09 April 2016

Serba-Serbi Acara Wisuda Universitas Mercu Buana Jakarta


Sepasang wisudawan sedang mengabadikan kenangan-kenangan sesudah acara wisuda di halaman ICE Serpong. Hari ini adik iparku diwisuda untuk program sarjana di Universitas Mercubuana Jakarta. Katanya, biasanya acara wisuda kampus ini dilakukan di JCC Senayan, tapi untuk kali ini dipindah ke Serpong. Seingatku salah satu teman SMA-ku juga mengikuti program S2 di kampus ini dan tahun lalu acara wisuda dilakukan di Senayan.

Gedung ICE (Indonesia Convention Exhibition)  ini diklaim sebagai gedung pameran dan pertemuan yang paling megah, tidak hanya di Indonesia tapi juga di Asia Tenggara, dengan total ada 10 Exhibition Hall.


Sesuai jadwal, acara wisuda berlangsung sejak pukul 8 pagi, di hall 4-5. Karena undangan biasanya terbatas, dan terpakai untuk orangtua, makanya kami memutuskan untuk datang ke acara ini sekitar jam 11, menjelang acara selesai. Ternyata hingga jam 12 siang acara belum benar-benar berakhir. Karena di sekitar lokasi itu terlalu ramai, kami memutuskan untuk menunggu di hall 6. Selama menunggu El tampak tenang dan tidur nyenyak setelah minum. Sebelumnya dia juga anteng saja dalam perjalanan dari rumah ke tempat ini.


Yang menarik dalam setiap acara wisuda adalah dukungan dari pihak keluarga, dan juga teman-teman atau tetangga, dalam merayakan wisuda ini. Kadang tidak kalah heboh dengan acara pernikahan. Waktu menunggu, ada orang yang nyeletuk "Yang wisuda cuma satu orang, tapi yang datang rombongan pakai elf". Bahkan ada yang sengaja bikin baju "seragam" untuk menghadiri acara ini.


Akhirnya acara selesai juga dan kami berkumpul sebentar di gedung tempat wisuda sebelum pulang. Masih ada beberapa orang yang bertahan tidak segera pulang, seperti kami untuk beberapa alasan. Ada yang sekedar menunggu, ngobrol dan tentu saja berfoto bersama.


Di jaman digital dan media sosial ini, kegiatan swafoto adalah hal wajib dalam setiap kesempatan, baik selfie maupun groufie. Meskipun kadang aku geleng-geleng, orang-orang ini foto kayak gak terlalu peduli dengan latarbelakang (background), pokoknya dimana saja. Kenapa gak nyari lokasi yang lebih menarik dan berkesan, yang seharusnya bisa banyak ditemukan di tempat ini. Lha kalau cuma pakai background tembok polos gitu kan bisa dimana saja dan kapanpun hehehe, mungkin yang dicari adalah momen pakai baju wisuda saja.


Ternyata kami menunggu untuk acara foto "studio" yang sudah menjadi satu paket dengan acara wisuda ini. Kalau gak salah ada 3 jatah foto yaitu foto sendiri, foto bareng orangtua dan foto bareng keluarga Backgroundnya khas gambar background di acara wisuda, yaitu lemari penuh buku :)


Selamat ya bro, akhrinya lulus dan diwisuda juga. Siap-siap lanjut ke jenjang berikutnya, biar cepet naik jabatan.


Anyway, meskipun gelar sudah bertambah, kebiasaan lama tetap tidak berubah .... ngupil!

07 April 2016

Kunjungan Keluarga Mas Yanto dan Mertua


Siang ini keluarga mas Yanto, saudara sepupu dari Jogja, datang berkunjung. Mereka memanfaatkan liburan sekolah yang singkat untuk berlibur di daerah Tangsel, dan tentu saja mampir untuk menengok anakku. Mereka baru sampai dari Bandara Sukarno Hatta siang ini dan langsung ke tempatku. Selama liburan mereka akan menginap di Alam Sutera, sekaligus menengok Guntur yang tinggal dekat sana.

