Showing posts with label Girls. Show all posts
Showing posts with label Girls. Show all posts

23 November 2014

Wajah-Wajah Peserta Color Run 2014


Siang ini, sejak pagi sebenarnya, jalur sekitar GBK lumayan macet parah, tidak seperti biasanya. Terutama jalur di depan TVRI. Aku rasa salah satu penyebabnya adalah adanya acara The Color Run yang diselenggarakan oleh CIMB NIaga. Juga ada beberapa acara di sekitar ini yang turut menyumbang kemacetan.


Di sela-sela suntuknya nunggu jemputan yang terjebak macet, (sekarang tiap minggu ada jemputan #ehem), ya aku motret-motret aja makluk warna-warni yang bersliweran di depan, sambil duduk manis di kursi Jokowi pinggir jalan.


Kebanyakan yang wira-wiri adalah anak-anak muda, anak sekolahan. Mungkin kalau yang sudah tua memilih langsung pulang naik mobil pribadi, sementara anak-anak mudah masih senang berkumpul dengan teman-temannya.


Weitsss ... ini macam girlband kelas ka***** aja :D Awalnya aku heran kok rata-rata pakai kacamata warna-warni yang jenisnya sama. Setelah sedikit mencuri-curi pandang, rupanya kacamata itu juga ada tulisan Color Run... ohh, pantesan kompak. Entah asesoris wajib atau harus beli, yang jelas tujuanya untuk melindungi mata dari semprotak serbuk warna-warni.


Kalau ini aku tertarik mengambil gambar sebenarnya karena barang-barang bawaannya. Meskipun joggoing, gak lupa bawa monopod dan juga powerbank ukuran jumbo (gak keliatan). Pokoknya niat banget buat eksis. Salut deh!

#run #jogging #jakarta #events #color #colour #youth #street #snapshot

16 August 2014

Female Band Show at Mall Taman Anggrek


Siang ini di atrium utama mal Taman Anggrek ada pertunjukan musik yang menampilkan satu grup yang semua personilnya wanita, di cara Sinarmas Land Expo. Cukup menarik, karena selain grup SHE, aku belum menemukan grup musik dengan personel wanita. Ah, kayaknya aku yang ketinggalan jaman.


Tapi memang ada kemungkinan grup ini masih baru atau belum banyak mengeluarkan album/single sendiri, soalnya lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu yang populer, baik dari dalam negeri maupun lagu manca. Pokoknya lagu-lagu yang cukup familiar buatku, dan aku tahu penyanyinya bukan mereka. Aku tidak mengikuti pertunjukan ini secara menyeluruh, hanya sambil lalu saja saat pulang dari makan siang.


Wuih .... tatonya! Kalau jaman dulu penyanyi membawa partitur atau segepok kertas berisi lirik lagu, sekarang cukup membawa tablet dan smartphone seperti yang tampak di foto ini :) Praktis dan lengkap, kalau ada requet tinggal browsing di internet.


... ehm ... ada yang tahu nama grup musik ini???

30 May 2014

After Lunch at Hapetea Story, Tanjung Duren


Setelah beberapa hari lalu nyoain Kungfu Tea, sekarang giliran nyobain Hepitea Story, masih di jalan Tanjung Duren Raya juga. Tempatnya cukup nyaman buat nongkrong (dan kerja, kalau pas sepi), dan kebetulan koneksi Bolt di tempat ini lebih lancar jaya. Pas uji kecepatan bisa sampai 18Mbps (wooww), tapi ya kecepatannya naik turun, gak stabil. Setidaknya masih jauh lebih baik dibanding waktu nyobain di Kungfu Tea.


Oh ya, secara menu minuman yang disajikan agak lebih mirip dengan Kungfu Tea, lebih banyak jenis pop (teh rasa buah-buahan segar), dan waktu aku tanya apa yang spesial, juga disebutkan menu Yakult, jadi ya aku coba pesan itu dengan toping Popping Boba. Nah, topping jenis ini yang menurutku unik karena baru pertama kali nyoba (katrok kali pun..) Cuma kali ini aku belum sempat mencoba menu yang lain, kalau yang aku minum sih enak-enak aja, segar asal tepat waktu minumnya, soalnya asam.


Selain minuman, di sini menjual desert juga, kaya kue gitu, uniknya kuenya disajikan dalam bentuk pot. Aku sih belum minat nyobain, lagi berhemat di akhir bulan :) Btw, si mas yang dibelakang itu kok mirip Daus Separo (pemeran Ismail di OB) ya :-?


