah tawar-menawar sebentar. Entah karena memang ongkosnya naik atau karena musim liburan akhir tahun.


Melintasi jembatan lama untuk menyeberang sungai Brantas, tampak jembatan masih sepi karena masih pagi. Biasanya di atas jembatan ini angin bertiup sangat kencang sehingga memperlambat laju becak, tapi kali ini biasa saja, meskipun angin dingin segar tetap terasa. Langit berawan, tapi tidak mendung gelap. Belakangan kami diberitahu kalau belakangan ini Kediri agak jarang hujan deras, tidak seperti di Jakarta (lha kok jadi ramalan cuaca :D )


Melintasi salah satu bangunan cagar budaya di kota ini, gereja GPIB Immanuel Kediri, atau Gereja Merah. Tahun lalu warna cat gedung ini masih terlihat lebih merah menyala dibandingkan sekarang.


Andre senyum-senyum saja naik becak sendiri bersama koper-koper kami. Tampaknya dia senang bisa pulang kampung cukup lama dan liburan di kampung halaman. Belakangan dia cerita, kalau tukang becak mengira dia mau buka salon, pantesan aja dia cengar-cengir sendirian :D.


Sebuah "odong-odong" bertajuk Kereta Wisata Sukorame sudah siap berangkat dari tanah kosong dekat perempatan Sukorame. Salah satu jalur yang dilalui kendaraan ini adalah objek wisata Gua Selomangleng di lereng Gunung Klotok.

No comments:

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...