White-Headed Munia alias Emprit Kaji


Semula, burung-burung kecil seperti emprit atau pipit dan burung gereja itu sama-sama termasuk jenis sparrow. Ternyata dugaanku salah, untunglah ada kenalan senior yang memberikan koreksi lengkap terhadap postingan fotoku di Facebook. Emprit bukanlah sparrow, tapi termasuk kelompok munia. Ada beragam jenis munia atau emprit, dan kebetulan yang paling sering aku temui di sekitar kompleks adalah emprit kaji atau white-headed munia atau Lonchura Maja.


Bentuk tubuh serta warna bulunya sangat khas, berbeda dengan burung gereja yang cenderung coklat bermotif.  Yang paling khas dari burung ini, sesuai namanya, adalah kepalanya berwarna putih, sementara bagian bawah leher berwarna coklat tua, tanpa banyak motif.


Kebetulan di kompleks ada beberapa kavling yang masih kosong, entah karena penghuninya tidak jelas, atau memang sengaja dibiarkan kosong oleh pemiliknya, karena dipakai untuk investasi. Karena jarang dirawat, rumput-rumput liar tumbuh sangat subur di lahan itu dan mengundang banyak burung untuk datang mencari makanan.


Selain padi, burung emprit ini juga memakan biji-bijian dari rumput liar seperti ini, yang selalu saja tumbuh hampir di beberapa sudut kompleks. Semakin rindang rerumputannya, semakin banyak burung yang datang.


Meskipun rumput-rumput liar itu termasuk mengganggu, selain terkesan tidak rapi juga adanya kekuatiran akan binatang-binatang berbahaya seperti ular, tapi kehadiran burung-burung ini menjadi hiburan tersendiri. Karena burung-burung ini tidak mengganggu warga secara langsung, bukan hama yang mencuri makanan atau merusak rumah/pekarangan/tanaman milik warga (kecuali mungkin kotoran burung yang jatuh di pekarangan atau atap mobil), warga tidak terlalu ambil pusing. Bagiku, yang suka melihat burung bebas di alam, ini adalah keindahan yang menyenangkan untuk dinikmati.


Suaranya memang tidak istimewa, tapi tetap indah. Warnanya juga tidak terlalu rupawan dan istimewa, tapi tetap saja pantas untuk dinikmati. Adanya burung-burung liar ini, termasuk burung gereja dan beberapa burung lain (yang aku belum tahu apa jenisnya), membuatku tidak merasa tinggal di kota dan bisa sedikit mengobati rasa rindu kampung halaman.

Comments

Popular posts from this blog

Karawang

Touring Sendiri Ciputat - Cikarang

Dog Area in Central Park Mall

Restaurant Mas Demang Kediri