06 February 2006

Gandunk's Wedding - Traditional Ceremony



Ini transportasi yang disewa untuk berpindah dari gereja ke gedung tempat pesta adat dilaksanakan. Sepertinya ini kendaraan untuk wisata keliling Danau Toba.



... bersiap-siap untuk ber-tor-tor, membentuk barisan, untuk kemudian menari keliling lapangan :)



.. inilah gerakan tarian tor-tor itu, sederhana, namun penuh penghayatan (bagi yang ngerti maksudnya) .. :). Bagiku agak membingungkan, gerakannya tidak banyak variasi sih.



Tim musik yang menjadi pengiring. Sesekali melantunkan lagu daerah (Batak), kadang lagu pop, kadang lagu rohani, meski dengan irama yang mirip, penuh beat untuk mengiringi tarian yang energik ...



... loh, kok njoget bawa duit:-? kayak nyawer aja :)
Ini masih bagian dari prosesi pernikahan, dimana kerabat memberikan uang ke pengantin, tetap dalam suasana menari.



... united color of kebaya ...
Ajang seperti ini biasanya jadi kontes penampilan bagi para ibu.



Ini semacam simbol penyerahan hasil bumi (sembako) ke pihak pengantin.



Yah, namanya juga anak-anak. Di tengah acara resmi dan penuh aturan, mereka tetap aja bermain, memanfaatkan lahan yang ada.



.. Kesibukan yang tampak di bagian konsumsi. Mungkin karena pesta tergolong sederhana (biarpun sibuknya minta ampun), makanan yang tersedia bagi tamu juga cuma kayak gini. Nasi plus daging (haram) :)



Tiba waktunya makan-makan, bukan buat tamu, tapi bagi pihak yang berpesta -- mempelai dan keluarga kedua belah pihak.
Si Nanda waktu lihat foto makanan berekor ini, langsung hilang nafsu makannya seharian =))



Selain yang berekor mungil tadi, masih ada makanan cukup sehat, ikan mas diarsik.




... wuih, capek juga... padahal cuma jadi penonton dan penggembira ...



Penyerahan ulos, dari orang tua ke mempelai. Ini ulos yang tergolong mahal, dan katanya gak boleh dijual.
Lewat penyerahan ulos ini, secara simbolik orang tua melepas si gadis, dan menyerahkan sepenuhnya ke suaminya.
Pantesan ibu si gadis sampai nangis-nangis :), entah tangisan sedih atau bahagia, atau keduanya.



.. .. Heheheh ... meski diluar kebiasaan adat, aku tetap aja dapat ulos. Seharusnya sih aku gak dapat, karena belum nikah. Tapi aku dapat kehormatan untuk mendapat ulos ini, juga dapat marga, ngikutin marga abangku.



Budhe Heri juga tampak kelelahan, meskipun sepanjang acara dia cuma duduk dan menyaksikan acara.

No comments:

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...