03 March 2005

To Hiroshima



Menikmati nyamannya kereta api di Jepang, bersih dan rapi, serta penumpangnya juga cukup tertib, khususnya dalam hal ngantri.



Woooaaa... shinkansen, kereta supercepat. Katanya yang ini kecepatan sampai 300 km/jam. Perjalanan Fukuoka-Hiroshima terasa cukup cepat, padahal jaraknya lumayan jauh.



Habis presentasi di kawasan Hiroshima University, malamnya menikmati jamuan makan khas Jepang. Waduh, ... beraneka makanan disajikan, rasanya aneh-aneh. Dari total makanan yang ada, paling cuma 10% yang aku bener-bener bisa menikmati :-<



Sementara pak Iwan ngobrol dengan yang lain, aku bengong saja sambil mencicipi makanan yang ada. Lha mau gimana lagi, mereka ngobrol pakai bahasa Jepun yang aku gak ngerti ... cuma ngerti Hai, Arigatou doank.

Oh ya, rata-rata orang Jepang hobi minum bir. Untung saja mereka cukup toleran, sehingga aku gak dipaksa minum bir. Sebenarnya bukan masalah haram atau tidak, berapa persen alkohol yang ada. Yang jadi masalah, aku gak suka bir, rasanya pahit, gak jelas menurutku. Sebagai orang Jogja tulen, aku lebih suka yang manis-manis. Makanya aku lebih milih minum coctail, yang mirip sirup, meskipun sebenarnya kadar alkoholnya lebih tinggi dibanding bir ... hehehehe

No comments:

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...