Showing posts with label Silhouette. Show all posts
Showing posts with label Silhouette. Show all posts

13 July 2021

Good Sunset

Menikmati senja dari atap rumah, keindahan sederhana yang cukup untuk melepaskan syukur dan menikmati waktu yang ada. 


Mensyukuri hal-hal yang sederhana ini bukanlah melarikan diri dari masalah, tapi menjadi penyeimbang dalam menghadapi berbagai tekanan/masalah hidup yang ada.

 

15 August 2020

Situ Bungur - Pasca Revitalisasi

Kembali menikmati senja bersama anak-anak, setelah proyek revitalisasi dihentikan - lebih tepatnya sudah selesai. Tempat favoritku adalah sisi timur, tempat yang pas buat melihat sunset.


Tanpa alat-alat berat terkait proyek, orang-orang lebih leluasa menikmati danau dan bermain, apalagi seputar danau sudah ada jogging track yang memutar, -- sebelumnya juga ada, tapi kurang rapi -- dan lebih bersih karena masih baru. Salah satu kekurangannya hanyalah kurang hijau, karena pepohonan yang dulu ada di sekeliling danau sudah banyak berkurang.



 

07 May 2018

Senja Yang Tenang


Sejenak menikmati senja yang tenang di tepian Situ Bungur.


Cuaca cerah nyaris tanpa awan.


07 July 2017

Matahari Senja Itu


Sore itu, sebelum terbenam, matahari tertutup awan tipis yang membuat sinarnya tidak terlalu menyilaukan.



25 June 2017

Mengintip Senja Dari Stasiun Kebayoran Lama


Satu rombongan keluarga melangkah menuju gerbang keluar di dalam gedung stasiun kereta api yang sore ini tampak sepi.


Sore ini aku berniat untuk berkunjung ke tempat Bang Udin, salah satu keluarga dekat di Jakarta yang merayakan Idul Fitri, sesuai tradisi. Setiap tahun, tempat inilah yang "wajib" aku kunjungi di hari raya. Sayangnya kali ini istri dan anakku sedang sakit batuk+pilek, meskipun tidak parah tapi kami kuatir kalau kondisi mereka makin parah, jadi lebih baik mereka beristirahat saja di rumah. Jadinya aku sendirian.


Aku baru sempat berangkat sore hari karena semalam tidak bisa tidur nyenyak, akibatnya siang hari aku memilih untuk "membayar hutang" istirahat itu. Apalagi pagi harinya aku "bertugas" meliput acara sholat ied di kompleks.


Aku cukup beruntung karena tiba di Kebayoran Lama pas menjelang matahari terbenam, jadi aku berhenti sejenak di gedung stasiun untuk menikmati (dan tentu saja mengabadikan) momen ini.


Saudaraku tinggal persis di balik gedung tinggi warna putih di sebelah kiri itu. Dulu di bawah jembatan layang itu ada warung nasi bebek khas Surabaya yang rasanya maknyus dan harganya sangat ramah di kantong, langganan tiap aku sempat mampir. Entahlah apakah warung itu masih ada atau tidak, mengingat trotoar di sekitar jalan ini sedang dirapikan. Btw, dengan adanya jalan layang yang baru, jembatan layang yang lama jadi terlihat pendek :)

03 May 2016

Pagi Cerah Yang Sejuk


Butiran air hujan bercambur embun masih tampak segar dan berkilauan terkena sinar matahari pagi. Aku yakin itu air sisa hujan semalam yang cukup deras, yang pagi ini masih menyisakan udara dingin meskipun matahari sudah bersinar terang di ufuk timur.


Mumpung masih ada sedikit waktu, aku luangkan pagi ini untuk nongkrong sejenak di jalan sekitar Kampung Lio, salah satu spot menarik untuk menikmati matahari terbit. Langit cerah dengan sedikit awan tipis di sebelah timur, menambah indah lukisan pagi ini.


Ternyata sudah ada kupu-kupu yang cukup rajin mencari makan di pagi hari, di antara bunga-bunga liar yang ada di lahan kosong dekat gelanggang olahraga.


Bunga khas tempat ini, boroco yang banyak tersebar dengan liar di daerah ini. Meskipun tampak indah, tapi sepertinya bunga jenis ini tidak terlalu populer. Mungkin karena komposisi bunganya yang kurang serasi untuk ditaruh di taman. Tapi aku suka.


Kalau ini entah tanaman apa, semacam rumput liar saja. Tapi bunganya menarik, apalagi ketika terkena cahaya matahari pagi menghasilkan efek berkilau keemasan. Seringkali, hal-hal indah di alam ini dihasilkan oleh tanaman yang sederhana dan sering kita abaikan.


Rupanya aku tidak sendirian menikmati matahari pagi di tempat ini. Ada seorang bapak yang mengajak anaknya ke tempat ini untuk menikmati cahaya pagi yang belum terlalu terik menyengat.


Dalam perjalanan pulang berpapasan dengan orang yang berangkat kerja dengan memakai sepeda. Ah, jadi pengen sepedaan pagi-pagi juga. Harus mulai nyari waktu yang pas nih buat olahraga lagi.

