Showing posts with label Plant. Show all posts
Showing posts with label Plant. Show all posts

13 September 2021

Mural di Tepi Danau Situ Bungur

Seorang penjual tape melintas di samping tembok penuh mural yang indah di jalanan di tepi danau Situ Bungur.

Paska revitalisasi Situ Bungur, sekeliling danau juga berbenah biar lebih cakep. Sebelumnya tempat ini juga sudah ada mural, tapi sepertinya diganti temanya, lebih menunjukkan tema lingkungan dan gambarnya juga lebih bagus. 

Semoga saja pesannya bisa diterima oleh para pengunjung danau, mengingat kesadaran para pengunjung masih cukup rendah terkait buang sampah pada tempatnya.

Di sisi lain danau, juga ada pemandangan menarik. Jejeran tanaman herbal tersusun rapi dalam pot-pot seragam di takan rak yang bagus. 

Entah siapa yang bertanggung jawab merawat tanaman-tanaman ini, tapi semoga bisa lestari dan bermanfaat bagi warga sekitar danau. Inisiatif yang patut diacungi jempol.

Tempat yang biasa dijadikan ajang selfie para pengunjung.


 Demi mematuhi protokol kesehatan, sudah disedikaan tempat cuci tangan bagi pengunjung danau, tapi cuma ada di satu tempat yaitu di gerbang utama. Padahal ada banyak jalan masuk untuk mengunjungi danau ini.

11 September 2021

Belalang Hijau Kawin

Belalang jenis ini agak jarang nongol di taman teras depan rumah, kalau gak salah ini jenis belalang hijau. Biasanya yang datang belalang jenis kayu, kadang ada juga yg warna hijau tapi kepalanya beda dengan ini.

Meski mereka termasuk kategori hama bagi tanaman, tapi aku biarkan aja, toh tanaman yang aku tanam sekedar hobi. Kehadiran mereka menambah pengalaman dan pengetahuan juga (baca: koleksi foto). Ya resikonya memang daun terong ini jadi ludes hehehe.


 Soal pose, agak menarik beberapa komentar teman saat aku posting ini di sosmed. Seorang teman mengaku pernah juga dapat foto gini, tapi gak berani upload di sosmed karena takut dianggap gak sopan. Lah, wong ini cuma binatang, apalagi binatang kawin kan alamiah, bahkan bagus buat pengetahuan, tanpa takut dianggap porno.

24 March 2021

Bermain di Atap

El menyebutnya dengan "teras atas", tempat aku meletakkan beberapa tanaman di sebelah luar tempat jemuran, persis di atap. Belakangan aku tambahkan tangga bambu buat tempat nongkrong, biar gak langsung menginjak genteng, juga untuk memudahkan naik turun memeriksa kondisi atap.

Nah, adanya atap itu makin membuat El, dan juga Fe, ikutan senang nongkrong di atap. 

Apalagi El. dia berani naik sampai ke puncak, dan mengamati pemandangan sekitar termasuk pepohonan dan beragam bangunan tinggi yang bisa dilihat. Ah, sepertinya minatnya hampir sama denganku. Tapi aku peringatkan agar dia tidak ribut. Soalnya Bunda pasti melarang karena dianggap berbahaya.


 Inilah pemandagan yang bisa dilihat dari puncak rumah. Jadi El senang melongok ke sini, melihat orang lalu lalang juga. Ah dasar, minat yang kurang lebih sama dengan bapaknya. 

10 January 2021

Bunga Gingseng Jawa

Ini bunga tanaman gingseng jawa. Di kebunku ada 2 jenis gingseng jawa yang berbeda, meski daun dan batangnya mirip, tapi bunganya beda. Nah ini yang jenis bunganya kecil-kecil. Diameternya mungkin kurang dari setengah cm.


 Kamera handphone sekarang memang makin canggih. Yang aku pakai ini Xiaomi REdmi Note 8, dengan mode Pro, dibuat agar jarak fokusnya tetap. Jadi aku cukup menggeser kamera agar dapat jarak yang pas sesuai fokus, terus dizoom biar lebih jelas. Hasilnya lumayan. Kalau pakai autofocus agak sulit bisa dapat fokus yang bagus. Meski tidak setajam hasil kamera digital yang mahal, tapi sudah lumayan bisa mendapat foto benda kecil dan bokeh.

04 January 2021

Kacang Panjang, Bisakah Jadi Alternatif?

Diantara berbagai jenis sayuran yang pernah aku coba tanaman, kacang panjang adalah tanaman yang paling mudah. Setelah benih diletakkan di tanah, hanya butuh 2 hari tunasnya sudah terlihat. Selanjutnya, jika lingkungan mendukung seperti tanah, air dan matahari, dia akan tumbuh dengan cepat, dan berbuah cepat juga. Mungkin 1-2 minggu sudah muncul kacangnya.


 Sementara saat ini lagi ramai soal kedelai impor yang terganggu dan membuat beberapa pabrik tempe berhenti produksi. Bagi masyarakat Indonesia, tempe hampir jadi makanan wajib, selain enak juga murah. Jadi ya ketika tempe hilang dari pasaran, agak berisik juga.

Nah, bisakah kedelai diganti dengan kacang panjang sebagai bahan pembuat tempe? Atau mungkin dibalik, bisakah kita membuat tempe dari bahan kacang panjang? Soalnya dari pengalamanku tadi, kacang panjang cepat sekali produksinya.

Entahlah.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...