Showing posts with label Cat. Show all posts
Showing posts with label Cat. Show all posts

06 September 2022

Bocah Cilik - Kucing Penginthil

Kucing ini aku panggil bocah cilik, sejak kecil sudah ada di teras mengikut emaknya. Sering berusaha menyelinap masuk rumah, baik saat pintu depan dibuka, atau kadang lewat loteng atas. 

Saat kami meninggalkan rumah untuk bermain di lapangan, dia masih tidur pulas. Tapi tak lama kemudian dia sudah muncul di lapangan, mengikuti kami.

Ya begitulah, dia hampir selalu mengikuti anak-anak bermain - entah di jalanan, di lapangan atau di mushola. Awalnya, saat dia mengikuti kami di lapangan (yang memang agak jauh dari rumah), dia jadi ragu saat kami dekati, seperti ketemu orang asing. Padahal jelas-jelas dia mengikuti kami, tapi gak mau dipegang. Tapi lama-lama dia semakin terbiasa dan tetap akrab meski sudah jauh dari rumah.


 Tapi kalau dia masuk rumah, aku segera menyuruhnya keluar. Soalnya dia nakal, kadang suka mengambil makanan di meja makan, padahal kucing-kucing di rumah tidak pernah begitu. Ya wajar sih, soalnya dia kan tinggal di luar, jatah makannya terbatas, beda dengan kucing yang ada di rumah. Tapi ya daripada merepotkan, mending aku minta dia tetap di luar rumah dan kami sediakan makan secukupnya.

Sekarang dia bukan lagi kucing kecil, tapi karena malas memberi nama, aku tetap memanggil dia "bocah cilik". Anak-anak kadang menyebutnya dengan Kitty.

18 April 2022

Kucing Roro Melahirkan Lagi (Kali Ketiga)

Setelah hamil beberapa lama, hari ini kucing Roro, kucing betina mungil bermata satu, melahirkan keempat bayinya di keranjang kucing yang sudah disiapkan Andre. Kucing ini sudah pernah 2 kali melahirkan, masing-masing selalu 4 bayi. Sayangnya, semua bayi itu meninggal sebelum masuk usia sebulan, karena sakit mendadak.


 Dugaan kami, bayi-bayi kucing itu mati karena serangan kutu. Soalnya secara tempat, suhu dan makanan terjamin. Induknya rajin menyusui, kami juga berikan tempat yang nyaman agar mereka tidak kedinginan, dan tidak ada kucing-kucing lain yang sakit. Tapi memang saat itu, semua kucing memiliki kutu, termasuk kucing Roro. Sepertinya kutu-kutu ini menghisap nutrisi para bayi kucing sampai mereka gak bisa bertahan.

Belajar dari pengalaman ini, saat Roro kembali hamil karena belum sempat disteril, Andre mulai memberi obat kutu ke semua kucing di rumah. Kali ini agak lebih mudah karena semua kucing di rumah tidak terlalu akrab satu sama lain, jadi kami tidak terlalu kuatir kalau obat kutu akan terjilat oleh kucing lain. Meski demikian, kami memberi obat kutu ke tiap-tiap kucing dewasa secara bergantian.

Sebagai hasilnya, sekarang bayi-bayi kucing ini bisa lahir cukup sehat, dan tidak ada kutu yang menempel di mereka. Semoga kali ini mereka bisa bertahan sampai dewasa.

28 December 2021

Kucing Roro Melahirkan - Kali Ketiga

 

Hari ini Roro, kucing betina mungil bermata satu, kembali melahirkan 4 bayi kucing di kandang yang sudah disiapkan. Andre belum sempat mensterilnya, dia sudah keburu hamil karena dia sering menyelinap keluar rumah lewat loteng di kamar atas.

Ini bukan pertama kali Roro melahirkan karena sebelumnya dia sudah 2 kali melahirkan, jadi ini adalah kali yang ketiga. Sayangnya, semua bayi kucing baik yang pertama dan kedua, mati sebelum mencapai usia satu bulan. Uniknya, setiap melahirkan pasti ada 4 ekor. Bayi-bayi itu mati cukup mendadak, tidak ada tanda-tanda sakit.

