Showing posts with label Fish. Show all posts
Showing posts with label Fish. Show all posts

25 May 2022

Makan di Babi Tjoy

Nah, kalau kali ini judulnya gak menjelajah cafe, tapi makan siang di warung makan bernama Babi Tjoy. Dari namanya sudah bisa ditebak kalau warung ini menyediakan makanan yang tidak halal bagi teman-teman yang muslim.

Sejak awal pindah ke daerah Ciputat/Bintaro, aku merasa kesulitan mencari tempat makan yang menyediakan makanan haram (baca: daging babi). Ada 2 mal besar, tak satupun tempat yang menyediakan makanan itu. Kata teman, kalau mau nyari harus ke BSD atau Alam Sutra. Nah, aku kenal Babi Tjoy ini malah dari GoFood. Jadi selama ini aku order lewat aplikasi itu saja. Dulu sempat penasaran nyari-nyari tempatnya, tapi gak ketemu, karena saat itu aplikasi Google Maps juga masih sedikit infonya. Baru sekitar setahun lalu aku iseng order GoFood tapi pick-up sendiri, baru ketahuan lokasi warung makan ini, cuma saat itu tetap makanannya dibawa pulang. 

Jadi ini pertama kali aku makan di tempat, sekalian ajak anak-anak.

 El menyebut ini nasi enak dan daging enak. Dia belum paham kalau ini daging babi, tapi dia doyan. Pernah beberapa kali nyoba daging sapi (termasuk steak), El belum terlalu suka karena cenderung alot, beda dengan tekstur daging babi ini. Selain nasi gurihnya yang enak, dagingnya juga rasanya enak, makanya El doyan makan di sini. Fe masih belum mau nyobain, cuma makan nasi saja itupun sedikit.

Aku beli porsi yang jumbo, jadi bisa dibagi dua dengan El.

Meski tidak luas, tapi ada ruang terbuka yang bisa membuat anak-anak nyaman bermain, termasuk ada kolam ikan kecil. Cuma ya memang gak ada wahana mainan khusus buat anak-anak, tapi setidaknya anak-anak gak bosan duduk doang.


Untung juga pas kami datang bukan jam makan siang, jadi tempatnya sepi dan anak-anak bisa bermain bebas tanpa kuatir mengganggu pengunjung lain.


 Entah apakah papan peringatan di depan pintu masuk itu ada kaitannya dengan makanan atau tidak, bisa jadi hehehe (becanda).


30 November 2021

Beli Ikan di Pasar Modern Sepulang Sekolah


Pulang sekolah mampir dulu ke Pasar Modern Sektor 7 untuk beli ikan buat kucing. Biasanya aku beli sendiri, tapi karena tidak ada yang menemani anak-anak di rumah, jadi aku ajak saja. Toh pasar modern ini lumayan bersih dan anak-anak senang di sini (bisa jajan dan beli mainan). Cuma kali ini agendannya cuma beli ikan dan jajan, sudah wanti-wanti gak ada beli mainan hehehe.


Mereka senang lihat ikan, terutama ikan tawar yang masih hidup - lele, patin, mujahir, gurami, dan sebagainya.


Sudah lama aku langganan beli ikan di sini, tempatnya Mas Asep yang meneruskan lapak dari temannya dulu (Arek, yang pindah ke Bekasi). Karena sudah langganan, aku gak pakai nawar, harga juga sudah dapat diskon dibanding harga jual normal. Kalaupun harga naik, dia akan memberi informasi, itupun tetap masih lebih murah dibanding aku beli di tempat lain yang belum kenal. Apalagi di Pasar Modern, harga ikan relatif mahal, tapi memang kualitasnya lumayan bagus. 

Sebenarnya, penjual bersedia mengantar ikan ke rumah secara gratis, tapi dilakukan setelah dia tutup toko sekitar jam 2 siang. Tapi aku lebih sering mengambil sendiri, karena perlu ikannya buat pagi dan biar lebih segar karena bisa langsung bisa disimpan di kulkas. Kalaupun terpaksa, sekarang bisa minta dikirim via Gojek/Grap, lumayan ongkosnya masih sekitar 16 ribuan.

