Showing posts with label Fruit. Show all posts
Showing posts with label Fruit. Show all posts

27 November 2020

Timun

Akhirnya muncul juga satu buah ketimun. Senang melihat sayuran satu ini bisa tumbuh subur dan lebat di "lahan" seadanya, pot mungil bekas kaleng biskuit. Menjalar kemana-mana, daunnya lebat dan banyak bunganya.

Sayangnya aku kurang pandai belajar soal pupuk, jadi tidak bisa merawat tanaman ini dengan baik. Apalagi ternyata, karena di dalam ruangan, cahaya matahari yang didapat sepertinya kurang maksimal, jadi buahnya jarang muncul. Namanya juga belajar gak serius, untung-untungan saja sembari mengisi waktu luang.

 

08 July 2020

Nectarine

Beli buah ini di supermarket Harihari dengan harga yang termasuk murah karena penasaran. Selain itu warna dan bentuk buahnya juga menarik, jadi aku mengharapkan rasa buah yang mirip-mirip apel atau pir. Namanya Nectarine.


Rasanya ternyata tidak mengecewakan, - manis sedikit kecut, tekstur buah hampir mirip dengan pir hijau. Lebih kriuk dibanding apel, mungkin karena masih segar. Belum paham apa khasiatnya, yang jelas lumayan bikin kenyang dan menyegarkan dinikmati di cuaca panas.


Entah apakah ada yang sudah mencoba membudidayakan di sini atau tidak, tapi sepertinya buah ini menarik. Aku pernah makan buah persik, dan rasa maupun teksturnya masih lebih enak nectarine ini.



 Sayangnya buah ini tidak mudah dijumpai, mungkin musiman, mungkin karena impor juga, apalagi dibanding dengan apel, jeruk, pir dan anggur yang relatif selalu ada sepanjang musim, meski  harganya bervariasi.

26 November 2018

Rambutan Tetangga


Ada satu pohon rambutan milik tetangga (pak Kino) yang dahannya sudah sangat rendah dah sebenarnya mengganggu kendaraan yang melintas di bawahnya. Tapi sepertinya dahannya tidak segera dipangkas karena pohon rambutan itu sedang berbuah lebat.

Iseng-iseng aku lempar wacana soal rambutan ini, dan pemilik rumah merespon dengan memberi ijin siapa saja yang ingin mengambilnya, silakan, bebas karena toh ada di luar pekarangan rumah. Mantap!


Jadi tiap aku lewat depan rumahnya untuk jalan-jalan dengan bocah, baik El atau Fe, aku selalu sempatkan mengambil buah rambutan yang rasanya manis dan nglothok ini. Tentu tidak bisa sampai berkarung-karung, paling 1-2 genggam saja. Sebenarnya aku pengen ngajak tetangga sekitar untuk memetik ramai-ramai, tapi herannya seperti tidak banyak yang berminat. Anak-anak kecil di kompleks juga tampaknya tidak "beringas" soal rambutan ini.

Padahal kalau aku ingat di kampung dulu, rambutan ini gak akan bertahan semalam hehehe ... bisa langsung ludes saat anak-anak bermain.

PS: seminggu setelahnya, barulah dahan pohon rambutan ini dipotong sekaligus panen rambutan. Sayangnya waktu itu aku sedang ribet, jadi justru gak bisa ikutan panen.

30 August 2018

Belimbing Wuluh


Di kampung dulu,  beberapa tetangga punya tanaman belimbing wuluh, tapi bukan tanaman yang populer meskipun kami boleh memetik buahnya dengan gratis. Maklum, rasanya kecut, jadi kurang menarik untuk dinikmati langsung. Setelah merantau, aku jarang mengenal buah ini lagi.

Belakangan mulai mengenal buah ini lagi setelah kenal masakan bernama Garang Asem justru di Jakarta, yang ternyata memakai  buah ini. Rasanya memang jadi beda, dan makanan itu jadi salah satu favoritku. Masalahnya, setiap istriku ingin memasak Garang Asem, kami pasti kesulitan untuk mendapatkan buah ini di pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern.


