07 June 2014

Betawi's Wedding with Ondel-Ondel


Pagi-pagi sudah terdengar nyaring suara orang "berantem". Rupanya di depan kantor Kelurahan lagi-lagi ada acara kawinan, kali ini memakai adat Betawi, lengkap dengan acara adu jawara saat menyambut mempelai pria. Juga ada sepasang ondel-ondel dengan iringan tanjidor.


Biasanya aku cuma melihat ondel-ondel ini jadi patung yang diam saja, atau yang sedang berjalan sedikit bergoyang, mungkin karena ukuran yang besar membuat gerakannya tidak leluasa. Baru kali ini aku lihat ondel-ondel njoget cukup lincah. Sepasang ondel-ondel ini bergoyang tidak hanya berjalan mondar-mandir, tapi juga sedikit beratraksi, berputar dan melompat.

Saat melihat aku bawa kamera, tetangga sebelah rumah nyeletuk "Didokumentasiin Om, jarang-jarang ada yang beginian". Wah, orang betawi aja bilang kalau ondel-ondel dan tanjidor sudah jarang dipentaskan.


Bayanganku, yang memainkan tanjidor, terutama rebab, adalah kakek-kakek. Eh, rupanya hampir semua pemain tanjidor ini masih tampak remaja. Baguslah, berarti ada regenerasi, mengingat kesenian tradisional ini tampaknya sudah jarang ditampilkan. Cuma aku perhatikan lagu-lagu yang dibawakan cukup akrab aku dengar, seperti Jali-jali, keroncong kemayoran, dan kadang lagu-lagu Benyamin. Malah sempat membawakan lagu Prau Layar (yang notabene lagu Jawa) dan lagu dangdut. Aku jadi berpikir, rasa-rasanya memang jarang menemukan lagu betawi yang baru. Jangan-jangan memang tidak ada lagu baru, atau kurang publikasi. Moga-moga cuma aku saja yang kurang gaul.

Ada yang tahu lagu Betawi pasca eranya Benyamin S?


No comments:

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...