16 June 2020

Masker - Outfit Wajib di Masa Pandemi

Mengajak anak untuk mengenakan masker saat bepergian adalah tantangan tersendiri. Jangankan bagi anak-anak, orang dewasa saja sering menganggap masker itu merepotkan dan enggan memakainya. Untunglah El dan Fe termasuk mudah disuruh memakai masker. Aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang Corona, Covid-19, virus, sakit dan sebagainya - yang bahkan sejauh ini tidak mereka pahami. Aku cukup "mengancam", kalau gak mau pakai masker ya gak boleh main hehehe. Sempat ada tetangga yang "memuji", karena mereka juga mengalami kesulitan meminta anak mereka yang masih kecil memakai masker.



Bagi sebagian orang, memakai masker adalah pemaksaan, pengekangan akan kebebasan. Bagiku, setidaknya di masa pandemi ini, memakai masker adalah pilihan untuk berperan bagi diri sendiri dan orang lain. Ini adalah salah satu tindakan murah meriah yang bisa kita lakukan untuk ikut "berperang" melawan pandemi Covid-19, selain tentu saja dengan "rebahan" di rumah.

Lagipula, memakai masker itu tetap bermanfaat, terlepas adanya virus Covid-19 atau tidak, mengingat bagaimana kondisi polusi udara di sekitar kita saat ini. Jadi membiasakan memakai masker akan bermanfaat ke depannya, untuk kita lebih peduli menghadapi polusi udara yang sulit dihindari.

NB: masker yang dipakai saat ini memang sekedar fashion, tidak memenuhi kaidah kesehatan, tapi aku rasa sudah cukup lumayan untuk melatih mereka. Saat bepergian lebih jauh, misal ke pasar, aku akan meminta mereka memakai masker yang lebih aman.

14 June 2020

Kolam Mini dan Kucing Liar

Konon, dalam keyakinan tertentu, ada pahala bagi mereka yang menyediakan minuman bagi kucing liar. Tanpa mengharapkan pahala, salah satu alasan aku membuat kolam mini di depan rumah adalah juga untuk menyediakan tempat minum bagi kucing-kucing liar yang sering berkeliaran di kompleks. Beberapa kali aku mencoba menyediakan air dalam wadah khusus, tapi seringkali wadahnya kosong karena lupa diisi, atau karena dibersihkan sama pembantu. 


 Sementara kolam kecil seperti ini, asalkan tidak ditinggal pergi ke luar kota dalam waktu lama, seharusnya bakal selalu terisi air. Paling-paling airnya saja yang berkurang saat musim kemarau kalau aku lupa mengisi ulang, tapi setidaknya air tetap tersedia.

03 June 2020

Piknik di Dekat Rumah Saja

Menikmati masa menganggur, yang syukurlah akan segera berakhir, aku sempatkan sebanyak mungkin bermain dengan anak-anak. Berhubung banyaknya pantangan di masa pandemi, bermain ya cukup di rumah saja. Meski mendung, kedua bocah ini tetap ngajak bermain, jadi aku suruh mereka membawa payung.


Bermain dengan payung ternyata cukup menyenangkan, setidaknya memberi alternatif alat bermain - tapi harus diawasi benar-benar agar tidak rusak. Ini sekaligus memberi inspirasi objek foto yang menarik.



Genangan air merupakan wahana bermain yang menarik bagi anak-anak, apalagi salah satu tontonan favorit mereka - Peppa Pig - sering menceritakan keseruan saat bermain dengan genangan air. Berhubung mereka berdua baru saja mandi, dan aku gak mau repot memandikan kembali mereka, tentu saja aku melarang mereka bermain genangan air.



 Jadilah di sini, di lapangan yang sepi, bermain piknik-piknikan dengan payung.

Yang penting hepi dan gak di rumah melulu nonton tivi.

01 June 2020

Revitalisasi Situ Bungur

Di tengah pandemi, ternyata proyek revitalisasi Situ Bungur tengah berlangsung. Beberapa alat berat terlihat bekerja seharian di sekitar danau, tidak hanya menguruk isi danau, tapi juga meratakan tepian danau.


Agak disayangkan bahwa tepian danau yang asri oleh pepohonan harus lenyap, - kemudian akan menjadi jogging track. Saat proses belum berlangsung, tentu saja pemandangan jadi jelek - gersang dan berantakan. Moga saja revitalisasi ini membawa perbaikan dan tetap bisa menjadi asri dan alami, sekaligus makin bisa dinikmati setiap orang.



