Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

31 October 2022

Bazaar di Sekolah

Hari ini di sekolah TK Fe ada kegiatan bazaar. Sepertinya bertujuan agar anak-anak belajar soal transaksi jual-beli, sekaligus untuk penggalangan dana.

Yang jadi target pembeli adalah anak-anak SD dan juga para orangtua murid yang datang. 


 Kebetulan aku tidak mengikuti sepanjang acara, hanya datang pas waktu menjemput Fe, dan acara sudah selesai. Anak-anak tampak senang dengan kegiatan ini.

16 August 2022

Agustusan di TK - Baju Daerah

Berkaitan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI tiap bulan Agustus, hari ini sekolah Fe meminta para murid mengenakan baju daerah. Fe pakai kebaya saja, yang simpel.

Beberapa teman Fe tampak mengenakan baju adat berbagai daerah, tampak sangat menarik.

Menurutku, bulan Agustus lebih pas untuk acara seperti ini, ketimbang bulan April (hari Kartini), untuk mengenalkan anak-anak pada beraneka ragam budaya di nusantara, yang berbeda-beda dan menjadi kekayaan bangsa.


 Merdeka!

07 July 2022

Masa Pengenalan Sekolah - SD dan TK

Sebelum jam 6 pagi El dan Fe sudah bangun, mandi dan bersiap ke sekolah. Meskipun belum mulai pelajaran resmi, tapi hari ini mereka berdua bersama-sama berangkat sekolah untuk mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah. Meski beda jenjang (SD dan TK), tapi karena berada di sekolah / yayasan yang sama, jadi waktunya juga dibuat sama. Sekolah mulai jam 7 pagi.

El masih memakai baju TK yang lama, sedang Fe sudah pakai seragam TK yang baru.

Masih mengikuti protokal kesehatan, sebelum masuk, mereka cuci tangan dulu. Setelah cuci tangan, aku lepas (tinggal) mereka bersama dengan para guru masing-masing. Terutama El, karena memang sudah biasa sejak TK, setelah masuk lingkungan sekolah, aku biarkan sendirian tanpa harus ditunggu.

Tampak beberapa orangtua murid masih menunggu anak-anak mereka, katanya sih ini hal biasa bagi para orang tua di hari pertama anak mereka masuk sekolah. Bagiku sih agak aneh, entah mengapa. Bahkan saat El masuk ke playgroup dulu, aku langsung tinggal pulang, karena aku pikir dia akan senang bermain dan lagipula ada para guru yang mengawasi. Mungkin karena waktu kecil aku juga seperti itu, tidak ingat pernah ditungguin orangtua saat sekolah, pulang sekolah juga pulang sendiri bareng teman-teman.

Hanya saja aku mulai berubah pandangan waktu Andre bercerita saat dia pertama masuk sekolah dulu. Katanya dia takut-takut, mau apa-apa serba takut atau malu, jadi harus menengok ke luar untuk bertanya ke ibunya. Misal mau pipis, yang diminta tolong ibunya dulu, baru ibunya menyuruh bilang ke guru. Begitulah, tidak semua anak cukup mandiri dan terbiasa pisah dari orangtua dan akrab dengan orang lain.

Untunglah, dengan bekal pengalaman El di TK, dan beberapa kali Fe juga ikut, mereka bisa dibilang terbiasa ditinggal orangtua dan bermain di kelas dengan biasa tanpa harus tergantung dengan orangtua. Jadi setelah aku drop mereka, aku tinggal pulang.

El diminta memperkenalkan diri di acara pengenalan lingkungan sekolah ini, bergantian dengan murid-murid lain. Foto dikirim oleh guru wali kelas via group WA.

Sekitar jam 9 aku jemput Fe pulang. Lumayan juga 2 jam. Fe tampak enjoy di sekolahan.


Nah ini waktu aku jemput El dari sekolah, kalau gak salah jam 9.30. Meski tidak semenarik waktu di TK, tapi setidaknya hari pertama ini belum berat karena belum ada pelajaran resmi.


 Sampai rumah, tak lama kemudian Fe tidur di sofa. Dia memang masih belum terbiasa bangun pagi, lagipula biasanya juga masih sering tidur siang. Ini malah belum sempat ganti baju, sudah kecapekan dan ngantuk hehehe.

11 June 2022

Pentas Seni dan Wisuda TK

Hari ini ada acara pentas seni sekaligus wisuda untuk anak TK lulusan 2021/2022 di Sekolah Nusantara Ibu Kelinci. Setelah 3 tahun menjalani pendidikan, ... lebih banyak bermain ..., dan melewati masa pandemi dengan sekolah onlinenya, akhirnya El dinyatakan lulus Taman Kanak-Kanak.