Selain itu sering juga dapat bonus, baik ikan yang sudah kurang bagus (karena tahu buat kucing), dan kadang juga ikan-ikan yang bagus, buat nyobain katanya.
Semoga lancar rejekinya, Mas.
 

24 January 2020

Kolam Mini di Teras


Biar gak terlalu kosong, aku kepikiran untuk mengisi lahan kosong di depan teras dengan kolam kecil, siapa tahu bisa lebih manis. Sebelumnya tempat itu hanya aku isi dengan kerikil putih, yang lama-lama jadi kotor oleh lumpur. Jadi proyek ini sekalian membersihkan kerikil putih itu sebisanya.


Akhirnya kesampaian juga, setelah 'mencuri' waktu membeli gerabah tanah liat seharga 70 ribu tak jauh dari rumah. Sebelumnya aku harus mengeruk lumpur dan mencuci kerikil-kerikil putih ini, kerjaan yang hampir menyita waktu seharian. Melelahkan, tapi menyenangkan saat melihat hasilnya.


Untuk sementara aku isi ikan kecil-kecil saja, lumayan buat dipandang, meski artinya aku harus mengajar El dan Fe agar tidak mengobok-obok kolam kecil ini. Selain memberi variasi,adanya kolam ini juga memberi kesempatan bagi para kucing untuk minum. Sebenarnya juga sudah ada kolam kecil yang lama, tapi karena airnya biasanya dikit, kucing-kucing agak kesulitan untuk minum.

Proyek selanjutnya, menghias kolam mini ini agar lebih menarik. Pengennya sih ada tanaman, syukur-syukur kalau berbunga, di tengah kolam.



#minipond #kolammini #tinypond #gardening #fish

14 June 2018

Seaworld Jakarta


Akhirnya kesampaian juga berkunjung ke Seaworld, Ancol, Jakarta. Sebenarnya sudah lama penasaran ingin melihat tempat ini, tapi belum ada kesempatan. Kali ini bisa menyempatkan diri, sengaja memilih sehari sebelum Lebaran, biar gak terlalu ramai. Dulu pernah ke Ancol waktu hari H, rame banget.


Karena periode liburan, tidak ada tiket promo, hanya ada tiket premium seharga 120 ribu per orang. Aku beli di Tokopedia karena paling murah, 117 ribu per tiket, ditambah ada beberapa promo cashback. El sudah harus beli tiket sendiri karena batas maksimal gratis adalah tinggi badan 80 cm.

Dari total 4 tiket yang aku beli, aku dapat cashback 70 ribu. Lumayan.


Kura-kura ini adalah salah satu binatang yang boleh dipegang oleh pengunjung. Ukurannya lumayan besar, kalau gak salah ada 4 ekor di kolam ini. Awalnya El ragu-ragu untuk memegangnya, tapi setelah aku beri contoh, dia jadi berani, terlalu semangat malahan. Dia mondar-mandir sekeliling kolam mencoba terus memegang kura-kura yang muncul di permukaan, yang selalu bergerak dan berpindah. Padahal pengunjung lain juga ada yang ingin memegang, atau sekedar foto-foto, dan kadang El jadi mendesak-desak orang lain. Gak enak juga jadinya.


Sebagai penggemar binatang, termasuk ikan, tentu saja El sangat antusias di tempat ini. Tapi karena energinya terlalu banyak, dia lebih banyak menghabiskan waktu berkeliaran dari satu tempat ke tempat lain. Kadang mencoba memanjat aquarium atau pagar di bagian depannya. Pokoknya capek ngikutin pergerakan El. Makanya aku sendiri gak gitu fokus menikmati indahnya aquarium raksasa dan ikan-ikan di dalamnya. Yah, yang penting bocah senang.


