06 February 2006

Gandunk's Wedding - Church Ceremony

Karena acara menggunakan adat Batak Toba, hampir keseluruhan acara menggunakan bahasa Batak, yang ... entahlah, gak ngerti #-o



Entah apa namanya, yang jelas ini serupa seserahan yang diberikan pihak lelaki ke pihak perempuan. Denger-denger sih isinya kepala babi :(



... setelah basa-basi di keluarga perempuan, sang perempuan menyematkan rangkaian bunga di dada mempelai pria ...



.. melangkah menuju "rumah Tuhan", untuk melangsungkan pemberkatan nikah ...



... mengucapkan janji saling setia, sehidup semati di depan pendeta, dan seluruh jemaat yang hadir ...



... dan cincin kawinpun disematkan di jari masing-masing, sebagai tanda ikatan selamanya ...


... Pak pendeta menyampaikan berkat pernikahan dan menyatakan mereka berdua "sah sebagai suami istri", secara agama.



Paduan suara, yang kebetulan kaum ibu, menyumbangkan beberapa buah lagu untuk kedua mempelai yang berbahagia. Ah, lagunya pakai bahasa batak pula .. tapi memang mantap suara inang2 ini.

05 February 2006

A flash of Parapat



Dengan mayoritas penduduk beragama Nasrani, cukup mudah menemukan gereja di tempat ini, baik gereja besar maupun gereja kecil, seperti yang nampak cuma seukuran rumah.



Bangunan makan seperti ini cukup banyak ditemukan di Parapat (dan mungkin juga di daerah lain di tanah Batak).



Sepertinya ini tugu peringatan untuk para leluhur. Sepertinya orang Batak menaruh penghormatan cukup tinggi terhadap para leluhur mereka.



Salah satu jalan setapak yang belum beraspal.



Puncak gedung gereja HKBP yang cukup besar, sedang direnovasi.



Kehidupan orang Batak sepertinya tidak bisa dipisahkan dari lapo tuak. Di sinilah mungkin terjadi interaksi sosial antar masyarakat, meski kadang jadi ajang mabuk-mabukan :). Dekat tempat aku menginap, ada lapo yang hampir setiap malam full music, nyanyian dari para pemuda yang berkumpul di lapo tersebut.

Flowers of Parapat



.. bunga matahari ini kutemukan di dekat bekas gedung bioskop, yang dipakai buat acara nikahan ...



... di tepi danau Toba ...



... di pinggir jalan, dekat tugu peringatan leluhur ...

Beautiful Toba Lake



Akhirnya aku diberi kesempatan mengunjungi danau air tawar terbesar di negeri ini, di tempat yang sebenarnya mimpipun gak pernah kebayang akan kesana. Terletak di dataran cukup tinggi, dengan udara segar dan masih bersih karena hutan disekeliling masih cukup asri.



... mejeng dulu donk ;) ...
ini adalah pelataran parkir sebuah hotel, hotelnya sendiri ada di bawah, persis di tepi danau.



Kapal-kapal sedang beristirahat, menunggu giliran penumpang atau wisatawan yang ingin menyeberang ke Pulau Samosir, yang terletak persis di tengah danau.



Wah... jadi inget masa kanak-kanak. Pengen rasanya aku bergabung dengan mereka. Apadaya waktuku terbatas, lagipula gak bawa baju ganti :). Kurasa mandi di danau ini lebih menyenangkan di banding mandi di pantai, selain air tawar yang bersih (tidak lengket karena garam), resiko terseret arus juga hampir tidak ada.



Speedboat, yang menjadi salah satu sarana wisata yang ditawarkan, selain kapal penumpang dan kapal bebek kayuh.



... pasar oleh-oleh di pinggiran pantai kasih.....



Meski gerimis, tidak menghilangkan kemesraan sepasang kekasih itu dalam menikmati suasana danau. Merekapun tak lupa untuk mengabadikan kenangan itu.



Fuih ... capek, maklum dah gak muda lagi. Istirahat dulu lah ... di bawah pohon cemara, dengan angin sejuk (habis gerimis) sambil memandang danau yang tenang.



Rasanya kurang puas seharian menikmati Danau Toba ini, apalagi ini baru sebagian kecil, baru di Parapat. Suatu hari nanti, moga aja masih bisa berkunjung ke sini dan menikmatinya lebih lama. Kesempatan itu sudah ada sekarang, toh sudah ada "saudara" di sini :)

04 February 2006

Becak Motor



Becak di Medan cukup berbeda dengan di Jawa. Digabung dengan sepeda motor, di taruh disamping, tidak seperti becak tradisional yang digenjot manual bertenaga nasi :). Selain becak bermotor ini, ada juga becak dengan sepeda, namun tetap saja posisi pengemudi di samping.

Dewa's family



03 February 2006

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...