Nah, waktu kerjaku di sini agak terganggu karena lagi ada acara shooting dari adek-adek belia ini, entah dari tivi mana. Sepertinya sih dari tivi kampus. Awalnya mereka di lantai atas, makanya aku batal nongkrong di lantai atas. Eh, tak lama kemudian mereka pindah lokasi malah di lantai satu, aku tonton aja, malas beranjak ... sambil kerja tentunya. Adek yang paling kiri itu yang jadi pembawa acaranya, sepertinya acara ini terkait dengan tata rias wajah, kosmetik lah.


Dilihat dari luar ... gak ada papan namanya ya?
Sempat membingungkan sih, cuma di sisi kanan sebenarnya ada papan namanya, gak sengaja ke-crop.

#bukanpromosi #cumabagipengalaman

26 January 2014

A Girl Playing Chinese Instrument


Beberapa hari lalu aku "mbatin", kok menjelang imlek mal-mal jarang memutar lagu mandarin, tidak seperti waktu menjelang Natal atau Lebaran. Eh, hari ini di Plaza Semanggi ada perempuan memainkan lagu mandarin dengan alat musik tradisional. Sayang aku hanya mendengar sambil lalu saja, tidak sempat menikmatinya.


Akupun tidak tahu pasti nama alat musik yang digunakan. Setahuku sih cuma kecapi.
Ada yang mengenal pemainnya? hehehe .... (iseng).

--

Update : setelah googling sebentar, ada yang bilang ini namanya Zheng, atau ada juga yang bilang Guzheng.

22 November 2013

Friday Night at Orchard Road


Pekerjaan masih  menumpuk, tapi jumat malam ini aku putuskan untuk menghabiskan waktu jalan-jalan di sepanjang jalan Orchard. Alasanku sederhana, selain penat dengan padatnya jadwal selama seminggu ini, katanya mal-mal di kawasan Orchard sudah mulai berhias dalam rangka Natal dan Tahun Baru.


Sepertinya kawasan ini tidak pernah sepi di malam hari karena padatnya pertokoan dan juga sudah menjadi salah satu icon belanja di kota ini, jadi para wisatawan juga "wajib" mampir ke sini, terutama yang punya duit lebih dan hobi belanja. Dan memang, mulai dari Orchard Central hingga ION Orchard, hiasan bernuansa Natal tampak mendominasi sepanjang jalan dan pertokoan.


Nah, yang tukang bergaya dan foto-foto ini sepertinya wisatawan. Di era digital dengan booming-nya kamera digital, membuat tiap orang dengan mudah mengabadikan kenangan lewat foto, termasuk (eh terutama) foto narsis. Gak ada salahnya, asal tidak mengganggu orang lain saja. Toh kenangan itu kadang tidak ternilai harganya.


Dan tidak hanya fotografer amatiran kayak aku dan para narsis mania yang sibuk di sini, sepertinya fotografer profesional juga tidak mau melewatkan momen di sini. Setidaknya aku melihat dari peralatan yang mereka bawa, selain model kamera DSLR kelas berat (gak mungkin masuk kantong), mereka juga bawa tripod. Tapi memang aku belum lihat ada yang bawa peralatan lighting di sini hehehe


Di depan Ngee Ann City ada lapangan cukup luas, lengkap dengan air mancur dan beberapa patung. Tentu saja ini menjadi tempat berfoto ria bagi para pengunjung, baik foto keluarga, foto narsis, atau foto gak jelas (kayak yang kulakukan).


Nah, ada yang unik dengan etalase Louis Vuitton ini, keretanya tidak ditarik oleh rusa salju, tapi oleh angsa :) Meskipun terkesan sederhana, dengan latar belakang berdominasi merah menyala (lebih ke warna Imlek dibanding warna Natal), tapi iklan ini bagus dan eye-catching.


Di halaman Wisma Atria tampak ramai dengan pengunjung, sebagian duduk, ada juga yang mondar-mandir dan (tetap) berfoto ria. Rupanya di sini ada beberapa pengamen yang sedang unjuk kebolehan.


Yang pertama adalah tiga musisi ini, membawakan irama instrumentalia bernuansa etnik. Lagu yang mereka bawakan tidak kukenal sama sekali, mungkin lagu mereka sendiri. Alat musiknya juga bukan selevel alat musik "anak band", tapi meskipun mengamen, kualitas mereka tidak kalah dengan peserta festival musik. Dari wajahnya, sepertinya mereka orang Jepang. Aku suka dengan cara mengamen seperti ini, tidak menggangu, juga tidak "memaksa", apalagi kualitas penampilannya juga keren.