Dugaan sementara adalah karena kutu kucing, yang memang waktu itu ada sangat banyak. Nah saat Roro hamil untuk ketiga kali ini, Andre segera memberi obat kutu ke kucing ini, juga ke kucing lain di rumah termasuk Kleo, Ujo, Lilo dan Lolo. Jadi saat Roro melahirkan kali ini bisa dibilang rumah sudah bersih dari kutu kucing.

Update: 
Keempat bayi kucing ini bisa melewati masa lebih dari 3 bulan dengan sehat dan tanpa kutu. Oleh anak-anak mereka diberi nama Olaf (yang putih), Bleki (yang abu-abu), Geri (yang orange putih) dan Kyutipai (yang dominan orange).

23 December 2021

Kucing Kleo - Pipi Bengkak

Tak lama setelah Kleo aku kurung di kandang karena insiden tivi jatuh, aku lihat wajah sebelah kanan jadi bengkak. Jadinya aku keluarkan dia dari kandang, tapi sebisa mungkin aku suruh dia tetap berada di lantai atas.

Awalnya aku menduga matanya yang bermasalah dan menjadi bengkak, bisa karena virus atau bakteri, seperti yang sering kami temui pada kucing-kucing liar di jalanan. Dulu ada kucing tetangga yang bengkak matanya seperti ini dan kami bawa ke dokter, kata dokter harus dioperasi biar tidak menjalar ke yang lain. Alhasil satu bola matanya diambil. Tapi kata seorang aktivis Steril Yuk, meski matanya tidak bisa disembuhkan, tidak harus lewat operasi, karena lama-lama akan lepas sendiri. Cuma gak tega juga. 

Mirip dengan Roro, yang kemudian dirawat oleh Andre dan dibawa ke dokter untuk dioperasi. Kami duga Kleo mengalami sakit yang sama, tapi saat itu kami tidak berencana membawanya ke dokter. Ya sudah tua ini, pikirku. Apalagi Kleo masih doyan makan.


 Setelah 3 hari, ternyata bengkak di wajah Kleo sudah mulai kempes, meski ada luka menganga di pipinya. Dugaanku luka itu akibat dia sering menggaruk dengan kukunya. Tapi justru luka itu membuat nanah (juga darah) bisa keluar, jadi ini bengkak bukan karena infeksi di mata, tapi di pipi, karena besar jadi hampir membuat mata tertutup. Matanya sendiri aman. Setelah luka terbuka, aku beri obat luka ala kadarnya, juga alkohol agar steril. 

Makin lama bengkaknya kempes, lukanya juga mulai kering dan menutup. 

Update:
Hampir berbarengan dengan pengobatan kutu dan jamur, makin lama bulu di bagian pipi Kleo juga tumbuh dan menutup sempurna seperti awalnya. Sekarang Kleo sudah sehat lagi, meski tidak aktif karena memang sudah tua, lebih dari 10 tahun.

10 December 2021

Tivi Rusak Karena Jatuh

Dini hari aku sempat mendengar suara benda jatuh, tapi aku terlalu ngantuk untuk memeriksa apa yang jatuh. Waktu subuh istriku bangun barulah ketahuan kalau tivi yang jatuh. Apesnya, tivi jatuh menimpa tiang speaker yang agak runcing, membuat retakan di layar sudut atas kiri. Tivi masih bisa dinyalakan dan dioperasikan, tapi kerkusakan di layar membuat tampilan gambar jadi sangat jelek, jelas tidak bisa dinikmati.

Meski tidak melihat secara langsung, tapi kami yakin penyebab jatuhnya tivi ini adalah kucing Kleo. Beberapa hari terakhir dia sakit dan sering kejang-kejang waktu mencoba menggaruk dan menjilat bagian tubuhnya. Beberapa kali juga dia menyelinap di belakang tivi dan aku suruh pindah. Aku sudah mencoba menutup celah di samping kanan-kiri tivi agar kucing tidak bisa menyelinap di belakang tivi lagi, tapi sepertinya Kleo berhasil menemukan celah dan memaksa masuk. Nah, saat sedang berada di belakang tivi, kejangnya kumat dan mendorong tivi itu jatuh.

Padahal seingatku tivi ini belum terlalu lama belinya, mungkin baru 2 tahun lebih, jenis smart TV dari LG yang sebenarnya juga tidak memuaskan bagiku. Sebagai smart tivi, tivi ini kurang smart, soalnya OSnya belum memakai Android, melainkan OS khusus dari LG dan tidak banyak aplikasi yang bisa ditambahkan. Selain tivi standard, paling hanya Netflix dan Youtube yang bisa kami gunakan, selain itu tidak ada. Pokoknya kalau nyari smart tv, ini bukan pilihan yang smart. 

