Showing posts with label Moments. Show all posts
Showing posts with label Moments. Show all posts

19 November 2022

Jumpa Mantan Kolega di Central Park

Memandang jalur sepeda di daerah Palmerah ini, yang mungkin juga ada di beberapa ruas jalan di Jakarta, jadi berpikir, apakah efektif dan perlu? Aku bukan pendukung kendaraan pribadi - lebih banyak jalan kaki atau naik angkutan umum, serta dulu sering naik sepeda. Jalur sepeda ini tampak lebih sering kosong, hanya sesekali ada pesepeda yang melaju, itupun aku rasa sekedar hobi.

Buatku, lebih mendesak adalah peningkatan angkutan umum dan fasilitas buat pejalan kaki (trotoar, JPO) yang benar-benar dilindungi, tidak diserobot oleh kendaraan lain dan pedagang.


Setelah sebelumnya ketemuan dengan Pii dan Dillah, kali ini rencana mau nongkrong dengan Pii dan Nanda, mumpung Nanda lagi ada tugas di Jakarta dan masih ada waktu luang sebelum dia balik kampung. Biar gak jauh dari bandara, ketemuannya di mall Central Park. Sebenarnya pengen ajak Dillah juga, sayang di ada acara keluarga, jadi gak bisa ikutan.


Nanda sudah datang lebih dulu, tapi gak lama sebelum aku sampai di lokasi. Tapi aku sengaja mau mutar-mutar mall dulu, baru ngabarin dia. Pii bilang bakal datang terlambat karena ada sedikit masalah pencernaan. Berhubung sudah lewat waktu makan siang, aku beli burger dulu buat ganjal perut, terus nunggu di taman Tribeka. Tak lama kemudian Nanda muncul, disusul Pii sekitar satu jam kemudian.

Kami nongkrong sambil makan dan ngobrol nostalgia seperti biasa, juga cerita soal kesibukan masing-masing. Pokoknya ada saja bahan yang bisa dijadikan obrolan, toh jarang sekali ketemu.


Beberapa bulan setelah pandemi dinyatakan berakhir, kondisi beberapa mall berangsur-angsur membaik dengan banyaknya pengunjung. Soal apakah omsetnya naik atau enggak ya gak tahu, apalagi sekarang toko-toko di mall harus bersaing dengan toko online yang mulai makin popular karena pandemi.

Setidaknya kegiatan nongkrong di luar ruangan dan berkumpul bersama teman-teman secara langsung adalah hal yang sulit digantikan secara virtual. Nikmatilah, selagi masih sempat.


 

10 October 2022

Office Gathering - Day 2

Selesai sarapan, kami semua berkumpul di ruang rapat untuk acara kantor yang agak resmi. Aku sempat heran, kok semua pada bawa laptop, padahal aku pikir ini hanya acara gathering yang sifatnya santai. Meski berbaju casual, tapi sepertinya semuanya seperti serius kayak mau meeting kantor. Aku cuma bawa hape, dan cuek saja.

Memang acaranya lebih banyak santai, meski sifatnya seperti meeting. Di kesempatan ini Chin memaparkan sekilas tentang perusahaan dan apa yang sudah dan sedang dikerjakan dan progress selama ini. Kami juga sempat diskusi sebentar dengan dua client di luar negeri, sekilas memberi gambaran apa yang akan kami kerjakan ke depan.

Dari sini aku juga baru tahu singkatan dari nama kantor selam ini, yaitu BCX - Beacon Customer eXperience. Setelah selesai presentasi, kami memainkan beberapa game ringan dan membuat kami bisa lebih saling mengenal satu sama lain, seperti hobi, kekuatan dan personalitas masing-masing.

Di kantor ini ada 2 tim atau departemen yang terpisah, dan hanya Chin yang satu departemen denganku sehingga selama ini aku tidak pernah berinteraksi langsung dengan orang lain.

Selanjutnya kami makan siang di hotel, dengan menu khas Indonesia, tapi tetap ada variasi pilihan makanan dari luar juga. Pilihan makanan yang banyak, sementara orangnya tidak banyak, membuatku kewalahan karena pengen nyoba ini itu, tapi sudah terlalu kenyang. Ibarat makan di restoran all-u-can-eat. Ya, selagi dibayarin kantor dan sudah masuk dalam anggaran, gak ada ruginya untuk memakai "aji mumpung" hehehe.