 

28 May 2020

Meeting di Kantor Client Di Masa Pandemi

Melihat mural dan terowongan yang rapi di bawah jalan tol dekat Bintaro Exchange dan St. Jurangmangu ini membuatku berasa sudah lama sekali tidak keluyuran. Memang, bahkan di masa normal pun aku jarang bepergian, apalagi saat kondisi pandemi begini. Hari ini aku bepergian karena diajak Yohan untuk ikut meeting di Jakarta.


Sejak awal bulan ini, bisa dibilang aku adalah pengangguran karena kesulitan keuangan yang dialami oleh kantorku. Aku dan bos sepakat mengganti kontrak kerjasama, jadi aku tidak lagi dibayar secara bulanan, tapi sesuai alokasi waktu pengerjaan - freelance. Ternyata, mencari pekerjaan di masa pandemi lumayan sulit, beberapa perusahaan mengurangi atau menghentikan perekrutan karyawan baru, juga ada waktor umurku yang tidak muda lagi. Untuk sementara, aku bergabung dengan timnya Yohan, sembari mencoba mencari peluang.



 Salah satu client dia saat ini adalah PPD yang jadi salah satu operator bis Transjakarta. Entah kapan terakhir aku bertemu dan terlihat meeting dengan client, sepertinya sudah lebih dari 5 tahun. Sebenarnya, kata Yohan, dia sudah melakukan meeting virtual beberapa kali, tapi hasilnya tidak maksimal. Ada saja masalah, dan kebanyakan peserta bersifat pasif, jadinya tidak efektif. Makanya disepakati untuk bertemu secara langsung, dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran - jaga jarak, masker, cuci tangan dsb.

Semoga pandemi ini cepat berlalu dan keadaan bisa semakin baik. Amin.

16 May 2020

Belanja di Supermarket di Masa Pandemi

Pengunjung supermarket Hari-Hari di Bintaro diminta antri sebelum masuk ke toko. Agak panjang juga dari pintu masuk. Di masa PSBB ini, jumlah pengunjung di dalam ruangan supermarket dibatasi. Kalau gak terpaksa, aku bakal milih pulang saja atau belanja di pasar biasa. Sayangnya, pilihan belanja ikan buat kucing yang paling praktis saat ini ya di sini - harga bersaing, bisa ngutang.


Antrian tidak separah yang aku bayangkan, gak lama aku sudah mendekati pintu masuk dan menjalani berbagai protokol kesehatan - cek suhu dan cuci tangan. Ada petunjuk agar belanja tidak memakan waktu lama dan beberapa aturan yang dibuat untuk masa pandemi ini.


Eh, ternyata setelah lewat pintu masuk, masih ada antrian lagi. Setidaknya di sini disediakan kursi sehingga mengantri lebih nyaman. Mungkin sekitar 30 menit antrinya, baru dipersilahkan masuk setelah ada beberapa pengunjung yang selesai belanja.



Akibat pembatasan jumlah pengunjung ini, jadinya nyaris tidak ada antrian di kasir - meskipun ada faktor tanggal juga, bukan pas gajian. Jadi rasa bosan menunggu saat awal bisa terbayar dengan tidak adanya antrian saat membayar belanjaan. Biasanya, antrian di sini lumayan lama, apalagi saat akhir pekan.
 

05 May 2020

Lukisan Abstrak

El menunjukkan gambar yang dia buat dengan crayon pastel, sembari menjelaskan apa yang dia buat. Pokoknya semua sesuai imajinasinya, meski terlihat tidak mirip. Aku senang, dan membiarkan dia bebas menggambar apa saja dan bagaimana saja, yang penting senang.


Menurutku, gambar karya El ini bisa masuk ke kategori lukisan abstrak - coretan-coretan sesuai kehendak hati, menurut imajinasi pembuatnya, dengan gabungan warna-warni yang kadang tidak teratur. Makna sebenarnya ya terserah yang buat, suka-suka dia menerjemahkannya.


Makanya seringkali aku bingung saat menilai keindahan seni abstrak, termasuk lukisan. Orang bisa menafsirkan apa saja, tapi tetap hanya pelukis aslinya yang paham benar apa maksudnya - bahkan mungkin bisa saja dia asal-asalan, tampak makna apapun - mungkin saja. Aku ingat beberapa tontonan yang "mengejek" jenis lukisan abstrak yang dihargai mahal, bahkan ada lukisan yang ternyata dibuat oleh gajah, tapi penilai seni memberi tafsiran macam-macam.



 Nah, kalau yang ini karya seni yang bikin nangis --- soalnya dibuat di atas kertas buat catatan iuran lingkungan hiks hiks ... moga saja pengurus tidak marah.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...