Akibat insiden jatuhnya tivi itu, aku putuskan sementara untuk memasukkan Kleo ke dalam kandang. Kasihan sebenarnya, karena dia biasa bebas. Tapi penyakit yang membuatnya kejang-kejang itu terlalu sering bikin berantakan. Apalagi saat dia kejang, tanpa terkendali dia juga akan kencing dan bikin kotor di mana-mana.

Agar lebih nyaman, aku sengaja memasang 2 kadang jadi satu, biar lebih lega.

Update:
Belakangan kami simpulkan bahwa sakitnya Kleo bukan sekedar karena usianya yang memang sudah sekitar 10 tahun, tapi karena kutu dan jamur. Memang kulitnya tampak parah terutama bagian dekat pantat, rambutnya banyak yang rontok dan tampak ada jamur. Entah jamur atau kutu yang membuat gatal, Kleo selalu mencoba menggaruk dan menggigit serta membersihkannya. Sayangnya, ketika dia mencoba menjilat bagian belakang tubuhnya, membuat dia jadi kejang.

Selama ini kami memang cuek soal kutu kucing, karena berkelompok, jadi bakal repot memberi obat tanpa mengisolasi, intinya sih malas ribet. Jadi semua kucing di rumah saat itu penuh kutu. Tapi karena kasus Kleo ini, aku coba beli obat jamur dan kutu. Awalnya obat jamur dulu. Ternyata cukup ampuh, dalam beberapa minggu rambutnya mulai tumbuh (padahal sebelumnya sudah nyaris gundul). Selanjutnya biar lebih tuntas, kami beri obat kutu, dan dalam seminggu sudah tampak hasilnya, Kleo lebih tenang, nyaris tidak pernah kejang-kejang, karena dia tidak perlu mencoba membersihkan bagian punggung belakang yang susah dijangkau. Akhirnya bisa dibilang sembuh total setelah sebulan kami mulai beri obat jamur dan kutu.

07 December 2021

Kucing Menangkap Tikus

Malam ini di dapur sempat terjadi kehebohan, rupanya si kucing Roro sedang mengejar tikus dan berhasil menangkapnya. Tujuannya bukan untuk dimangsa, tapi sebagai kegiatan bermain atau mungkin olahraga. Setelah digigit, tikus akan dilepas, terus dikejar lagi, begitu terus. 


 Agar tidak berlarut-larut "menyiksa" tikus itu, aku berniat menangkap si tikus dan membuangnya. Tapi Roro gak mau melepas begitu saja. Saat aku coba melepaskannya dan menangkap, rupanya tikus itu masih cukup gesit dan bisa lari dan sembunyi.

Bertahun-tahun merawat kucing, aku sampai pada kesimpulan bahwa tidak semua kucing mau mengejar tikus. Hanya kucing-kucing yang masih energik bermain dan sangat aktif bergerak yang senang mengejar tikus (juga kecoa). Untuk kasus kucing di rumah, sudah pasti mereka mengejar tikus bukan untuk dimangsa, tapi sekedar buat mainan. Yang aku ingat, dulu Kleo dan Ujo pernah juga menangkap tikus. Tapi saat mereka semakin tua, mereka gak mau lagi. Biasanya kucing-kucing kecil dan remaja yang masih sangat aktif mengejar binatang lain, yang lebih kecil tentunya.

Makanya aku tidak terlalu heran kalau ada tikus dengan santai keliaran di selokan atau got dan kucing-kucing cuek saja, soalnya malas ;-). Sempat sih beberapa kali nemu tikus kecil mati di teras, ketika di teras ada kucing yang masih usia remaja.

23 February 2021

RIP Momo

Momo, badannya sudah kurus dan lemah karena kehilangan nafsu makan serta ada masalah (lagi) di mulutnya yang membuatnya sulit makan dan minum, sudah lebih dari seminggu. Dia jenis kucing yang kurang akrab dengan orang, dan sering bereaksi berlebihan kalau mulutnya dipegang. Jadinya kalau aku paksa makan atau dikasih obat, dia akan berontak cukup berbahaya. 