Nah tak jauh dari letak ketiga musisi tadi, masih di pelataran Wisma Atria, sepasang penari juga unjuk kebolehan. Sang penari pria memainkan bola-bola kristal, sedang yang wanita menggunakan alat dari kayu yang mirip bumerang, ada 4 buah. Koreografinya juga menarik, dan mereka berdua juga berasal dari Jepang. Di akhir pertunjukan sang penari pria memperkenalkan diri soalnya, dan bilang kalau mereka dari Jepang.


Deretan patung warna-warni ini juga sudah tentu menjadi incaran mereka yang ingin berfoto-ria.


Nah di depan ION Orchard, dekorasinya lebih menarik lagi. Selain pohon natal, juga ada semacam taman dengan penataan seperti tempat pernikahan namun tetap dalam suasana Natal dan Tahun Baru. Jadi banyak yang sekedar duduk-duduk menikmati suasana malam (untung cuaca lagi cerah), berfoto bersama keluarga, dan bernarsis ria membuat foto khas "selfie". Di sini aku sempat diminta memotret sepasang kekasih (sok tahu), dan kulakukan dengan senang hati.


Seorang biksu sedang memijit rekannya di depan ION Orchard. Ya, entah mereka biksu atau tidak, tapi pakaiannya cukup khas. Entah juga mereka di sini untuk belanja atau sekedar berwisata. Yang jelas waktu mereka sadar aku sedang memotret mereka, langsung mereka menghentikan aktivitasnya, dan akupun langsung ngacir ... hehehe...

Selepas ION Orchard sebenarnya masih ada deretan toko lagi di Orchard Road, tapi tidak terlalu meriah. Setidaknya aku tahu di situ ada kedubes Thailand. Lagipula waktu sudah terlalu malam, dan kakiku sudah pegel sekali, pertanda sudah saatnya berbalik arah dan pulang.

14 October 2013

Last Day, Visiting Merlion


Hari terakhir liburan di Singapura ini tidak banyak agenda, selain mengunjungi patung Merlion di Marina Bay. Kayaknya kurang afdol ke negeri ini kalau belum berkunjung di patung simbol negara ini. Hari ini waktu terbatas karena tengah hari kami sudah harus berangkat pulang. Dan sepertinya cuaca mendukung minimnya aktifitas, karena sangat mendung dan sedikit gerimis, berbeda dengan dua hari sebelumnya yang lumayan cerah.

Aku sengaja mengajak istriku dan Andre mengunjungi patung Merlion dengan menyusuri sungai Singapura dari Quay Bay.


Tampak sekelompok siswa yang sepertinya sedang melakukan study tour, bukan piknik karena mereka tampak serius mendengarkan penjelasan dari guru mereka. Sekilas aku sempat mendengar sang guru menjelaskan tentang sejarah tempat-tempat yang mereka kunjungi. Entah dalam rangka apa, hari ini aku banyak berpapasan dengan rombongan anak-anak sekolah.


... sepertinya foto burung tidak pernah ketinggalan setiap kunjunganku ke negara ini :)


Selain sekumpulan anak sekolah, di tepi sungai ini aku juga sempat melihat sekelompok orang yang sedang melukis bersama. Entah mereka dari sanggar atau sekolah seni, atau sekedar kelompok pencinta lukisan, yang jelas usianya sih bervariasi, ada yang muda ada juga yang tua, laki-laki dan perempuan dan berbagai ras. Menarik juga.


Sepasang lansia sedang serius menyiapkan dagangan mereka. Sementara di sekitarnya tampak beberapa pegawai swasta yang sedang "beristirahat" merokok di luar gedung. Aneh juga, ini jam kerja tapi kok banyak yang nongkrong di luar kantor.


Ketemu lagi dengan serombongan pelajar saat melewati jembatan Cavenagh yang cukup iconic di samping hotel Fullerton. Tempat ini selalu menjadi ajang berfoto-ria bagi para wisatawan.


Nah, kalau ini terowongan di bawah jalan Fullerton menuju Esplanade Park, cukup menarik juga untuk jadi tempat berfoto ria.


Narsis sebentar di Esplanade Park, dengan latar belakang gedung Esplanade dan Singapore Flyer. Sayangnya kami gak bisa berlama-lama di sini karena mulai gerimis. Dari sini kami berjalan menyeberangi sungai Singapura dengan jembatan untuk pejalan kaki di sepanjang jalan Fullerton.


Beberapa turis wanita, sedang asyik ngobrol dan merokok bersama, sepertinya mereka wisatawan dari Korea atau Jepang.


Nah, sampai juga di patung Merlion, dengan latar belakang kawasan Marina Bay Sands. Di latar belakang tampak langit sangat mendung, dan sebenarnya gerimis sudah mulai turun, jadi gak bisa banyak mengambil foto di sini. Tidak sampai lima menit, kami langsung beranjak pulang ke hotel menggunakan bis.