Agak beruntung ada tetangga yang punya pohon ini dan sepertinya dia tidak mengkomersilkannya, artinya buahnya tidak sengaja dikembangkan untuk dijual. Jadi aku sering melihat buahnya jatuh dan busuk, atau sebaliknya, sudah habis diambil oleh para tetangga hehehe. Aku sendiri sudah sempat meminta ijin ke tetangga ini, suatu saat pengin memetik belimbing wuluh ini kalau pas ingin masak garang asem. Beliau menyilakannya.

01 March 2018

Mencoba Berlari (Lagi)


Sepatu ini aku beli sudah lama, harusnya lebih dari dua tahun lalu karena saat itu belum punya anak. Seingatku aku baru 1-2 kali memakai sepatu ini, karena memang jarang olahraga, terutama lari. Selain masalah stamina, dan kaki yang gampang sakit saat lari terlalu lama, juga makin lama sulit mencari waktu luang - dan lebih tepatnya sulit mendapat motivasi untuk olahraga.

Pagi ini aku iseng untuk mulai lari pagi, mumpung El sedang tidur, cuaca cerah, dan istriku sedang cuti. Biasanya tetangga berolahraga ringan dengan jalan/lari keliling kompleks, tapi aku merasa ragu. Jadi aku putuskan untuk lari di jalan raya, meskipun target awal tidak terlalu jauh. Dua-tiga km rasanya sudah cukup.

Belum ada 1 km, aku sudah merasa capek dan menyerah. Persis di depan McD Menjangan, aku berhenti dan mulai jalan kaki. Mendadak pandangan berasa kabur dan berkunang-kunang, dan yang paling menyakitkan adalah dada rasanya sangat sesak serasa akan meledak. Andai aku ada di lapangan atau rumah, pasti aku sudah langsung merebahkan diri. Untuk tak jauh dari situ, di Bambini, ada tempat aku bisa duduk sejenak. Setelah nafas mulai teratur barulah aku lanjutkan perjalanan. Kadang lari, kadang jalan, dibawa santai saja - ketimbang tumbang di pinggir jalan bakal lebih memalukan hehehe.


Layaknya pemula amatir, biasanya kalau olahraga ujung-ujungnya beli makan juga. Pas kebetulan lewat penjual buah langganan, jadi mampir beli pisang, jeruk dan salak. Aku "cuma" beli jeruk 2kg, tapi ada dua orang yang berkomentar "Kok beli jeruk banyak banget".

Btw, terkait dengan rasa capek dan pandangan berkunang-kunang yang aku alami tadi, ada penjelasan menarik yang aku dapat dari Pak Widarto.

6 menit pertama masih ada cadangan udara di paru-2. Setelah cadangan udara habis, terasa engap. 
Kalau diteruskan, mulai saat itu paru-2 mengambil udara langsung dari udara bebas, lalu diproses menjadi oksigen. Nah, saat itulah yang namanya "latihan" aerobic dimulai.  
Maka latihan aerobic [melatih paru-2 menggunakan udara langsung dari udara bebas dengan berlari sebaiknya minimal 6 menit . . syukur bisa > 12 menit[ kalau jalan kaki ya harus lebih lama lagi, karena cadangan udara habisnya juga lama ]

28 November 2017

Panen Cabe Lagi


Satu pohon cabe yang tumbuh di tepi selokan, benar-benar posisi yang tidak menarik sebenarnya, kembali berbuah lebat. Ya kalau dikumpulin begini lumayan lah 10-15 ons. Sayangnya saat ini kami jarang masak sendiri di rumah karena sibuk dan mengandalkan catering. Alhasil, cabe ini tidak ada yang makan.


Meskipun aku suka gorengan, tapi aku gak suka menggigit cabe langsung. Entah mengapa, sensasi pedas saat menggigit cabe itu membuatku tidak nyaman, berbeda dengan saat aku makan sambal.