Seperti kucing-kucing yang sakit sebelumnya, menjelang ajalnya, Momo suka berada di kamar mandi, entah mengapa.


 Momo adalah salah satu kucing yang lahir di rumah, induknya terlambat disteril karena sudah keburu hamil dan lahirlah Momo dan Lilo. Secara ukuran fisik kalau sehat, Momo adalah kucing paling besar di rumah. Beratnya pernah mencapai lebih dari 7 kilo, ditambah lagi bulunya relatif lebih lebat dibanding yang lain. Hanya Lolo yang bisa menandingi berat badannya. Sayangnya, Momo sering mengalami masalah dengan mulutnya, sehingga sering susah makan. Tapi dia bisa bertahan sejauh ini, hampir 9 tahun bersama kami, cukup tua untuk ukuran kucing kampung yang sering sakit.

Waktu awal pindah, dia pernah hilang selama seminggu, atau 10 hari lupa tepatnya. Kami agak kuatir karena Momo tidak akrab dengan orang asing. Setelah seminggu gak ada ketemu, kami pasrah. Mendadak di depan rumah aku mendengar suara kucing sayup-sayup. Rupanya dia ada di dalam selokan, persis di depan rumah, tapi tidak berani keluar. Saat aku panggil pun dia gak berani keluar. Untunglah, karena kelaparan, dia mau keluar saat aku pancing dengan makanan. Badannya kurus sekali seperti saat sakit sekarang ini. Tapi berangsur-angsur kondisinya pulih, gemuk dan bulunya halus.

Sekarang Momo sudah pergi, menyusul emaknya (Kome) yang sudah lebih dulu meninggal, meninggalkan Lilo. 

Selamat jalan Momo.

26 November 2020

Kucing LIar dan Anak-anaknya

Setelah sebelumnya ada kucing liar beranak 4 ekor di plafon rumah, kali ini giliran kucing warna telon ini membawa anak-anaknya ke teras. Sebelumnya ada 4 juga, tapi saat ini tinggal 3. Salah satu anaknya sakit matanya, dan bisa copot sendiri.

Suatu hari terdengar lengkingan anak kucing di teras. Awalnya aku cuekin karena mereka biasa bermain heboh, layaknya anak-anak kecil. Tapi lama-lama terdengar aneh suaranya, seperti kesakitan. Pas aku tengok, ternyata salah satu anak kucing ini terjepit di rak sepatu. Dia bermain menelusup ke bawah rak, tapi akhirnya terjebak karena terlalu sempit dan susah keluar. Saudara-saudaranya ingin menolong tapi gak sanggup, jadi berisik doang. Jadi aku harus sedikit mengangkat rak sepatu ini untuk melepaskannya.


 Sepertinya tertular oleh saudaranya yang sakit mata, salah satu anak kucing ini juga matanya jadi bengkak. Btw, aku sengaja letakkan pasir untuk toilet para kucing di luar, setidaknya mengurangi kemungkinan kucing-kucing itu buang kotoran sembarangan, apalagi di pekarangan tetangga.

Update:

Dari semua anak kucing ini, hanya satu yang bisa "diselamatkan", yaitu yang telon sakit mata itu, karena dirawat oleh Andre, sampai dibawa ke klinik untuk mengobati matanya. Cukup lama juga di klinik karena beberapa kali ada infeksi di matanya yang sudah copot. Sementara dia dirawat di rumah. Sedang saudara-saudaranya yang lain tidak ada yang bisa bertahan, satu persatu meninggal karena sakit.

21 November 2020

Ngopi Bareng Balita

Biar gak terlalu bosen saat menemani anak bermain di akhir pekan, aku sembari menikmati kopi di teras.

Sesekali, si Fe ikutan mencicipi kopi hitam manis buatanku. "Enak", katanya, tapi tentu saja tidak boleh minum terlalu banyak. Cukup satu-dua sendok. Kalau El sama sekali tidak mau mencicipi, baginya tidak menarik.

 

12 September 2020

Kerja Outdoor dengan Meja Lipat Dinding

Aku selalu ingin bisa menikmati bekerja di outdoor - tentu dengan kondisi yang nyaman. Nyaman tidak harus seperti di cafe pinggir pantai atau di lereng bukit, ya meskipun kayaknya bakal enak juga kalau bisa gitu. Tapi setidaknya tidak perlu terkurung di dalam ruangan dan hanya memandang tembok di sekeliling.


