Showing posts with label Morning. Show all posts
Showing posts with label Morning. Show all posts

20 December 2022

Jalan pagi ke Situ Bungur

Pagi yang cerah, cocok buat jalan-jalan di danau sambil berjemur dan menikmati pemandangan sederhana.

Biar gak jenuh, aku dan Fe pergi jalan-jalan sebentar di danau berdua saja, El gak ikutan. Kami jalan kaki saja dari rumah, terus berkeliling satu kali putaran, dan lanjut pulang.



 Anjing yang cukup ramah yang ada di sekitar danau.

02 July 2022

Jalan Pagi Dengan Sepatu Rusak

Pagi ini jogging pagi-pagi, start dari depan kampus UPJ, berhenti sejenak saat melihat pohon dengan warna hijau memanjang di rantingnya. Samar, karena cuaca agak mendung dan tempat agak jauh, tapi aku kira itu adalah ular hijau. Sengaja aku jogging bawa kamera, jadi aku motret. Meski kepalanya gak kelihatan, tapi sepertinya ini bukan sekedar daun. Aku beranjak pergi tanpa memastikan.

Melintasi samping stasiun Jurangmangu, aku menuju mal BXC, terus ke arah Taman Menteng. Melewati hutan di samping perumahan itu, yang sejauh ini masih dijaga (belum dijadikan cluster) sehingga cukup sejuk, dan jadi tempat mangkal beberapa ojek online.

Sejak pagi cuaca bercampur antara panas dan mendung.

Sampai arah Lotte Mall, aku belok ke arah Bintaro Sektor 9. Aneh juga melihat ada beberapa kuda dan penunggangnya melintas di jalan. Belakangan aku tahu mereka berkumpul di sekitar Giant, dan menawarkan jasa bagi anak-anak yang ingin naik kuda berkeliling.


 Dari perempatan dekat Harihari aku balik arah lagi ke mall BCX dan pulang, kali ini menyeberang lewat fly over di atas tol dan kereta api. Tampak sepatuku kondisi solnya makin parah, meski sebelumnya sempat aku lem. Padahal kali ini tidak banyak lari, lebih banyak jalan kaki. Ya memang kualitas lemnya juga bukan yang khusus untuk sepatu, jadi  wajar kalau gampang rusak.

Setelah ini sepatu ini aku buang, toh masih ada beberapa sepatu lain yang selama ini aku simpan tapi jarang dipakai.

06 November 2021

Jalan-Jalan di Pagi Yang Cerah di Situ Bungur

Pagi yang cerah, dan sudah cukup panas meski baru jam 8, waktu yang menyenangkan untuk jalan-jalan di pinggir danau yang tenang. Tempatnya masih sepi meski akhir pekan, masih bersih dan rapi setelah tempat ini direvitalisasi.


Di beberapa sudut, terutama di bagian paling timur, tamannya cukup rapi dengan bunga-bunga mekar yang menawan.

Karena akhir pekan, ada banyak pedagang di sekitar danau termasuk penjual balon, mainan sederhana yang lumayan bisa membuat senang anak-anak. Sekali putaran keliling danau tidak membuat mereka kecapekan, malah senang.


 

28 February 2021

Kualitas Air di Situ Parigi

Pagi hari, banyak orang yang jalan-jalan dan berolah-raga di sekitar Situ Parigi, Pondok Aren, Tangsel. Kebetulan aku habis beli ikan di Pasar Jombang, mampir sebentar karena sudah lama gak nengok danau/bendungan ini. Seperti Situ Bungur, kawasan ini juga sudah direvitalisasi sehingga nyaman buat jalan-jalan. Cuma kali ini aku tidak sempat berkeliling, hanya menengok bendungan saja.


 Kondisi air di bawah bendungan menunjukkan kualitas air sungai yang memprihatinkan. Begitu banyak busa sabun yang terlihat, menunjukkan air sungai ini sudah tercemar, setidaknya oleh deterjen. Parah memang. 

Waktu iseng aku posting ini di Facebook, sebagian teman berkomentar ini akibat menjamurnya bisnis laundry kiloan. Bisa jadi, aku sangat ragu kalau bisnis skala kecil itu punya penanganan limbah yang bagus, paling gampang ya, -- seperti pola pikir rata-rata rakyat Indonesia --, buang saja ke selokan.

Tapi bisa jadi ini jug aakibat limbah rumah tangga, akumulasi dari limbah perumahan di selatan yang terkumpul di sungai. Tidak bisa dipungkiri, semakin banyak penduduk yang tinggal di pinggiran Jakarta. Bahkan kompleksku sendiri, termasuk rumahku, membuang limbah rumah tangga yang di selokan, yang ujungnya akan dibuang ke kali. Sudah hal yang wajar, meski bukan praktik yang bagus. 

Sejauh ini aku belum nemu solusi untuk ikut mengurangi pencemaran sungai ini. Setidaknya aku berusaha tidak membuang sampah ke sungai. Seringkali aku prihatin dengan perilaku masyarakan yang masih hobi membuang sampah ke sungai, kadang dilempar begitu saja dari atas jembatan.