Beberapa kali aku berikan cabe-cabe ini ke tetangga, kadang ada yang memetik langsung. Karena saat ini tidak ada yang mau ambil, mungkin karena harga cabe lagi murah, aku sebar lagi saja cabe-cabe ini ke halaman, siapa tahu tumbuh lagi lebih banyak hehehe.

28 December 2016

Liburan : Kebun Buah


Di hari terakhir liburan di kota ini, ibu mertua mengajak jalan-jalan ke salah satu kebun buah yang ada di lereng Gunung Klotok. Katanya beliau sering jalan-jalan sampai ke tempat ini dan membawa pulang buah-buahan, khususnya jambu biji dan pepaya.


Di kebun ini kita bisa memilih dan memetik sendiri buah-buahan yang ada langsung dari kebunnya. Tentu saja tetap harus membayar sebelum menikmati buah itu. Ternyata sang pemilik kebun dulunya tinggal di daerah yang sama dengan tempat tinggal mertuaku sebelum mereka pindah. Jadi waktu ngobrol mereka sempat membicarakan orang-orang tertentu di kampung yang sama, tapi mereka sendiri tidak pernah saling kenal sebelumnya.


Sayangnya aku lupa nama kebun buah ini, yang jelas di deretan yang sama dengan Goa Selomangleng, ke arah selatan dan bisa ditempuh dengan mobil, meskipun hingga saat ini jalan masuknya hanya cukup untuk satu mobil. Melihat isi tempat ini, sepertinya pihak pengelola sudah menyiapkan lokasi ini menjadi tempat agrowisata alternatif di kota Kediri.

14 November 2016

Burung dan Mangga


Salah satu yang sejauh ini masih membuatku nyaman tinggal di tempat sekarang adalah masih banyak burung liar di sekitar rumah. Tidak cuma beragam jenis burung pipit, tapi juga ada beberapa jenis burung lain. Meski kicauannya tidak seindah kicauan burung-burung yang dipelihara warga di dalam sangkar di rumah mereka, tapi keceriaan mereka di alam bebas memberi keindahan yang berbeda.


Ini buah mangga punya salah satu tetangga yang rumahnya dekat lapangan. Pemiliknya sepertinya tidak terlalu peduli dengan buah yang ada, karena sering aku lihat beberapa buah yang sudah masak terjatuh di jalanan dan ada juga yang sudah habis menjadi santapan binatang. Aku pikir cuma kalong, kampret dan sejenisnya yang doyan menyantap buah begini, ternyata burung-burung juga gak mau ketinggalan. Pas banget dapat momen ini, entah itu burung jenis apa aku kurang begitu paham.

03 March 2015

Strawberry Level Dewa


Meski terdengar lebay dan katrok, tapi harus aku akui, jarang sekali aku makan buah stroberi yang rasanya manis. Baik yang dijual di pinggir jalan, atau yang dibeli di supermarket yang agak mahal,tetap saja rasanya kecut, meskipun warnanya merah menggoda. Bahkan aku sempat tanya ke beberapa teman, bahkan yang punya kenalan juragan stroberi, kata mereka belum pernah ngerasain stroberi yang manis.


Makanya cukup senang waktu nemu stroberi import dari Korea ini, yang rasanya benar-benar manis. Harganya memang mahal, ya wajarlah, selain soal kualitas, juga harus didatangkan dari negeri yang jauh. Mumpung lagi sempat nemu, jadi beli satu pak, kurang lebih seperempat kilo, habis dimakan sendiri .... #rakus.

20 June 2014

A Sunny Morning At Mangga Dua


Sebuah kereta listrik sedang menunggu giliran keberangkatan di stasiun Mangga Dua, tampak dari arah gedung Eka Jiwa Mangga Dua. Di ujung satunya, dari arah St. Kota, juga ada yang berhenti menunggu giliran (tidak tampak di foto).


Pagi-pagi aku sudah sampai di Mangga Dua bersama istriku, bukan untuk belanja, tapi untuk urusan kredit di BII. Acara dijadwalkan jam 8, tapi kami diminta datang lebih awal 15 menit. Untunglah jalanan masih belum macet, bisa dibilang sangat lancar. Kami masih sempat sarapan bentar di samping gedung, meski hanya cemilan, tapi lumayan buat ngganjal perut.