Apalagi di bagian terowongan/tunnel di bawah aquarium utama ini. Kalau pengunjung dewasa asyik menikmati pemandangan dan ikan-ikan besar yang ada, termasuk foto-foto tentu saja, El lebih suka berlarian di terowongan ini, padahal penuh orang. Dia cuek saja berlari dan menyelusup di antara pengunjung lain, sementara aku keteteran mengikutinya karena gak mudah juga menyusup di antara pengunjung.

Tidak cukup 2-3 kali dia mengelilingi terowongan ini, tapi sampai 5 kali. Itupun masih ingin lanjut terus, tapi aku paksa berhenti karena sudah capek ngikutinnya. Apalagi sang Bunda sudah merasa lapar dan ingin keluar. Tak terasa sudah sekitar dua jam di tempat ini, El enggan untuk diajak pulang. Terpaksa ya dipaksa.


Di luar Seaworld, sesudah makan siang, dia senang melihat ada anak-anak bermain gelembung sabun. Ya sudah, dibelikan saja sekalian, dan sempat bermain sebentar di luar ruangan.

12 June 2018

Belanja Ikan Menjelang Lebaran


Ikan segar yang dijual di pasar Jombang, Tangsel, tiga hari menjelang Lebaran. Lumayan masih banyak yang menjual ikan meskipun pedagang langgananku sudah pulang kampung. Lapaknya dipakai oleh orang lain, sementara, dan untungnya dia mengenalku. Jadi aku masih dapat harga murah meskipun tetap lebih tinggi dibanding hari biasa, tapi tergolong murah untuk ukuran harga menjelang hari raya.


Pasar tradisional ini sudah tampak ramai dengan pembeli meski jumlah pedagang sudah berkurang. Meski demikian, harga barang kebutuhan pokok tampaknya tidak terlalu melonjak. Ada kenaikan, tapi masih wajar, mengingat kebutuhan meningkat sementara penjual berkurang.

Sementara itu, jalanan sudah mulai jauh lebih sepi ketimbang biasanya.

NB: kalau menurut istriku yang memilih belanja di pasar modern, kenaikan harga cukup terasa. Ya mungkin aji mumpung, memang banyak pedagang yang sudah mudik. Tahun ini liburan terkesan lebih lama dibanding sebelumnya.

16 February 2018

Ikan Cupang


Mesin pancuran di kolam mungil depan rumah sudah lama rusak dan aku masih malas untuk memperbaiki atau mengganti baru. Akibatnya, ikan-ikan di kolam itu gampang mati, meskipun beberapa kali kata penjual ikan-ikan itu tidak butuh air mengalir. Sejauh ini hanya dua jenis ikan yang bisa bertahan hidup, salah satunya ikan cupang.


Jadi sekarang aku isi saja dengan ikan cupang, toh warnanya juga bagus-bagus dan bentuknya tidak menjemukan - katakanlah dibanding lele atau wader hehehe.

07 April 2015

Pasar Ceger


Deretan motor di parkir di depan Pasar Ceger, masih belum terlalu ramai, dibanding dengan halaman parkir yang luas. Pagi ini aku nyoba belanja ikan di situ sebagai alternatif tempat belanja selain pasar modern. Di pasar modern sih lengkap dan banyak penjualnya, tapi harga relatif mahal. Dengan kebutuhan ikan yang makin banyak, selisih harga sedikitpun cukup berarti :)


Meskipun merupakan pasar tradisional, kayaknya pasar ini baru saja di renovasi. Bangunannya sederhana, tapi di dalamnya tampak bersih. Berbeda dengan pasar tradisional pada umumnya yang gelap dan becek. Jarak tempuh dari rumah juga gak terlalu terasa jauh kalau naik motor, kalau naik angkot, meskipun cuma 2 kali ganti, terasa jauh.


Yang jualan ikan hanya ada 2, dan ada 1 lagi khusus ikan tawar segar (lele, nila, mas, dsb). Syukurlah ikan yang aku butuhkan ada dan masih cukup banyak, ikan tongkol dan kembung layang. Harganya per kg masih 25 ribu, sementara kalau di pasar modern harganya sekitar 30 rb. Selisih 5 ribu rupiah, kalau beli 5kg kan sudah dapat tambahan 1kg. Lumayan.