Sore hari kami semua menuju ke kawasan Atlas Beach Fest, lagi-lagi sewa dua taksi online. Perjalanan agak macet, jadi lebih terlambat dari yang direncanakan. Semula aku pikir ini kawasan hiburan keluarga seperti Ancol, tapi ternyata bukan. Lebih mirip kawasan pub atau diskotik berskala luas, di daerah Badung.

Wendi sempat bilang kalau dulu tempat ini adalah HollyWings, yang ditutup karena masalah di Jakarta dan berimbas ke cabang lainnya. Wah, aku sih gak paham dengan berita-berita begitu.

Sebelumnya kami dapat info kalau bisa datang sebelum jam 3, akan dapat harga promo untuk fasilitas VIP, lumayan bisa hemat 50% lebih. Tapi karena jalanan sempat macet (yang bagi orang Bali adalah berkah karena tanda wisatawan banyak berkunjung), promo itu sudah berakhir.

Jadi sempat bingung, apakah masih mau pakai fasilitas VIP atau regular. Sebenarnya dari pihak kantor tidak masalah untuk mengeluarkan biaya VIP. Yang jadi masalah, paket VIP ada syarat minimal belanja, dan karena kebanyakan dari kami bukan orang-orang clubbing yang hobi minum alkhohol, fasilitas VIP itu akan sia-sia. Jadinya kami beli tiket regular saja, kalau gak salah sekitar 150 ribu per orang dapat bonus 1 welcome drink, tapi tidak bisa mengakses tempat2 khusus VIP. Sementara kalau VIP, kalau gak salah minimal spent 6 juta untuk 5 orang. 

Dari sekitar 6 pilihan welcome drink, hanya satu yang tanpa alkhohol yaitu es kelapa muda, selain itu adalah minuman oplosan dengan berbagai campuran, tapi kata Karl, semuanya berdasar Vodka. Aku cuma yang cocomelon ini. Bentuk botolnya keren, tapi rasanya ambyar, gak enak.

Lokasi ini berada persis di pinggir pantai, jadi bisa santai, minum-minum, nongkrong sambil menikmati pemandagan pantai dan matahari terbenam.


Jadi selama berjam-jam kami gak melakukan banyak aktivitas, hanya duduk saja, minum, mainan hape, ngobrol dan melihat pemandangan pantai.

Sesekali aku main ke pantai, jalan-jalan bentar dan motret suasana sunset dan pantai yang relatif masih sepi.

Sayang sekali aku tidak diijinkan membawa kamera digitalku, karena ada batasan lensa yang boleh dibawa masuk (kalau gak salah ukuran 50 inch ke atas gak boleh). Aku sendiri bingung kameraku ukuran berapa, tapi yang jelas memang besar, lha bisa zoom sampai 40x hehehe. Jadinya kameraku aku titipkan ke security. Akibatnya aku hanya bisa motret pakai hape, dan apesnya, sesaat setelah sunset, baterai habis.


 Jadi aku tidak bisa mengabadikan kegiatan kami setelah matahari terbenam.

Yang jelas setelah malam kami mencari tempat makan malam di kawasan itu juga, dan ada banyak pilihan restoran dan tempat makan yang nyaman. Selesai makan baru kami kembali ke hotel.

Salah satu teman sempat menyanyi karaoke dan mendapat bonus 1 kaleng bir gratis. Ah, aku pengen nyoba juga tapi masih malu hehehe.

20 August 2022

Perayaan 17an Lagi

Anak-anak, termasuk El dan Fe, menyanyikan beberapa lagu nasional, untuk mengawali acara lomba memperingati HUT Kemerdekaan RI di kompleks. Sudah sekitar seminggu mereka berlatih, dilatih oleh Bu Adhi dan beberapa warga lain. 

Setelah dua tahun berlalu tanpa ada acara seperti ini terkait pandemi Covid-19, tahun ini kembali acara ini diadakan dengan cukup meriah dan dihadiri banyak warga, tetap masih dengan menerapkan beberapa tindakan sesuai protokol kesehatan.

Selain anak-anak mudah (dan remaja) yang kembali berkiprah sebagai panitia penyelenggara, kembali Pak Reza dipercaya untuk menjadi MC acara.

Bisa dibilang ini debut keikutsertaan Fe dalam lomba 17an, kebetulan ada beberapa anak yang cukup sebaya dengannya. Dia ikut lomba sederhana saja, menempel "ekor" dari tali rafia ke gambar kuda yang ditempel di dinding, dengan mata tertutup. Hasilnya, Fe dapat juara kedua.