17 February 2016

Twilight on the Lake


Lalu lintas jalan raya tampak sudah sepi meskipun sebenarnya masih jam sibuk waktunya orang-orang pulang kerja. Matahari masih tampak menyala terang di ufuk barat meskipun sebentar lagi sudah akan menghilang.


Mumpung ada kesempatan aku ingin menikmati matahari terbenam di langit yang cerah sore ini. Akhir-akhir ini aku jarang sekali sempat menikmati suasana senja. Masalahnya, aku belum menemukan spot-spot yang menarik di sekitar rumah untuk bisa menikmati suasana senja itu, selain di Situ Bungur.


Jadi setelah berputar sebentar mencoba mencari alternatif lokasi, pencarianku tetap berujung pada danau kecil itu. Ada sih danau-danau lain, tapi perlu waktu untuk menjangkaunya, dan bisa-bisa ketika sampai sana langit sudah sepenuhnya gelap, gak seru lagi :)


Meskipun bukan pertama kali aku menikmati senja di sini, tapi tetap tidak membosankan. Apalagi ketika pas golden-hour dimana langit berawan tipis penuh warna khas senja tampak dramatis memantul di air danau yang tenang.



Saat hendak beranjak pulang, aku lihat ada kupu-kupu hinggap di rerumputan tepi danau. Di sisi timur danau tidak banyak bunga yang tumbuh, lebih banyak rerumputan liar dan pepohonan. Tapi tetap saja mengundang kupu-kupu untuk bermain menikmati senja yang tenang ini.


Eh, kok ada bunglon kecil juga. Ternyata kamera ponselku masih bisa menangkap gambar reptil kecil yang bersembunyi di batang rumput liar ini meskipun tidak terlalu tajam hasilnya.

08 September 2015

Sketsa Pagi di Jembatan Situ Parigi


Seorang pria paruh baya berjalan melintasi jembatan di ujung Situ Parigi, membawa karung seperti pemulung. Meskipun tidak ramai, tapi aku perhatikan banyak juga orang yang lalu lalang di tempat ini di pagi hari.


Beberapa kali aku jumpai anak sekolah berjalan kaki, ada  yang sendiri, berdua dan kadang rombongan melintasi jembatan yang hanya selebar satu meter. Cukup untuk dilewati motor, tapi kalau pakai motor ya lebih enak lewat jalan biasa di sebelahnya (tempat aku mengambil gambar ini).


Satu hal yang membuatku tertarik adalah masih adanya rombongan anak sekolah yang berjalan kaki saat berangkat. Padahal sekarang kebanyakan mereka diantar-jemput dengan kendaraan bermotor, khususnya yang ada di kota besar, dan kalau sudah SMP-SMA malah sering yang naik motor sendiri. Jarang aku melihat anak-anak yang bergerombol naik sepeda atau jalan kaki. Padahal sangat menyenagkan kalau bisa berangkat dan pulang sekolah bersama-sama, meskipun harus jalan kaki.

29 January 2015

Siluet Senja di Situ Bungur


Hujan deras di sore hari tadi masih menyisakan awan mendung di langit. Namun menjelang maghrib, suasana masih tampak cerah, menandakan matahari sore di ufuk barat masih punya celah untuk mengirimkan sinarnya. Ini juga berarti akan ada sunset moment yang indah, dan tempat terdekat paling menarik untuk menikmati peristiwa ini adalah di Situ Bungur.


Seekor kucing tampak sedang bersantai di tepi danau. Waktu aku mendekat, dia sempat waspada, tapi tidak berlangsung lama. Sepertinya dia jenis kucing yang akrab dengan manusia, dan ketika aku panggil, dia segera membalas dengan mengeong pelan. Tapi akhirnya dia pergi juga, karena toh aku gak membawa makanan untuk aku berikan ke kucing ini. Apakah dia sedang ingin menikmati senja juga? Entahlah.


Benar dugaanku, semakin lama langit mulai berubah warna. Dari sekedar kuning terang bergradasi ke warna biru, warna mulai berubah lebih jingga dan menyebar makin luas. Gerimis rintik-rintik mulai turun dan memberi sedikit riak di air danau yang tenang, tapi aku masih enggan beranjak. Aku masih penasaran mencari sudut-sudut yang bisa memberi siluet menarik untuk senja kali ini.


Saat hari sudah makin gelap, langit mulai berubah jadi lebih lembayung, bergradasi ke biru pekat, dengan taburan warna kuning emas dari sisa-sisa cahaya yang masih terpantul oleh awan. Luar biasa. Meski sedikit, pohon palem di sisi kiri itu bisa memberi variasi menarik dari deretan siluet, yang menambah keindahan langit senja.

Waktu baca salah satu status teman di fb, baru ngeh kalau suasana ini yang disebut sebagai twilight. Karena penasaran, aku coba selidiki lebih lanjut apa bedanya sunset dan twilight. Eh, rupanya twilight juga terjadi di pagi hari. Jadi twilight itu periode antara matahari masih nongol (persis di permukaan), dan ketika langit benar-benar gelap. Selain itu ada beberapa jenis twilight : civil, nautical dan astronomical. Civil twilight adalah saat paling terang setelah matahari tenggelam, sedangkan astronomical ketika langit hampir gelap, tapi masih menyisakan warna terang, biasanya warna biru gelap (beda dengan biru langit di siang hari)

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...