05 March 2013

Beautiful Green Bird


Yang menarik dalam jalan-jalan pagi ini ke taman di Chempaka Kuning adalah aku menemukan beberapa burung cantik sedang makan di salah satu pohon di taman. Sebelumnya aku belum pernah menemukan burung seperti ini, baik di Singapore maupun di Jawa. Mungkin di kebon binatang pernah lihat dan lupa, tapi yang jelas tidak di alam liar.


Aku gak yakin apakah ini burung kakaktua atau bukan, tapi mirip. Sebagian besar bulunya berwarna hijau, paruh merah dan kepala kecoklatan.


Aku yakin, kalau ada burung seperti ini di kota-kota di Jawa, pasti langsung diburu untuk dijual atau sekedar dipelihara sendiri :)


Ini adalah buah yang sedang dimakan oleh burung-burung tersebut. Aku juga gak tahu nama buah itu, meskipun penasaran, tapi aku gak berani nekat mencoba mencicipi buah tersebut. Padahal warnanya menggiurkan hehehe....

Ada yang tahu nama burung ini? Juga nama buah yang dimakannya?

13 January 2013

Starfruit Flower (Carambola)


Waktu melintasi  jembatan penyeberangan menuju halte busway Simpruk, Kebayoran Lama, aku bunga berwarna merah jambu yang sedang bermekaran di samping jembatan.


Aku cukup akrab dengan pohonnya, pohon belimbing, yang sangat sering kutemui sejak aku kecil. Tapi terus terang aku tidak pernah memperhatikan kalau bunga dari pohon belimbing ini sangat indah. Bunganya kecil-kecil, mungkin itulah yang membuatku tidak pernah memperhatikan selama ini.


... cantik ...


Ada beberapa tawon dan kupu-kupu yang kujumpai sedang berkeliaran di sekitar bunga-bunga itu untuk makan.


22 December 2012

Christmas Holiday : Around the House


Masih capek karena "jetleg" perjalanan kereta api kurang lebih 13 jam, santai dulu di rumah dan refreshing dengan jeprat-jepret di sekeliling rumah. Mayoritas dapatnya foto tanaman dan bunga, toh aku suka bunga.


Ada banyak semut Rangrang (oecophylla smaragdina) di taman depan. Semut ini ukurannya lebih besar dibanding semut pada umumnya, berwarna merah dan kalau menggigit sakit dan panas, meskipun tidak seganas semut merah yang kecil. Semut ini bermanfaat menghasilkan kroto yang banyak dicari sebagai pakan burung, sehingga jenis semut ini saat ini mulai dibudidayakan.


... tanaman dengan batang berduri, yang aku gak tahu namanya ...


... kelopak bunga merah jambu, yang waktu kutanya bapak mertua, katanya bunga semboja (kamboja) meskipun aku agak ragu ...


... entah ...


Nah, yang ini aku tahu pasti, Sawo. Cuma ini tanaman tetangga dan sepertinya hasil cangkokan karena pohonnya pendek saja. Jaman kecil dulu di kebun rumah sempat ada pohon sawo yang sudah tumbuh besar, orang dewasa saja sulit memanjatnya.


Sekelompok burung gereja terbang di sekitar rumah, setidaknya mengisi udara sekitar dengan kicauan yang riang meskipun suara mereka tidak seindah perkutut.


Ini adalah daun anggur punya tetangga juga, tapi aku sendiri belum pernah melihatnya berbuah. Andre bilang dia pernah coba mengambil buahnya, dan rasanya sangat asam :)

19 June 2012

Pome


Baru sadar kalau dekat lapangan belakang kontrakan ada yang punya pohon delima, meskipun tidak besar. Seingatku baru satu kali aku makan buah delima, yaitu saat awal kuliah di Bandung. Saat itu depan kos ada pohon delima dan aku sempat memetik salah satu buahnya yang masak. Enak. Sayang sekali buah ini tidak banyak dijual di pasar ataupun supermarket. :-?

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...