30 September 2020

Pagi Yang Terik di Situ Bungur

Sekali-kali jalan-jalan ke Situ Bungur pas pagi hari, niatnya sambil olahraga. Tapi ternyata, meski belum jam 9, rasanya sudah panas menyengat. Sejak pagi sudah banyak warga yang nongkrong buat mancing di pinggir danau.


Kotak yang kosong di papan larangan ini sebelumnya adalah larangan memancing, terus dihilangkan. Gak mungkin melarang warga untuk memancing di tempat ini - sepertinya memancing menjadi hobi banyak orang, dan dimana ada tempat yang kemungkinan ada ikan yang bisa dipancing, bakal ada saja orang yang mancing - entah sungai, danau atau rawa, bahkan selokan.



 Pengunjung danau pagi hari tidak sebanyak saat sore. Mungkin karena bukan hari libur juga, lagipula memang panasnya gak bikin betah, beda dengan kalau sore hari sudah cenderung teduh.

29 August 2020

Situ Bungur yang Rapi

Akhirnya revitalisasi Situ Bungur sudah selesai beberapa minggu lalu, jogging track dengan konblok lumayan rapi mengelilingi danau, memudahkan warga yang ingin sekedar jalan-jalan atau jogging. Juga ada papan nama dan sedikit lahan parkir. Areal kumuh dekat pemukiman warga, yang dulunya penuh dengan kotoran unggas, juga dirapikan -- konsekuensinya beberapa pohon juga harus disingkirkan. Kawasan pedagang juga dirapikan, untuk sementara, tapi aku sih yakin, bakal muncul lapak-lapak pedagang kaki lima, apalagi kalau tempat ini ramai pengunjung.


Pagi-pagi aku iseng jalan-jalan ke sana, Fe yang sudah bangun ikutan. Sayangnya, meskipun baru sekitar jam 8 pagi, matahari sudah terasa panas menyengat. Jadi aku batal jalan memutari danau, apalagi ada Fe. Cuma main di pelataran ini saja, foto-foto sebentar terus pulang.




Awalnya sengaja bawa mainan superhero, Superman dan Ironman, buat foto-foto. Sayangnya, pas aku letakkan di huruf-huruf yang ada, figur Superman jatuh ke danau. Ya sudah, good bye.
 

15 October 2018

Pagi Yang Biasa


Sekelompok burung pipit bertengger di kabel listrik yang membentang di areal persawahan, sepertinya menunggu kesempatan untuk mencari makan di sawah yang sudah hampir siap panen, tapi sedang ditunggu oleh petani.



Berniat menikmati cemlan yang aku beli di Pasar Denggung, tampak seekor kucing sedang bermain dengan tikus kecil. Tampaknya sih dia tidak berniat menjadikannya sebagai santapan, hanya sebagai mainan - meski akhirnya tetap saja tikus kecil itu mati juga.


Pagi ini cerah, meskipun semalam tidur cukup larut, tapi aku bisa bangun pagi karena kondisi rumah memang sedang sibuk. Mumpung belum terlalu ramai, aku putuskan jalan-jalan sebentar menikmati sejuknya udara di kaki Gunung Merapi ini.


Sungai tempat bermain di masa kecilku dulu, sudah berubah tapi tidak terlalu drastis, masih ada sisa-sisa yang bisa dikenang. Setidaknya sekitar sungai belum berubah fungsi menjadi bangunan beton. Btw, sungai diberi sekat-sekat seperti bendungan, entah untuk tujuan apa. Yang jelas di sini dulu kami sering berenang karena sungainya cukup dalam, apalagi untuk ukuran anak-anak sekolah dasar.

Sekarang sudah jarang terlihat ada yang memanfaatkan sungai ini untuk mandi atau mencuci. Di seberang jalan dari sungai ini, areal persawahan sudah diuruk dan dijadikan deretan ruko.

02 June 2018

Suatu Pagi di Jurangmangu


Seorang petugas kebersihan tampak memungut sampah yang ada di trotoar yang menghubungkan Stasiun Jurangmangu dan Mall Bintaro Exchange.

Mumpung masih ada kesempatan, sebelum istri mulai rutin masuk kerja lagi, pagi ini jogging santai (lebih banyak jalan ketimbang lari).





Komunitas pecinta anjing di Bintaro hampir setiap Sabtu pagi berkumpul. Mereka mendapat ijin untuk memanfaatkan areal ini, yang baru aku tahu kalau tempat ini sebenarnya dipakai sebagai lahan parkir valet untuk RM Telaga Sampirun.



Sesekali perlu juga mengajak El di sini, mungkin dia bakal semangat melihat anjing-anjing ini. Kali ini tampaknya tidak banyak yang ikutan.


Areal ini juga sering dipakai nongkrong para pengemudi ojek online. Sayangnya mereka belum terlalu punya kesadaran soal kebersihan, terbukti dari banyaknya sampah berserakan, terutama gelas plastik.