Untuk mewujudkan ini, aku coba pasang meja lipat di dinding, persis di depan jendela kamar atas tapi di tembok bagian luar. Panas? Ya, itu tantangannya. Saat cuaca mendukung, panasnya bisa diabaikan karena ada aliran udara langsung dari sisi kanan yang mengalir memberi kesegaran. Tapi kalau cuaca mendung dan lembab tanpa angin, ya bakal terasa sekali gerahnya.


Setidaknya, dengan meja ini, aku bisa berasa bekerja di luar ruangan, dengan suasana agak alami karena ada tanaman hijau di sekeliling. Meskipun kalau menoleh ke belakang ya pemandangannya gak menarik karena tempat jemuran.



Sayangnya, ada tembok di belakang yang membuat tempat duduk jadi sempat, dan kurang nyaman juga buat bersandar. Apalagi sampai saat ini belum dapat kursi yang nyaman, jadi hanya mengandalkan bangku seadanya.


Tantangan lain adalah harus berebut dengan para kucing. Kucing-kucing selalu tertarik dengan tempat baru, terutama yang agak tinggi, untuk mereka nongkrong.

 

05 September 2020

Tanaman dan Kucing

Maksud hati ingin ada tanaman dalam ruangan (indoor), yang tidak hanya mempercantik interior, tapi juga bisa member kesegaran udara.


Apadaya, kucing-kucing di rumah justru memanfaatkan tanaman itu untuk metabolisme tubuhnya. Jelas mereka bukan memakan daun-daun tanaman itu, tapi memanfaatkannya untuk membersihkan perutnya dari bulu-bulu yang masuk ke perut mereka. Setelahnya, daun-daun itu akan mereka muntahkan, dan biasanya disertai dengan bulu-bulu yang masuk ke perut mereka saat mereka mandi kucing.

Jadinya, seringkali tanaman itu mati karena dimakan kucing.



 Si tersangka yang tidak merasa bersalah, mungkin pikirnya tanaman itu memang sengaja diberikan untuk mereka. Dasar Lilo!

14 June 2020

Kolam Mini dan Kucing Liar

Konon, dalam keyakinan tertentu, ada pahala bagi mereka yang menyediakan minuman bagi kucing liar. Tanpa mengharapkan pahala, salah satu alasan aku membuat kolam mini di depan rumah adalah juga untuk menyediakan tempat minum bagi kucing-kucing liar yang sering berkeliaran di kompleks. Beberapa kali aku mencoba menyediakan air dalam wadah khusus, tapi seringkali wadahnya kosong karena lupa diisi, atau karena dibersihkan sama pembantu. 


 Sementara kolam kecil seperti ini, asalkan tidak ditinggal pergi ke luar kota dalam waktu lama, seharusnya bakal selalu terisi air. Paling-paling airnya saja yang berkurang saat musim kemarau kalau aku lupa mengisi ulang, tapi setidaknya air tetap tersedia.

24 August 2019

RIP Candil Cat


Tiga hari lalu aku mulai curiga kucing paling kecil (secara fisik dan usia) kurang sehat. Biasanya dia semangat hadir saat diberi makan, tapi beberapa kali absen dan hanya tiduran di lantai atas. Esoknya, dia tampak terbaring lemas di atas mesin cuci, setelah sebelumnya ditemukan sedang tiduran di kamar mandi. Sebelumnya sempat ada kucing di luar yang juga meninggal setelah sakit mendadak, dan kebetulan Candil juga sempat bermain keluar rumah. Jadi ada kemungkinan dia tertular dari kucing liar itu.

Pagi ini Andre berinisiatif membawanya ke dokter hewan terdekat, yang sayangnya baru buka jam 10 malam. Jadi kucing ini ditinggal dulu di vet sambil menunggu dokter hewannya datang. Jam 10 lebih aku dihubungi dari pihak vet kalau kucing ini sudah selesai diperiksa, dengan diagnosis kena flu kucing (FIP). Sudah agak parah dan dokter sendiri agak pesimis. Sempat batuk-batuk karena ada cairan di bawah perut yang mengganggu paru-parunya, jadi hanya itu yang sempat ditangani oleh dokter, selain memberi cairan infus. Keluar dari vet kondisi Candil memang agak membaik, bisa bergerak, tapi masih lemah.