Waktu aku datang masih banyak tempat yang belum terisi dan kosong, juga banyak kios yang masih tutup. Entah karena masih baru atau tempatnya masih sepi pengunjung, entah juga. Tapi waktu aku pulang, halaman parkir sudah mulai ramai. Kata temanku yang tinggal dekat situ, dia agak malas ke pasar itu karena masih sepi dan gak ada tempat jajanan yang enak. Aku sendiri kayaknya bakal milih tempat ini buat alternatif, karena harganya murah, tapi tetap ke pasar modern juga, karena dah punya langganan dan penjualnya masih banyak.

27 November 2013

Biking on Bedok Jetty


Ini adalah taman bugenvil, sebagai bagian East Coast Park, dilihat dari atas menara di tengah taman ini. Sesuai namanya, taman ini berisi banyak bunga bugenvil, yang sayangnya saat ini terlihat kurang terawat dan kurang banyak bunga yang mekar. Di menara yang berada di tengahnya, terdapat beberapa artikel tentang sejarah bugenvil termasuk cara merawat bunga ini.


Pagi ini aku berkesempatan untuk bersepeda di sepanjang pantai timur ini. Dengan bersepeda, aku bisa menjangkau lebih jauh lagi daripada sebelumnya yang cuma jalan kaki, hingga sampai ke Bedok Jetty. Bedok Jetty adalah semacam dermaga yang dikhususkan bagi mereka yang ingin memancing di pantai. Jadi masyarakat dilarang memancing kecuali di tempat ini.


Dermaga ini panjangnya kurang lebih 250km (menurut wikipedia), dan saat pagi yang cerah seperti ini, pemandangan pantai terlihat menakjubkan. Warna biru berpadu dengan hijaunya pepohonan terlihat istimewa.


Dari atas dermaga bisa terlihat ikan-ikan kecil, pertanda air laut yang bisa dibilang jernih. Mungkin karena di hari kerja dan sudah agak siang, tidak banyak orang yang memancing di tempat ini. Hanya ada beberapa orang, mungkin kurang dari sepuluh orang.


Ini pemandangan dari ujung dermaga. Aku sendiri sejak kecil tidak menyukai kegiatan memancing, jadi kalaupun menikmati tempat ini, hanya untuk menikmati pemandangan, laut yang tenang dan udara yang segar :)


... waktunya bergaya sebentar, narsis mode : on ...


Entah ini adalah kolam buatan atau apa, tapi sepertinya dipakai untuk olahraga air. Penasaran juga apa yang bisa dinikmati di tempat ini. Hanya saja, waktu aku datang yang ada hanyalah air yang sangat tenang,membuat pantulan yang nyaris sempurna. Oh ya, di sudut "kolam" ini ada sebuah restoran, kalau gak salah 360 Bar Restaurant.


Ini bagian yang aku sukai, pantai dengan pohon-pohon kelapa,tampak sempurna :)


Perjalananku kali ini berakhir di rumah makan McDonald, tempat aku menikmati sarapan sebelum pulang. Aku pesan paket sarapan murah meriah yang sudah cukup mengenyangkan bagiku. Seperti halnya tempat makan lain di kota ini, di sini kita bisa menemukan burung-burung bermain dengan santainya, dan kali ini yang kutemui di sini adalah burung gereja.

Target berikutnya adalah bersepeda sampai Marina Bay, moga saja masih ada kesempatan :)

Oh ya, besoknya aku membaca berita, kalau malam sebelum aku ke sini ada mayat bayi ditemukan di dekat Bedok Jetty, waduh. Sepertinya sang ibu stress dan bunuh diri sambil membawa bayinya, hanya saja sang ibu gagal meninggal dan malah kena tuduhan pembunuhan.