12 September 2016

Sholat Iduladha di Komplek


Semalam waktu melewati lapangan ini, pengurus RT komplek memanggilku dan minta bantuan agar besok aku mau mengabadikan acara sholat ied di lapangan kompleks. Aku sanggupi permintaan tersebut, toh gak diminta pun aku tetap akan berusaha mengabadikannya. Dengan satu syarat, aku gak sibuk dan bisa bangun pagi hehehe. Apalagi di rumah lagi ada keluarga besar yang ngumpul.


Beberapa warga datang agak terlambat ketika sholat sudah dilakukan, entah detailnya bagaimana akupun gak gitu paham. Tapi kebanyakan sudah berkumpul sebelum jam 6.30 pagi, dan waktu aku datangpun sebenarnya sholat sudah dimulai.


Termasuk anak-anak dan wanita, yang hadir di sini ada hampir 50 orang, lumayan untuk ukuran komplek yang kecil. Sebenarnya yang lebih menyenangkan adalah kebersamaannya ini.


Nah, dalam acara begini, pasti ada ulah-ulah lucu dari anak-anak kecil yang belum terlalu mengerti apa yang mereka ikuti. Jadi mereka ikut serta karena ajakan orangtua, tapi tetap asyik dengan dunianya sendiri :) Namanya juga belajar, atau lebih tepatnya diajari agar terbiasa, sambil perlahan-lahan diberi pengertian.


Kotbah dibawakan oleh Pak Heri, salah satu dari beberapa dosen/guru agama yang ada di kompleks.


Suasana waktu kotbah dibawah tetap tenang dan khidmat meskipun tidak lepas dari tawa canda ringan dari warga.


Beberapa kucing di sekitar lapangan malah penasaran dengan apa yang aku lakukan dan mendekatiku, berharap aku membawa makanan untuk mereka.


Saat aku berkeliling mencari sudut yang pas untuk memotret, beberapa warga mengajakku untuk lebih mendekat ke lapangan. Tapi aku enggan untuk terlalu mendekat dan menarik perhatian para warga, jadi aku tetap berada di luar lapangan. Toh kamera yang aku pakai punya zoom hingga 21x, jadi masih lumayan bisa menangkap beragam ekspresi warga yang dengan khusuk mengikuti ibadah ini.


Saat sholat selesai dilakukan, bocah yang ditengah ini langsung menyadari kehadiranku dan segera datang menghampiriku. Namanya juga bocah, spontan saja. Tapi segera aku memintanya kembali lagi ke barisan untuk mendengarkan kotbah, yang notabene disampaikan oleh bapaknya sendiri.


Saat acara selesai, aku sebenarnya ingin segera bergegas pulang. Selain karena ingin berkumpul dengan keluarga, biar gak terlalu aneh saja. Eh, malah salah satu warga memberi pengumuman lewat speaker tentang kontribusiku dalam memotret acara ini dan aku dipanggil untuk bergabung. Tentu saja acara terakhir ada foto-foto bersama seluruh warga. Karena tempat terbatas, foto dibagi antara kaum pria dan kaum wanita.



Meriah dan kompak!

03 May 2016

Pagi Cerah Yang Sejuk


Butiran air hujan bercambur embun masih tampak segar dan berkilauan terkena sinar matahari pagi. Aku yakin itu air sisa hujan semalam yang cukup deras, yang pagi ini masih menyisakan udara dingin meskipun matahari sudah bersinar terang di ufuk timur.


Mumpung masih ada sedikit waktu, aku luangkan pagi ini untuk nongkrong sejenak di jalan sekitar Kampung Lio, salah satu spot menarik untuk menikmati matahari terbit. Langit cerah dengan sedikit awan tipis di sebelah timur, menambah indah lukisan pagi ini.


Ternyata sudah ada kupu-kupu yang cukup rajin mencari makan di pagi hari, di antara bunga-bunga liar yang ada di lahan kosong dekat gelanggang olahraga.


Bunga khas tempat ini, boroco yang banyak tersebar dengan liar di daerah ini. Meskipun tampak indah, tapi sepertinya bunga jenis ini tidak terlalu populer. Mungkin karena komposisi bunganya yang kurang serasi untuk ditaruh di taman. Tapi aku suka.


Kalau ini entah tanaman apa, semacam rumput liar saja. Tapi bunganya menarik, apalagi ketika terkena cahaya matahari pagi menghasilkan efek berkilau keemasan. Seringkali, hal-hal indah di alam ini dihasilkan oleh tanaman yang sederhana dan sering kita abaikan.


Rupanya aku tidak sendirian menikmati matahari pagi di tempat ini. Ada seorang bapak yang mengajak anaknya ke tempat ini untuk menikmati cahaya pagi yang belum terlalu terik menyengat.


Dalam perjalanan pulang berpapasan dengan orang yang berangkat kerja dengan memakai sepeda. Ah, jadi pengen sepedaan pagi-pagi juga. Harus mulai nyari waktu yang pas nih buat olahraga lagi.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...