Jelas ada perubahan significant yang berhasil dicapai El, dari sejak pra-TK yang sangat aktif dan tidak mau mengikuti arahan para guru, hingga berusaha konsentrasi dan tetap sabar saat mengikuti pelajaran dari layar handphone, dan sekarang El dinyatakan siap memasuki tahap pendidikan selanjutnya. Secara akademik memang tidak terlalu menonjol, kalau diukur dari kemampuan El mengingat huruf dan berhitung, tapi bukan berarti tidak ada progress.

Karena jatah pendamping hanya 2, jadinya yang ikut acara wisudah ini hanya ibunya El dan Fe. Bapaknya di rumah saja, istirahat akhir pekan.


Acara pentas seni dan wisuda ini dilakukan di aula Puspo Budoyo.

 

Dalam acara pentas seni ini, beberapa anak diberi kesempatan untuk menunjukkan kreativitasnya sesuai dengan minat masing-masing. Menurut para guru, El sangat tertarik untuk membuat prakarya, jadi ketika ditanya apakah bersedia tampil untuk bikin prakarya di panggung, El bersedia, dan memilih membuat prakarya roket sederhana. Bahannya dari botol dan kertas. Keberaniannya untuk tampil di muka umum seperti ini agak mengejutkan, meski kami paham El senang bergaul dengan orang lain, termasuk orang asing. Mantap, Nak!


Selain itu, bersama teman-teman sekelasnya, El melakukan pertunjukan gamelan, setelah berlatih kurang dari satu semester. Biasanya memang anak-anak di TK ini diberi pelajaran budaya termasuk gamelan, tapi karena pandemi, pelajaran gamelan sempat dihentikan dan diganti dengan pianika. Tapi setelah PPKM mulai diturunkan, tahun ini mulai lagi berlatih gamelan. Meski latihan terbatas, tapi anak-anak tetap semangat dan cukup baik menampilkan permainan gamelan. Perlu apresiasi bagaimana mengenalkan seni budaya ke anak-anak sejak dini.

Lulus!

09 June 2022

Ambil Seragam SD

Anak-anak sedang istirahat dan minum teh kotak, beli dari kantin sekolah, sambil menunggu seragam SD disiapkan oleh petugas koperasi untuk El. Semester depan El sudah bakal masuk SD, tapi masuk sekolah swasta saja, karena umurnya masih tanggung, lagipula agak repot ngurus sekolah negeri.


 Kami memilih sekolah swasta dari yayasan katholik, yang agak dekat rumah. Banyak anak tetangga yang alumni, dan juga masih, sekolah ini, jadi setidaknya dah ada  reputasi yang cukup baik. Jadi Fe juga mengikuti kakaknya, masuk TK di yayasan yang sama.


NB:

Waktu jajan di kantin sekolah, sempat beli minuman dan permen yupi. El sempat ngobrol dengan pegawai/guru sekolah, dan memanggil "kamu". Oleh pak guru dikoreksi, agar manggilnya pak Guru, bukan kamu. Waduh, pekerjaan rumah buatku mengajar El memanggil orang dewasa dengan benar. Maklum, jarang komunikasi langsung dengan orang dewasa, jadi belum sempat melatih.

Satu lagi, waktu sampai rumah, ternyata permen yupi yang kami ambil ada 4, padahal niatnya cuma ambil 3. Seingatku juga cuma ambil 3, dan yang jaga kasir juga melihat, tapi gak jeli juga. Per bungkus 500 rupiah, artinya aku ada hutang segitu di kantin sekolah. Moga-moga ada kesempatan buat bayar hutang ini.

10 November 2021

Prakarya TK - Hari Ayah

Kemarin El dan teman-temannya "merayakan" hari Ayah, sekolah ditemani para ayah meski secara online dari rumah masing-masing. Hari ini, masih terkait dengan acara kemarin, El dan teman-temannya membuat prakarya dari kertas, susunan kertas membentuk seperti kue ulang tahun.


... inilah hasilnya ... cheese :-D
 

21 September 2021

Sekolah Tatap Muka Terbatas

Setelah sekian lama melakoni sekolah secara online, yang dianggap membosankan oleh El karena hanya menatap layar hape, hari ini masuk sekolah lagi meskipun dengan waktu dan jumlah siswa yang terbatas. Sekolah menerapkan protokol kesehatan, mulai dari screening sebelum masuk, cek suhu (termasuk pengantar) dan cuci tangan sebelum masuk sekolah. 

Untuk masuk ke dalam sekolah juga bergiliran, agar tidak terjadi kerumunan. Yang bikin aku agak kesal adalah dapat jadwal masuk pagi, jam 8.30, padahal biasanya aku baru bangun jam 8 paling cepat hehehe.

