15 July 2007

Rini's weeding



Setelah beberapa kali sempat tarik ulur tentang pernikahan, akhirnya Rini menikah juga. Karena gagal mendapat gedung untuk resepsi, maka acara dilakukan dengan memasang tenda di lahan kosong sebelah rumah, dan ternyata biayanya lebih mahal.



Kedua mempelai memasuki ruangan pernikahan ... tanpa penyambutan apapun, gak ada MC, gak ada musik pengiring khusus atau apalah, dan para tamupun terkesan tidak memperhatikan. Belakangan diketahui kalau MC dan pemain organ datang terlambat.
Alamak .... pinky-pinky euy.



Seperti biasa, Esther dijadikan pengiring. Tanpa sadar, dia sedang duduk di kursi yang rusak, ampe ibunya cemas kalau tiba-tiba kursi itu roboh.



Sari, kakak mempelai perempuan, yang ngotot minta pelangkah laptop ... busyeettt.



Mbak Ningsih, Pakde Daliyo dan Mas Yanto sedang menikmati hidangan. Mereka keluarga dari Jogja yang hadir. Selain itu ada Guntur dan Mas Agus.



Anak-anak kecil berkerumun di tempat es krim + es doger. Tempat ini jadi tempat favorit anak-anak kecil, berkali-kali mereka bolak-balik ngambil es.



Samuel gak ikutan pesta karena lagi asyik tidur dengan dot kesayangannya. Dia baru terbangun setelah yang lainnya pulang.



Selesai acara, esther gak segera merapikan diri, malah asik bermain dengan make-up ibunya. Gak sadar kayaknya kalau mukanya "menyeramkan" :D

2 comments:

Mamanya Bagas Satya Malikyansa said...

waduh...yang soal pelangkah itu, jangan dibesar2in donkkkkkkk....

Yudi Kurniawan said...

Yeee ... gimana gak dibesar-besarin, emang besar kok. lha aku aja gak punya laptop waktu itu hehehehe.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...