26 December 2016

Liburan : Nganjuk


Salah satu "ritual" wajib saat liburan akhir tahun adalah berkunjung ke Nganjuk, silaturahmi dengan keluarga istriku yang memang berasal dari sana, khususnya dari pihak ibu mertua.

Sepanjang jalan El gak bisa anteng dan akhirnya tertidur saat sampai di tujuan, meskipun hanya sebentar. Selanjutnya dia sempat bermain-main di sekitar rumah, melihat ayam, sapi suasana pedesaan. Sayangnya dia gak mau aku ajak jalan-jalan lebih jauh, karena lebih tertarik bermain di cakruk dekat rumah saudara.


Saat terdengar iringan lagu campursari, aku pikir ada yang sedang hajatan. Ternyata alunan lagu itu berasal dari toko keliling yang menjual berbagai macam barang kelontong, termasuk juga baju. Sang penjual tidak perlu berteriak-teriak menawarkan barang, cukup memarkir mobilnya di cakruk dan satu per satu warga berdatangan dari gang-gang kecil di kampung ini. Sepertinya aktivitas ini sudah rutin dan warga juga sudah hafal. Malahan dalam sehari tidak cuma satu, setidaknya aku sempat melihat mobil seperti ini dua kali, entah apakah mobil yang sama atau beda.

Kemungkinan besar, sistem pembayarannya menggunakan cara kredit, yang waktu kecil aku kenal dengan mendring. Mendring sendiri adalah tukang kredit, dan biasanya juga sambil berjualan barang yang dibayar dengan cara cicilan, pakai bunga tentu saja.


Timot sudah sangat aktif dan selama bertandang di sini, sebagian besar waktu dia pakai untuk bermain dengan Om Andre dan juga memanjat tiang ini. Dia juga sempat minta dibelikan es tebu dan habis  sekitar 3-4 gelas :D

No comments:

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...