Pelajaran tatap muka hanya dilakukan dalam waktu satu jam. Saat pulang juga dilakukan bergiliran, satu per satu. Meski sebentar dan jumlah teman yang lebih sedikit, El jauh lebih menikmati pertemuan langsung ini dan semangat untuk datang ke sekolah lagi. Jadwalnya memang tidak penuh masuk, hanya Senin dan Selasa, selebihnya tetap dilakukan secara online.


 Menikmati teh kotak dulu sebelum pulang.

24 August 2021

Home Visit - Motorik Kasar


Tema kunjungan guru ke rumah siswa kali ini sepertinya untuk mengamati perkembangan motorik kasar dari anak-anak. Guru lengkap bawa alat peraga, diletakkan di lantai dan El diminta melangkah dan melompat sesuai petunjuk. Bukan hal yang sulit bagi El yang aktif secara fisik.


Tentu saja, adiknya Fe gak mau ketinggalan, meski sedikit kesulitan, tapi tetap berusaha. Untungnya bu Guru sabar ikut membimbing meski bukan muridnya hehehe.


Selanjutnya diminta untuk bermain lempar bola, mengenai susunan gelas kertas dan menghitung jumlahnya. Sempat ada angka yang hilang, El menyadari dan melaporkan ke Bu Wanti. Bu Wanti sudah coba cari ke tas dan map yang dia bawa, tidak ditemukan juga. Asumsi, mungkin tertinggal di rumah murid yang dikunjungi sebelumnya. Tapi ternyata, tak lama setelah Bu Wanti beranjak pergi dari rumah, Fe menemukan angka itu terselip di kolom meja. Walah ...


 Terima kasih bu guru yang sudah berkunjung. El senang kalau ada kunjungan begini, karena pelajaran jadi tidak membosankan, dibanding harus duduk melototin layar hape.

19 November 2020

Kunjungan Guru Bulan November

Dalam kunjungan gurunya El kali ini, Bu Wulan mengajak El membuat prakarya berupa gambar kucing dari kertas yang ditempel. Awalnya bu guru memberi contoh, kemudian meminta El meniru hasilnya, dari bahan yang sudah disiapkan.


 El tentu saja sangat antusias membuat prakarya ini. Bahkan, dia melakukan inisiatif yang agak berbeda dengan contoh yang diberikan, misal dengan memberi gambar kaki.

22 October 2020

Kunjungan Rutin Guru Sekolah

Bu Wulan berkunjung ke rumah sebagai bagian dari kunjungan rutin setiap bulan ke setiap murid, agar bisa memantau secara langsung perkembangan tiap anak, yang sulit untuk dilakukan dalam pertemuan kelas secara online.


 El, dan juga Fe, antusias mendapat kunjungan dari bu guru, dan tentu saja karena ada permainan dan aktivitas yang dilakukan, meskipun hanya sebentar. Agak kurang sebenarnya, tapi jauh lebih baik ketimbang tidak ada tatap muka sama sekali.

14 October 2020

Berkunjung ke Sekolah

Berhubung ada masalah dengan jaringan internet, El tidak bisa mengikuti pelajaran online hari ini. Karena kebetulan ada dokumen yang perlu diserahkan ke pihak sekolah, jadi aku ajak saja anak-anak datang ke sekolah.

Tentu saja El dan Fe antusias sekali bermain di sekolah, dengan berbagai wahana permainan yang ada. 

Ternyata ada juga beberapa anak yang berkunjung ke sekolah, jadi agak ramai juga. Ada juga bu Debi yang sedang hamil dan sebentar lagi akan cuti melahirkan.

Hanya saja kunjungan ini sebentar saja, karena aku juga ada kerjaan di rumah. Berulang kali El dan Fe berkata agar kapan-kapan main lagi di sekolah.

 

02 October 2020

Pakai Batik di Hari Batik Nasional

Fe mengikuti gerakan kakaknya El saat mengikuti upacara bendera secara online. Untuk memperingati hari Batik Nasional, para murid dianjurkan memakai baju batik, meskipun sekolah tetap dilakukan secara online.



 El masih kurang antusias mengikuti pelajaran online, jadi harus diawasi dan dibimbing. Dia hanya semangat kalau diminta mengerjakan sesuatu.

28 July 2020

Home Visit From School

Bagi anak-anak usia dini, sekolah online jelas tidak cukup. Selain kemampuan mereka untuk mengikuti pelajaran dari layar, juga masalah konsentrasi dan sebagainya. Anak-anak usia ini perlu interaksi yang lebih personal, tidak bisa dipukul rata, karena tiap anak punya minat yang berbeda. Inilah sebabnya kunjungan guru ke para murid sangatlah penting, dengan segala keterbatasan saat ini.



 Aku senang karena pihak sekolah El melakukan kunjungan, meskipun singkat. El senang bertemu dengan gurunya, dan bisa "bermain" bersama. Selain itu para guru juga lebih paham perkembangan dan kemampuan anak.