23 December 2012

Christmas Holiday : Popoh Tulungagung


Masih di Tulungagung, kalau pantai Sidem adalah perkampungan nelayan, pantai Popoh sepertinya dikhususkan sebagai tempat kunjungan wisata. Ada tempat parkir khusus dan pendopo di bangun di lokasi ini dengan berbagai faslitas pendukung.


Pantainya cukup tenang, banyak perahu nelayan merapat di sini, sementara tepian pantainya tidak banyak pasir seperti di pantai Sidem. Pantai ini cukup nyaman karena banyak pohon rindah yang membuat suasana sejuk dan tenang untuk beristirahat.


Salah satu bukti kalau tempat ini memang khusus untuk wisatawan adalah toko-toko yang menjual beragam souvenir - pakaian, kerajinan tangan khas pantai, makanan dan sebagainya. Cukup rapi dan terkelola dengan baik.


Meskipun tidak banyak pasirnya, tetap saja pengunjung ingin berbasah-basah di pantai ini. Semakin sore air laut semakin naik sehingga pasirnya benar-benar tertutup air laut.


Kok ada bendera negara lain selain bendera merah putih ya? Seperti bendera itali atau spanyol. Apa memang itu kapal punya negara lain? :) Oh ya, di sini pengunjung bisa berkeliling pantai dengan perahu yang ada, sayangnya aku tidak sempat mencobanya.


Di sebelah barat ada jalan setapak di sepanjang pantai bagi yang ingin jalan kaki menyusuri pantai. Nun jauh di sana terlihat kawasan pantai Sidem. Di tempat ini aku banyak menemui orang-orang yang memancing di tepi pantai, ada juga yang lagi membakar ikan. Uniknya, di dinding karang sekitar pantai ada yang sengaja membuat gua, tidak dalam tapi cukup untuk berteduh dua tiga orang, dan ada satu gua dengan dupa menyala di dalamnya. Entah untuk apa, aku tidak menemukan sesaji, hanya beberapa dupa yang sedang dinyalakan.


... beberapa souvenir yang ditawarkan di tempat ini ...


Desi tidak tahan hanya duduk dan memandang pantai. Diapun ikut bergabung dengan anak-anak kecil yang tidak dikenalnya, bermain di pantai hingga basah kuyup. Sepertinya cuma dia yang berbasah-basahan diantara rombongan kami. Tampak menyenangkan meski hanya sebentar.


... ah, giliranku bergaya dulu... hup! (Andre yang memotret)


Tentu saja, hidangan khas saat berkunjung di pantai adalah ikan bakar. Ada kakap bakar, cumi bakar, tuna bakar (seperti yang terlihat di atas) dan sebagainya. Mantap!


Sudah sore, meskipun belum waktunya sunset, dan kami harus segera pulang agar tidak kemalaman di rumah. Secara keseluruhan, pantai Popoh memiliki pemandangan yang bagus, meskipun tidak fantastik. Artinya tidak banyak waktu yang bisa dihabiskan untuk bermain-main di tempat ini. Untuk sekedar beristirahat, refreshing dan menikmati keindahan alam serta makanan laut, tempat ini pantas di coba.

30 November 2012

Afternoon at Tribecca Park


Meski sudah cukup sering datang ke Mal Central Park, baru kali ini aku sempat jalan-jalan melihat taman Tribeca yang ada di samping mal itu. Taman yang cukup asri dan adem, enak buat nongkrong dan ngisis :)


Ada beberapa hiasan dengan lampu-lampu kecil, juga patung-patung binatang dari kawat. Kurang yakin juga apakah patung dan hiasan ini sudah ada sejak lama atau dibuat dalam suasana natal saja.


Ada juga patung, atau dekorasi, berbentuk alat musik yang dibentuk dari tanaman menjalar. Bagus.


Selain tanaman, taman ini juga dilengkapi dengan kolam. Salah satunya adalah kolam dengan banyak ikan koi di dalamnya. Ikan koi yang di sana pun ukurannya sedang, bukan ikan koi yang kecil-kecil. Sepertinya sore hari, kalau lagi nganggur, enak juga kalau sekedar duduk-duduk di sini :)


Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...