I just try to capture an ordinary life --- moments, things, places, peoples, etc. --- with a simple skill
I believe that we can find many interesting things in life, even in a very simple thing.
Showing posts with label Nganjuk. Show all posts
Showing posts with label Nganjuk. Show all posts
25 December 2019
Mudik 2019 : Hari Ke-4, Nganjuk
Tante Utik ikut bercengkerama dengan kami di atas kursi roda, sementara El dan Fe asyik nonton video di handphone bersama Kila. Kaki tante retak karena masalah "sepele", jatuh di selokan, dan butuh waktu lama untuk pulih. Semoga cepat sembuh.
Om Har sedang mengamati para tukang mengayak pasir untuk merenovasi rumah warisan keluarga ini. Beliau sempat cerita, kalau tahun lalu sempat ada bantuan dari pemda berupa material bangunan untuk renovasi, tapi pengerjaannya ditanggung sendiri. Karena sifatnya bantuan, bahannya ya ala kadarnya, tapi lumayan untuk memperbaiki rumah sederhana ini. Setidaknya sekarang aku lihat lantainya sudah tidak lagi hanya dari tanah. Untuk proyek kali ini sudah bukan dari bantuan pemda lagi, sepertinya ada penambahan ruangan di bagian belakang.
Mumpung ada sepeda nganggur, kami manfaatkan buat jalan-jalan keliling. Awalnya hanya Andre, terus El ingin ikut. Karena belum terbiasa dan kuatir kakinya tersangkut di roda, aku mengikat kaki El di bawah sadel, sekenanya. Ternyata ikatan itu kendor dan membuat kaki El menghalangi pedal. Jadi separuh perjalanan Andre tidak mengayuh dengan pedal, tapi dengan menjejakkan kaki.
Aku sempat bersepeda sebentar dengan Fe, dia duduk di sadel, sementara aku di boncengan. Tidak la karena keburu turun hujan rintik-rintik.
Dalam perjalanan pulang, sempat terjadi kemacetan akibat hujan deras dsertai angin kencang. Sepanjang jalan, sudah memasuki wilayah Kediri, tampak beberapa pohon patah dan ada baliho yang rubuh, disertai genangan air karena sungai meluap. Yang parah adalah terputusnya aliran listrik membuat beberapa SPBU tidak beroperasi. Untung kami masih bisa mmbeli bensin eceran di pinggir jalan karena mobil hampir saja kehabisan bbm. Baru setelah hampir memasuki kota, ada SPBU yang beroperasi dan mobil langsung diisi penuh.
29 December 2016
Liburan : Bermain di Cakruk
Selama liburan di kampung, El senang sekali kalau bermain di cakruk. Cakruk alias pos ronda atau pos kamling memang masih banyak ditemukan di desa-desa. Meskipun kadang bercitra negatif karena sering dipakai buat nongkrong gak jelas, tapi selama liburan aku dapatin cakruk-cakruk ini sering kosong.
Kebetulan ada cakruk di dekat rumah neneknya, yang kata Andre sudah ada sejak lama. Cakruk ini masih terawat meskipun ada debu/pasir yang menempel, tapi gampang dibersihin. Makanya aku santai saja waktu asyik bermain sendirian di sana. Seringkali dia terlalu asyik bermain di cakruk dan ogah diajak pulang.
Pas hari terakhir kami bermain di sana, ada tetangga yang menyapa sambil tersenyum. Di luar dugaan, El membalas dengan tersenyum ceria. Padahal kami sama-sama tidak saling kenal. Biasanya El cenderung diam saja kalau bertemu dengan orang yang belum dia kenal. Bahkan dengan kakek-neneknya, yang notabene waktu bayi pernah merawatnya, awalnya El tidak mau mendekat. Kalau di kompleks pun, meski sering berpapasan dengan orang-orang tertentu, El cenderung pendiam. Mungkin karena suasana hati sedang senang, sehingga dia bisa ramah dengan siapapun termasuk orang baru.
Ini cakruk di lokasi yang berbeda, meskipun masih tak jauh dari rumah nenek, tampak seperti baru saja dicat, mungkin ada program dari pemda di akhir tahun, ya biasalah untuk target penyerapan anggaran hehehe.
Kalau ini cakruk waktu berkunjung ke Nganjuk, juga tak jauh dari tempat saudara. Lebih sederhana, hanya beralas bambu, tapi El tetap senang bermain. Pada dasarnya El sudah ingin banyak bermain di lantai/tanah, bosan kalau digendong atau hanya di kursi.
