22 August 2020

Jahe Susu di Angkringan

Dekat rumah ada angkringan yang jual wedang jahe dan jahe susu, termasuk "nasi kucing" dan makanan lain. Kadang-kadang aku mampir di sini karena jahe-nya terasa sekali, hangat dan pas, beda dengan jahe di pedagang sekoteng yang suka keliling kompleks.



 Sesekali El ikut, dan kadang aku ke sini jalan kaki doang, malas bawa motornya malam-malam. Lagipula biasanya aku ke sini kalau Fe lagi tidur, repot kalau ngajak dia malam-malam. El tidak tertarik dengan makanan ataupun minuman yang ada, jadi dia duduk saja, sambil mainan roda gerobak.

Yang sering aku makan di sini adalah nasi bakar dan kepala ayam. Oh ya, El kadang mau makan telur puyuh, tapi gak banyak.

15 August 2020

Situ Bungur - Pasca Revitalisasi

Kembali menikmati senja bersama anak-anak, setelah proyek revitalisasi dihentikan - lebih tepatnya sudah selesai. Tempat favoritku adalah sisi timur, tempat yang pas buat melihat sunset.


Tanpa alat-alat berat terkait proyek, orang-orang lebih leluasa menikmati danau dan bermain, apalagi seputar danau sudah ada jogging track yang memutar, -- sebelumnya juga ada, tapi kurang rapi -- dan lebih bersih karena masih baru. Salah satu kekurangannya hanyalah kurang hijau, karena pepohonan yang dulu ada di sekeliling danau sudah banyak berkurang.



 

05 August 2020

Siasat Mal di Masa Pandemi

Stiker jaga jarak ditempatkan sebagai petunjuk bagi pengunjung sebelum memasuki mall. Ada pengecekan suhu dan juga fasilitas cuci tangan bagi pengunjung, dan juga ada pembatasan jumlah pengunjung.

Indonesia tidak berani menerapkan lockdown secara total, karena tidak siap secara ekonomi, jadi hanya menerapkan pembatasan sosial - inipun sudah berdampak cukup berat bagi perekonomian. Untuk itu beberapa mall membuat beberapa strategi untuk menghindari penyebaran virus Covid-19, sembari tetap beroperasi. Begitu juga di Bintaro Exchange Mall yang tak jauh dari rumah.


Wahana ice-skating di Bintaro Exchange tutup, dan tidak ada lapisan es di permukaan lantai. Akibatnya terlihat wujud asli lantai, berantakan dan terlihat aneh.



Selain stiker peringatan untuk menjaga jarak, elevator juga dilengkapi dengan fitur pendukung seperti tombol tanpa sentuh - cukup dengan meletakkan tangan di depan sensor untuk menentukan apakah akan naik atau turun.


.. di dalam lift juga disediakan hand-sanitizer..., sesuatu yang cukup populer, bahkan sempat mengalami kelangkaan.




Melihat tempat parkir sepeda yang ada di mall jadi merasa kangen untuk bersepeda. Sayangnya kondisi saat ini kurang memungkinkan bagiku, meskipun di masa pandemi justru peminat olahraga bersepeda jadi meningkat. Aku masih belum merasa leluasa "bersantai bersepeda" selagi masih ada anak-anak yang selalu nginthil dan perlu ditemani.

Semoga pandemi ini bisa segera berakhir.

31 July 2020

Iduladha 2020 di Tengah Pandemi



Setelah sholat ied Idulfitri yang lalu ditiadakan karena wabah Covid-19, untuk acara Iduladha kali ini tetap dilakukan dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. Pengecekan suhu, pemakaian masker, penyediaan cuci tangan serta jaga jarak dilakukan. Jumlah peserta juga jauh lebih sedikit.


Sholat dimulai pagi, saat matahari bersinar cerah, dan seperti biasa, membuatku bangun pagi-pagi hehehe.



Syukurlah, kegiatan sholat ied ini berlangsung lancar tanpa insiden apa-apa.


Meski di masa pandemi, jumlah hewan korban yang ada cukup banyak - ya setidaknya jumlah sapi ada 3, belum lagi jumlah kambingnya. Mungkin dampak pandemi bagi perekonomian warga belum begitu terasa, -- dan semoga saja tidak ada yang terdampak parah.


Aku tidak pernah secara langsung menyaksikan ataupun mendokumentasikan pemotongan hewan korban, dan hanya datang setelah dagingnya siap dibagi-bagi. Begitu juga dengan kali ini. Lokasi pemotongan hewan korban kali ini dipindahkan dari lokasi biasa di pinggir kali, ke jalanan di depan mushola.


Pemilihan lokasi ini katanya karena lebih teduh dan nyaman. Masalahnya, beberapa warga yang tinggal di dekat itu tidak tega menyaksikan "pembantaian", jadi mereka memilih "mengungsi". Darah korban ditumpahkan ke selokan, yang kebetulan berisi tanah, jadi darah itu langsung ditimbun tanah selokan. Untuk sampah yang lain langsung dikubur di tanah kosong tak jauh dari sana.


 Aku ajak Fe ikut ngumpul-ngumpul sebentar sembari menikmati makan-makan yang ada. Ada tetangga yang membawa asinan betawi yang terkenal di Jakarta (lupa mereknya) dan Fe ikutan mencicipi meskipun cuma tertarik dengan kacangnya.

28 July 2020

Home Visit From School

Bagi anak-anak usia dini, sekolah online jelas tidak cukup. Selain kemampuan mereka untuk mengikuti pelajaran dari layar, juga masalah konsentrasi dan sebagainya. Anak-anak usia ini perlu interaksi yang lebih personal, tidak bisa dipukul rata, karena tiap anak punya minat yang berbeda. Inilah sebabnya kunjungan guru ke para murid sangatlah penting, dengan segala keterbatasan saat ini.



 Aku senang karena pihak sekolah El melakukan kunjungan, meskipun singkat. El senang bertemu dengan gurunya, dan bisa "bermain" bersama. Selain itu para guru juga lebih paham perkembangan dan kemampuan anak.

Terima kasih para guru.

11 July 2020

Senja dan Layang-layang di Situ Bungur

Betonisasi (baca: revitalisasi) tepian Situ Bungur sedang berlangsung, membuat pemandangan jadi kurang sedap. Tapi karena tidak banyak tempat menarik di sekitar rumah, aku tetap mengunjungi tempat ini saat senja bersama anak-anak.


Bahkan saat ada proyek revitalisasi, senja tampak indah di danau ini. Bahkan tempat ini juga ramai dikunjungi warga sekitar untuk bersantai.



Masa pandemi, dan musim kemarau, dimanfaatkan warga, terutama anak-anak sekolah untuk bermain layang-layang. Hiburan yang murah meriah ini membutuhkan lahan yang lapang, dan tepian danau adalah salah satunya. Makanya di Situ Bungur ini banyak yang bermain layang-layang saat senja.



 El tentu saja senang melihat banyak layang-layang, dan ingin sekali bisa memainkannya ... belum waktunya ya nak, tunggu kalau sudah cukup besar dan kuat. Sementara, nikmati saja keindahan matahari terbenam.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...