Masalahnya, kedua anak Mas Yanto sepertinya fobia dengan kucing, terutama anak yang sulung. Katanya sih fobia dengan hampir semua binatang. Jadi kami cuma ngobrol di teras rumah, maklum, di dalam rumah ada 9 kucing yang sebagian besar suka sok akrab dengan tamu.


Pagi hari sebelumnya bapak dan ibu mertuaku juga datang dari Kediri untuk menengok cucu. Mereka tiba naik kereta api dan dijemput oleh anak-anaknya (termasuk cucunya juga ikut menjemput) di St. Gambir. Bapak mertua masih belum bisa berbicara dengan fasih akibat penyakit stroke yang dideritanya, tapi sangat senang ketika bermain dengan cucunya.

31 March 2016

Renovasi Kamar dan Kunjungan Sahabat


Pagi-pagi sudah mampir ke toko bangunan untuk beli kaso untuk mengganti plafon (langit-langit) kamar yang sudah keropos. Sudah lama ada masalah dengan plafon di kamar, tapi masih aku abaikan. Tiga hari lalu mendadak plafon itu tampak lebih turun dan ketika aku cek, malah makin parah. Ternyata kayu-kayunya sudah keropos semua, kalau ada kucing lompat mungkin sudah ambruk, padahal triplek penutupnya masih tampak mulus.


Aku dah coba ngontak tukang dekat rumah, tapi dia sibuk. Untunglah Mang Urik lagi kosong dan mau dimintai tolong, meski harus nunggu sampai hari selasa. Jadi selama 3 hari kamar tidak dipakai, sementara bocah dipindah ke kamar Om-nya. Aku pikir perbaikan ini hanya akan memakan waktu 1-2 hari, ternyata butuh 3 hari. Hari pertama untuk membongkar dan menyiapkan kerangka, hari kedua baru mulai memasang dan hari ketiga merapikan sisanya, termasuk mengecat dan membersihkan tembok.


Mumpung ada tukang, sekalian aku minta tolong untuk mengganti gagang pintu kamar yang selama ini rusak. Ini aku foto untuk bahan acuan saat membeli gagang yang baru, daripada bingung kalau ditanya ukurannya. Gagang yang lama ini gampang sekali copot kalau digunakan.


Pas kerjaan sudah mau rampung, ada teman dari Cikarang yang datang berkunjung - Dessy dan Fahmi. Kondisi rumah masih berantakan, untunglah mereka tidak masalah. Sebetulnya dua hari setelah anakku lahir, mereka sudah berniat untuk berkunjung. Tapi waktunya terlalu mepet, jadi mereka batal. Kebetulan hari ini mereka sedang ada kunjungan ke customer tidak jauh dari rumah.


Terima kasih Bu De atas kunjungannya. Si El tampak senang digendong tante cantik satu ini hehehe.

20 March 2016

Situ Cipondoh, Kunjungan Pertama


Kalau dilihat di peta, Situ Cipondoh adalah genangan air terbesar di daerah Tangerang, bahkan kalau diperhatikan mungkin lebih besar ketimbang Situ Gintung (Tangsel) ataupun Situ Babakan (Depok). Sebenarnya aku gak begitu peduli dengan danau ini, hingga aku sadari ada seorang teman yang tinggal dekat danau ini.


Kebetulan hari ini aku ada perlu ke Grogol jadi pulangnya aku putuskan untuk coba mampir ke Cipondoh dan melihat seperti apa danau ini. Ternyata memang luas dan banyak pengunjung. Kebanyakan adalah pemancing, ada juga beberapa keluarga yang piknik sambil menikmati fasilitas yang ada di sana.


Kata temanku, kemarin ada acara di tempat ini dan cukup ramai sehingga menimbulkan kemacetan cukup parah. Mungkin bendera-bendera itu terkait dengan acara tersebut.


Setidaknya danau ini sudah cukup terawat, meskipun sekilas juga tampak kurang maksimal, dan setidaknya ada kepedulian tetang pentingnya peran danau ini. Tinggal menunggu pemimpin yang punya wawasan kreatif yang bisa menyulap danau ini jadi lebih menarik, bersih dan bermanfaat.

Kunjungan kali ini singkat saja, cuma numpang lewat. Setidaknya sudah tahu rute ke tempat ini, jadi tinggal nyari waktu luang saja untuk penjelajahan lebih lanjut.

