Idul Fitri 1438H


Salah satu warga sedang memberikan kata-kata pembuka sebelum dilaksanakannya Sholat Ied di lapangan kompleks pagi ini. Kalau tidak salah, ini pertama kali sholat idul fitri diadakan di tempat ini, setelah sebelumnya "sukses" mengadakan sholat idul adha di tempat yang sama tahun lalu.


Sehari sebelumnya beberapa tetangga sudah memintaku untuk mendokumentasikan kegiatan kali ini, padahal tanpa diminta pun, kalau aku ada waktu pasti aku semangat foto-foto. Bedanya kalau dimintain tolong, jadi ada "beban" tersendiri, gak enak juga kalau hasilnya mengecewakan. Acara ini sekaligus buat ngetes kamera baru yang selama ini cuma kebanyakan dipakai buat motret burung dan kucing hehehe.


Cuaca hari ini lumayan cerah, meskipun matahari pagi masih tertutup awan tipis yang menghalangi sinarnya. Di satu sisi cukup menguntungkan lagi, karena tidak terlalu terik dan tidak membuat silau pembicara (khatib) yang menghadap ke arah timur. Tapi jadinya pencahayaan untuk memotret jadi sedikit berkurang, jadi hasil foto kurang begitu tajam. Untunglah kemarin ada tetangga yang meminjamkan tripod, sangat membantu karena tanganku hampir tidak bisa stabil saat memegang kamera.


Acara dimulai tepat jam 7 pagi dan berlangsung sangat lancar dan khidmat. Sepertinya jumlah peserta tidak sebanyak waktu Idul Adha kemarin, karena kali ini banyak  yang sudah mulai mudik, tapi masih lumayan, mungkin lebih dari 30% warga.


Yang jadi khatib adalah pak Syamsul yang juga merupakan dosen salah satu perguruan tinggi di Tangsel. Berbeda dengan pak Heri yang memiliki gaya santai dan cenderung banyak bercanda, pak Syamsul menyampaikan khotbah dengan terstruktur layaknya memberikan kuliah umum. Aku terlalu sibuk muter-muter mencari objek foto dan angle yang pas, jadi kurang terlalu menyimak apa yang dikhotbahkan pagi ini :)


Keceriaan anak-anak tidak terlalu mengusik kekhusyukan warga dalam beribadah. Seperti biasa, bocah berpeci putih ini paling heboh bermain, serta penasaran dengan apa yang aku lakukan. Tapi mereka tidak berisik, ya namanya juga anak-anak.


Acara diakhiri dengan halal bi halal dan saling bersalaman. Tentu saja sebelum bubar warga melakukan foto bersama. Sayangnya aku tidak bisa mengikuti acara sampai akhir, karena mendadak perlu mengantar adik ipar mencari taksi untuk menuju bandara. Sebelum pulang aku titipkan kamera ke tetangga supaya bisa dipakai untuk mengabadikan sisa acara yang ada, dan hasilnya lumayan bagus juga.

Comments

Popular posts from this blog

Sentul International Convention Center

Karawang

Serba-Serbi Acara Wisuda Universitas Mercu Buana Jakarta

Restaurant Mas Demang Kediri

Touring Sendiri Ciputat - Cikarang