Pagi ini dia sudah terbaring kaku di kandangnya, tidak mampu bertahan lagi.
Selamat jalan Candil, satu-satunya kucing yang kami adopsi setelah kami pindah ke Tangsel.

05 June 2019

Serba Serbi Idul Fitri 2019


Pagi ini terbangun karena dering telpon dari pak Permadi, biasa mengingatkan buat foto-foto. Semalam sempat begadang hingga habis subuh, makanya terlambat bangun. Sampai di lapangan pas sholat ied akan dimulai.



... peserta termuda, cukup anteng meski hanya dibekali botol minyak telon...


... selalu senang motret bapak satu ini, warna rambut gondrongnya khas, padahal belum jadi kakek ...


...dan tak ketinggalan, pasti ada kucing yang "menginthili", sementara aku lupa bawa makanan kucing.


Kali ini Pak Syamsul bertindak sebagai iman dan khotib, dengan kotbah melanjutkan kothbah tahun lalu, terkait mudik.


Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.


Tak lupa, akhir acara selalu ditutup dengan foto bersama dan selfie-wefie. Selain untuk dokumentasi, apa gunanya baju baru, ya kan? Hehehe

15 October 2018

Pagi Yang Biasa


Sekelompok burung pipit bertengger di kabel listrik yang membentang di areal persawahan, sepertinya menunggu kesempatan untuk mencari makan di sawah yang sudah hampir siap panen, tapi sedang ditunggu oleh petani.



Berniat menikmati cemlan yang aku beli di Pasar Denggung, tampak seekor kucing sedang bermain dengan tikus kecil. Tampaknya sih dia tidak berniat menjadikannya sebagai santapan, hanya sebagai mainan - meski akhirnya tetap saja tikus kecil itu mati juga.


Pagi ini cerah, meskipun semalam tidur cukup larut, tapi aku bisa bangun pagi karena kondisi rumah memang sedang sibuk. Mumpung belum terlalu ramai, aku putuskan jalan-jalan sebentar menikmati sejuknya udara di kaki Gunung Merapi ini.


Sungai tempat bermain di masa kecilku dulu, sudah berubah tapi tidak terlalu drastis, masih ada sisa-sisa yang bisa dikenang. Setidaknya sekitar sungai belum berubah fungsi menjadi bangunan beton. Btw, sungai diberi sekat-sekat seperti bendungan, entah untuk tujuan apa. Yang jelas di sini dulu kami sering berenang karena sungainya cukup dalam, apalagi untuk ukuran anak-anak sekolah dasar.

Sekarang sudah jarang terlihat ada yang memanfaatkan sungai ini untuk mandi atau mencuci. Di seberang jalan dari sungai ini, areal persawahan sudah diuruk dan dijadikan deretan ruko.

31 December 2016

Senja Terakhir 2016


Anak-anak bermain bola di lapangan kompleks di hari terakhir tahun 2016, sementara matahari sudah hampir tenggelam. Sebelumnya langit tampak sangat mendung, tapi berangsur-angsur awan makin memudar.


Aku perhatikan cahaya senja tampak indah, jadi aku putuskan untuk naik ke atap rumah biar bisa menikmati senja terakhir tahun ini. Sudah lama aku gak nongkrong di atap rumah untuk sekedar menikmati senja ataupun fajar menyingsing, dan hari ini aku punya kesempatan yang tidak ingin tersia-sia. Beberapa rumah sudah tampak lebih tinggi dibanding sebelumnya,dan satu pohon yang dulu menghiasi sebelah barat kompleks sudah menghilang.


Syukurlah, langit senja kali ini terlihat sangat indah, dihiasi dengan siluet pepohonan cemara yang masih tersisa. Selamat tinggal tahun 2016. Beberapa tahun lagi mungkin pemandangan ini akan berganti dengan siluet beton-beton menjulang. Mungkin.


Kucing ini "menemaniku" selama aku berada di atas genteng menikmati matahari terbenam. Tentu saja dia tidak henti-hentinya mengeong dan menggesek-gesekkan kepalanya ke kakiku, merayu minta makan. Setidaknya aku tidak sendirian di atap genteng hehehe.

Selamat tahun baru 2017, pus!

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...