El juga ikutan lomba, hanya saja dia bergabung dengan kelompak anak yang rata-rata lebih besar dibanding dia. 

El mengikuti lomba bawa kelereng pakai sendok, dan hasilnya kurang bagus, beberapa kali kelerengnya jatuh dan harus diulang lagi. Yang penting seru, tetap semangat El!




... stok makanan yang selalu melimpah ...


.. bapak-bapak yang tak kalah heboh saat ngerumpi dan bergosip ...


El kembali ikut lomba dengan anak-anak sepantaran dia, mencoba memasukkan pensil dalam botol, dan ternyata dia juga kesulitan melakukannya. Seperti bapaknya dulu waktu kecil, juga jarang bisa menang lomba 17an hehehe.




Meski tidak menang lomba, setidaknya anak-anak senang karena bisa bermain bebas dengan teman-teman sebayanya.

Untuk para orangtua juga ada lomba tertentu, yang lebih bersifat buat senang-senang saja, hadiahnya sih gak penting.






Kurang lengkap rasanya acara lomba 17an kalau tidak ada tarik tambang (dan makan kerupuk, yang kali ini tidak diadakan). Jadi meski tidak ada lomba khusus, tapi tambang untuk pertandingan ini tetap disedikan sehingga bisa dimanfaatkan juga untuk bermain demi menambah keseruan acara.


Fe kali ini senang bisa bawa pulang hadiah.



 Di akhir acara ada pengundian door price dengan berbagai macam hadiah, seperti kipas, rice cooker, dan televisi sebagai hadiah utama. Secara kebetulan, hadiah utama ini diterima oleh pak Tono, yang mulai tahun ini menjadi pengurus kompleks. Selamat!

10 July 2022

Iduladha 2022

Meski ada permintaan dari tetangga untuk memotret sholat ied di kompleks hari ini, tapi aku terpaksa menolak untuk kali ini. Aku ingin jalan-jalan dan menikmati liburan dengan suasana yang berbeda. Jadi aku jalan-jalan sepanjang jalan Cenderawasih ke arah Tegal Rotan hingga Pasar Modern sektor 7, melihat bagaimana warga sekitar merayakan Iduladha tahun ini. Soalnya sudah mulai longgar, jadi praktis sudah makin banyak warga yang ikut sholat ied di lapangan.

Ini sholat ied di salah satu masjid dekat kantor kecamatan Sawah Lama. Beberapa anak tampak lebih memilih bermain saat orangtua mereka khusus sholat.

Di masjid jami seberang mal BXC, tampak sebagian orang duduk di pinggir jalan saat mengikuti sholat ied, mungkin karena masjid dan halamannya sudah penuh.

Namanya juga anak-anak, apa saja dipakai bermain, apalagi ini hari libur.

Warga mengerumuni hewan korban yang disiapkan di sebuah mushola di kawasan Tegal Rotan. Maklum, warga kota sepertinya jarang melihat hewan ternak hehehe. Mungkin mereka juga menunggu ritual penyembelihan dan pembagian daging korban, sesuatu yang tidak bisa dilihat setiap hari.

Baru setelah tengah hari aku pulang ke rumah dan langsung mengajak anak-anak ke mushola ikut ngumpul dengan warga. Sengaja pas hewan korban sudah dipotong semuanya dan tinggal menunggu dibagi-bagi ke warga sekitar. Karena ada sisa, sebenarnya aku dapat jatah 2 kantong. Tapi yang satu kantong aku titip ke tetangga agar ikut dimasak buat nanti malam. Soalnya di rumah juga belum tentu ada yang makan.

Malam harinya bapak-bapak mengadakan bakar-bakaran daging korban, yang sudah dibumbui dan disiapkan dalam bentuk sate. Aku ajak anak-anak juga karena memang bakal ada anak-anak lain yang bermain, jadi kesempatan buat mereka ngumpul. 


 Sate yang sudah selesai dibakar langsung ludes disantap, selain memang enak, bumbunya pas dan dagingnya juga empuk. Dari anak2 hingga orangtua menunggu waktu sate matang dibakar.

Jadi ingat tahun lalu, ada acara seperti ini juga dan aku telat datang, pas datang sudah habis dagingnya :-D.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...