13 October 2013

Universal Studio Singapore : Madagascar Boogie


Madagascar Boogie adalah pertunjukan tarian dengan menampilkn tokoh-tokoh dalam film Madagascar. Ada sederetan pinguin, Alex si Singa dan juga Gloria si Kuda Nil. Aku lupa berapa kali pentas ini dilakukan di areal Madagascar, tapi pas kami lewat kembali ke area ini untuk pulang, pas lagi ada pertunjukan.


Seorang kru ikut bertepuk tangan bersama para pengunjung yang memadati pertujukan ini.


Nah kalau ini yang jadi "MC"nya. Yang membuatku bertanya-tanya selama ada di taman hiburan ini adalah sebagian besar kru masih berusia muda. Kalau di Jakarta sih aku gak bakal heran, banyak tenaga kerja muda lulusan SMU/SMK. Tapi kalau di Singapura harusnya jaranglah yang gak lanjut ke perguruan tinggi. Tapi ya gak tahu juga. Bisa jadi mereka anak magang. Entahlah.


Secara total pertunjukan ini hanya sekitar 5 menit, menari dengan iringan lagu "I Like To Move It" yang merupakan soundtract dari film Madagascar.


Universal Studio Singapore : Transformer the Ride


Yeah .... akhirnya sampai juga di wahana Transformer : the Ride. Berkali-kali bosku bercerita bagaimana menariknya wahana ini, malahan dia menyarankan agar aku masuk ke wahana ini dulu sebelum mencoba yang lainnya. Jadi gak sabar. Langsung saja aku manfaatkan tiket Express agar gak perlu antri terlalu lama.


Mbak-mbak berseragam orange ini tampaknya baru saja mejeng bareng di depan salah satu patung autobot berwarna biru. Penasaran juga, siapa robot ini ya? Kayaknya sih bukan Optimus Prime :-?



Ok, ini juga merupakan wahana 4D, jadi harus pakai kacamata hitam meskipun di dalam ruangan :), hanya saja di sini dikombinasikan antara roller coaster dan sinema 4D. Jadi tidak hanya diam seperti di bioskop, tapi sambil naik kendaraan layaknya di roller coaster. Di sini kita berpetualan layaknya sedang berada di dalam salah satu robot autobot dan bertarung melawan kawanan decepticon. Pokoknya keren banget, kualitas gambar 3D dan petualangannya sangat seru. Sayangnya waktunya tergolong singkat. Seorang bocah di depanku langsung nyeletuk "Mau lagi" ketika petualangan berakhir. Yup, dia bocah dari Indonesia juga :)


Eh, pas meninggalkan wahana ini pas ada Bumblebee. Sayangnya begitu banyak orang yang antri untuk berfoto bersama, jadinya sudah mendapatkan foto robot ini saat sendirian. Ya sudah, biarlah mbak satu ini ikut nampang di blog ini hehehe

Universal Studio Singapore : Hollywood


Melewati gerbang pintu masuk, kita akan langsung memasuki areal Hollywood. Karena belum pernah ke Hollywood, aku gak tahu mengapa tempat ini disebut begitu. Kanan kiri tampaknya cuma berisi toko-toko dan restaurant. Mungkin bangunannya mirip gedung-gedung di kota itu.


Popcorn dan minuman bersoda selalu identik sebagai teman nonton film di bioskop. Mungkin itulah sebabnya gerai makanan ini memakai tema popcorn.


Beberapa kali dalam sehari, Poo si Kungfu Panda gendut ini akan menyapa pengunjung di depan mobil popcorn dan mengijinkan pengunjung untuk berfoto bersama. Ekspresinya yang selalu tersenyum itu memang menggemaskan, lengkap dengan perut gendutnya :)


Katanya di Hollywood sana ada jalanan berisi nama-nama artis legendaris, dan di sinipun di buat replikanya di sepanjang trotoar areal ini.


Cihuyyyyy ... ketemu Marilyn Monroe .... hehehe (njuk arep ngopo??). Katanya memang di tempat ini sering menampilkan "replika" artis-artis legendaris Hollywood, baik yang masih ada ataupun yang sudah tiada. Pas kami hendak melangkah pulang, kebetulan ada "replika hidup" artis cantik yang pernah terkena skandal dengan salah satu presiden amerika (katanya juga).


Ini tentu saja bukan antrian buat beli sembako. Ini antrian untuk bisa berfoto bersama dengan si Marilyn Monroe. Andre juga ikut berfoto bersama. Aku lihat si artis pengganti itu cukup lihat berfoto, dia menampilkan gaya yang berbeda saat bersama orang yang berbeda, jadi gak kaku dan monoton.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...