Terima kasih para guru.

17 April 2020

Sekolah Online di Masa Pandemi

Mengikuti anjuran pemerintah soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB), meski agak terlambat, pelajaran sekolah El dilakukan secara online menggunakan Zoom sejak awal bulan April 2020.

Meskipun laptop dan ponsel bukan barang baru bagi anak ini, sejak kecil sudah biasa nonton video di gadget, tapi untuk mengikuti pelajaran secara daring ini bukanlah hal mudah bagi El. Lha wong selama di kelas bertatapan muka saja dia tidak bisa fokus, apalagi ini "cuma" berhadapan dengan laptop. Penuh perjuangan untuk "memaksa" dia mau sekolah dan duduk tenang di depan laptop selama 40 menit.

El sempat ngambek gak mau lagi sekolah lewat laptop, maunya sekolah beneran, pergi ke sekolah dan bermain. Jadi aku menghukum dengan tidak mengijinkan dia menonton tivi jika dia tidak mau sekolah. Akhirnya El nurut, setelah menangis-nangis tentunya. Sejak itu dia memaksakan diri untuk betah di depan laptop, meskipun tetap sulit untuk berinteraksi dengan guru yang hanya dia lihat di layar.


 Kadang El mau mengikuti instruksi dan apa yang tampil di layar laptop, jika pelajaran itu menarik. Misal terkait dengan sesuatu yang dia kenal, atau ada tugas khusus yang harus dia kerjakan. Tapi dia masih kesulitan untuk mengikuti instruksi ataupun pelajaran secara langsung, jadi harus didampingi dan dia lebih mengikuti instruksi pendamping itu, mungkin karena lebih jelas.

Meski sempat frustrasi, tapi secara bertahap ada kemajuan, El makin bisa mengikuti pelajaran. Sesekali Fe ikutan, malah kadang tampak lebih semangat dibanding kakaknya hehehe.

17 December 2019

Hari Ibu


Kalau bulan lalu para bapak memenuhi sekolahnya El, kali ini gantian para emak yang hadir menemani anak-anak mereka di sekolah. Ya, ini dalam rangka merayakan Hari Ibu Nasional yang seharusnya jatuh tanggal 22 nanti. Sayangnya, Bunda El tidak bisa ijin mendampingi, tapi untungnya aku bisa menggantikan dengan modus membantu dokumentasi.


Meski secara garis besar acara mirip dengan peringatan hari ayah, secara detail kegiatannya cukup berbeda. Ada menari (goyang maumere) dan menyanyi bersama (lagu Bunda) yang cukup mengharukan, tapi juga ada permainan lain yang lumayan seru.


Sedikit kemajuan, El justru tertarik ikut dalam acara ini, tidak sekedar keluyuran mondar-mandir sesuka hati. Dia sempat ikut berbaris, bergabung memegang tangkai bunga saat pembacaan puisi, dan cenderung lebih tenang saat acara berlangsung.


Ibu dan anak dari kelas TK siang ini sangat kompak,tidak hanya cara berpakaian tapi juga kehebohan emosionalnya. Saat penyerahan bunga dari anak ke ibu, mereka berdua menangis cukup terang-terangan, jadinya malah kocak. Terharu juga melihatnya.


Merias wajah menjadi permainan yang lumayan seru, macam-macam gaya anak di sini : ada yang tampak sudah lancar memainkan alat rias, tapi ada juga yang amburadul dan kocak. Hasil riasan tidak boleh dihapus sampai acara selesai hehehe ... Tentu, aku gak ikutan dirias di sini, gak bawa alatnya wkkwk.


Nah ini aktivitas yang paling membuat El bersemangat : menghias cupcake. Baru lihat cupcake saja El sudah semangat, apalagi pas disuruh menghias dengan berbagai toping yang ada. Gak perduli hasilnya bagus atau tidak, yang penting tumpahkan sana-sini.


Saat di dalam ruang kelas, El jauh lebih baik ketimbang saat hari Ayah. Kali ini El langsung ikut duduk dalam lingkaran dan untuk sementara waktu mengikuti arahan guru. Saat antri untuk cuci tangan dia juga bisa tertib. Hari ini giliran El yang membagi-bagikan bekal makanan teman-temannya, dan dia bisa melakukannya dengan baik meskipun tidak hafal nama teman-temannya.

Cuma saat acara mendongeng, dia mulai memilih bermain sendiri. Sempat terjadi sedikit "keributan" karena El memaksa merebut mainan yang sedang dibawa temannya. Aku bisa memaksa El mengalah, dan tak lama kemudian temannya dengan rela memberikan mainan ke El. Lega juga karena tidak harus melihat drama emosional.


Sayangnya El tidak mau ikutan teman-temannya berfoto bersama, dan sudah sangat ingin pulang.
Selamat hari ibu 2019!

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...