25 December 2014
Berkunjung ke Nganjuk
Ini adalah rumah dari saudaranya saudara istriku, di Nganjuk. Entah, aku juga kurang paham hubungan keluarga ini dengan keluarga istriku, tapi kurasa cukup dekat. Penghuninya baru saja meninggal dunia sekitar seminggu lalu dan mumpung liburan Natal ini keluarga berkumpul, mertuaku mengajak kami untuk menjenguk keluarga yang ditinggalkan. Orangnya cukup terpandang, rumahnya besar dan tanahnya juga luas. Karena gak kenal dengan kerabat yang ada, aku cukup setor muka saja, sesekali nyengir, sama sekali gak ikut nimbrung obrolan yang terjadi. Syukurlah kunjungan tidak terlalu lama.
Selanjutnya kami juga mampir ke tempat makan keluarga nenek mertua bersama paman-tante istriku. Kebetulan paman istriku hendak bertugas ke Lombok, sementara tantenya hendak pergi umroh bulan depan. Jadi mereka menyempatkan diri untuk ziarah ke makam orangtua. Saat ini aku merasa bingung kalau harus berdoa di makam. Jadi aku memilih memotret saja, toh doa yang dipanjatkan juga sifatnya personal.
Nah, waktunya makan, kami diajak menikmati Sate Ponorogo yang cukup terkenal di salah satu sudut kota Nganjuk, gak jauh dari alun-alun kota (ah, lupa nama jalannya). Warungnya kecil saja, di perempatan, tapi yang ngantri lumayan bikin ragu-ragu untuk masuk, karena banyak sementara perut sudah memaksa ingin diisi. Toh akhirnya kami makan di sini juga, dan untunglah tidak terlalu lama menunggu hidangan disajikan. Rasanya enak, meskipun secara umum mirip dengan sate madura, tapi ada perbedaaan mendasar, yang jelas bumbu kacangnya berbeda.
Di Nganjuk banyak juga yang berjualan air tebu di pinggir jalan. Meskipun cuaca mendung, tetap saja es tebu ini laris karena segar. Daripada suntuk di rumah saudara, kami bertiga pergi ke sawah untuk membeli es tebu, jalan kaki sekitar 500 meter.
Seingatku, aku berpapasan dengan kendaraan penggiling ini lebih dari empat kali, dan melihat jarak serta sesekali mengingat pengendaranya, yang aku temui bukan kendaraan yang sama. Artinya di daerah ini ada cukup banyak mesin giling portabel seperti ini. Menyenangkan melihat para buruh tani ini tersenyum saat aku memotret mereka, meskipun mungkin penghasilan mereka tidak terlalu besar.
Oh ya, Nganjuk adalah salah satu daerah yang ada di lereng Gunung Wilis. Jadi dari kota ini bisa terlihat sama-samar Gunung Wilis serta beberapa perbukitan di sekitarnya. Sayang aku gak sempat mengambil sudut yang pas untuk mengabadikan landscape berlatar belakang gunung itu, hanya sempat motret dari dalam mobil yang melaju. Moga lain kali ada kesempatan.
24 December 2012
Christmas Holiday : Farming Land in Nganjuk
Bibit-bibit padi yang sudah siap ditanam, bersebelahan dengan tanaman kacang kedelai di sebelahnya. Musim hujan telah tiba, sebentar lagi kacang kedelai itu akan dipanen dan diganti dengan padi.
Ini pertama kali aku berkunjung ke Nganjuk, tempat asal ibu mertua. Bersama bapak mertua, aku mengunjungi sepetak sawah kepunyaan mereka, yang dipercayakan ke pakde untuk dikelola.
Nampak seorang petani sedang menggarap tanahnya dengan traktor. Jaman aku kecil, pekerjaan tani di desa kebanyakan masih memakai sapi atau kerbau, jarang sekali aku melihat traktor waktu kecil. Sepertinya dengan traktor memang pekerjaan lebih ringan dan cepat.
Dalam perjalanan pulang, ternyata pas ketemu Pakde Mo yang mengelola sawah mertua. Langsung dia mencabut beberapa tanaman kacang tanah dan kedelai sebagai oleh-oleh untuk kami bawa pulang.
OOT: Jenis rumah joglo yang masih ada di daerah Nganjuk ini, entah punya siapa gak kenal. Arsitektur rumah tradisional, yang jaman sekolah diajarkan sebagai rumah adat Jawa Tengah. Sayang sekali kondisi rumah itu kurang terawat, padahal jenis rumah seperti ini sudah jarang ada.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Bintaro View From Gramedia Building
Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...
-
Patung khas suku Asmat (kalau gak salah) terlihat berdiri kokoh dari gerbang keberangkatan terminal 2D bandara Soekarno Hatta Cengkaren...
-
Pagi ini perlu menjadi saksi dalam sidang perceraian kakakku di daerah Cibinong, dan biar hemat aku putuskan naik kereta api. Sebenarnya ...
-
Meskipun dekat rumah, sudah agak lama aku gak ngajak El jalan-jalan ke Bintaro Exchange Mall (BXC), meskipun hampir tiap hari melewatinya...