09 March 2016

Touring, Nyepi dan Gerhana Matahari


Bertepatan dengan hari raya Nyepi yang menjadi hari libur nasional, bapak-bapak kompleks kembali mengadakan acara touring dengan motor. Tujuannya masih di Bogor, hanya saja arahnya ke Puncak. Peserta tidak sebanyak acara touring sebelumnya, tapi masih lumayan banyak. Aku tidak bisa bergabung karena belum bisa ninggalin bocah yang belum genap 2 bulan.

Oh ya, sebelumnya mereka juga melakukan sholat bersama di lapangan kompleks berkaitan dengan adanya gerhana matahari yang melintas bumi Indonesia pagi ini, meskipun untuk wilayah Jakarta hanya kebagian gerhana matahari sebagian saja.


Meskipun aku ingin mencoba menyaksikan peristiwa gerhana matahari ini, tapi pagi ini banyak hal yang perlu aku lakukan. Salah satunya adalah belanja ikan di pasar. Jalanan terlihat sangat sepi, aku yakin karena ini hari libur, tapi juga pasti ada kaitannya juga dengan peristiwa unik gerhana matahari.

Selain jalanan yang sepi, sedikit perbedaan yang aku rasakan adalah suasana langit yang berbeda. Langit cerah tanpa awan sedikitpun, tapi suasana terasa teduh dan sejuk. Jam 7 lebih biasanya langit sudah lebih putih, tidak lagi biru, tapi pagi ini terasa lebih kebiruan meskipun tidak sebiru langit di tepi pantai yang bersih. Aku sendiri lupa kapan waktu terjadinya gerhana matahari sebagian di tempat ini, tapi aku rasa memang itu terjadi saat aku belanja.


Di pinggir jalan aku sempat memperhatikan beberapa warga yang menyaksikan gerhana matahari dengan memakai bekas foto rontgen. Kebetulan di rumah juga ada dan aku berencana memakainya pagi ini, tapi ternyata gak punya kesempatan.

Sepulang dari pasar, aku lihat di pos ronda petugas keamanan sedang mengikuti pemantauan gerhana matahari total melalui berita televisi. Katanya, di sini mah cuma lewat, gak ada apa-apa :)
Memang, menyaksikan gerhana matahari sebagian dengan mata telanjang tidak akan ada bedanya, karena cahaya matahari tetap bersinar terang seperti keadaan normal. Begitu juga mencoba mengambil foto gerhana matahari sebagian dengan smartphone tanpa memakai filter apa-apa juga tindakan yang sia-sia :)

17 February 2016

Twilight on the Lake


Lalu lintas jalan raya tampak sudah sepi meskipun sebenarnya masih jam sibuk waktunya orang-orang pulang kerja. Matahari masih tampak menyala terang di ufuk barat meskipun sebentar lagi sudah akan menghilang.


Mumpung ada kesempatan aku ingin menikmati matahari terbenam di langit yang cerah sore ini. Akhir-akhir ini aku jarang sekali sempat menikmati suasana senja. Masalahnya, aku belum menemukan spot-spot yang menarik di sekitar rumah untuk bisa menikmati suasana senja itu, selain di Situ Bungur.


Jadi setelah berputar sebentar mencoba mencari alternatif lokasi, pencarianku tetap berujung pada danau kecil itu. Ada sih danau-danau lain, tapi perlu waktu untuk menjangkaunya, dan bisa-bisa ketika sampai sana langit sudah sepenuhnya gelap, gak seru lagi :)


Meskipun bukan pertama kali aku menikmati senja di sini, tapi tetap tidak membosankan. Apalagi ketika pas golden-hour dimana langit berawan tipis penuh warna khas senja tampak dramatis memantul di air danau yang tenang.



Saat hendak beranjak pulang, aku lihat ada kupu-kupu hinggap di rerumputan tepi danau. Di sisi timur danau tidak banyak bunga yang tumbuh, lebih banyak rerumputan liar dan pepohonan. Tapi tetap saja mengundang kupu-kupu untuk bermain menikmati senja yang tenang ini.


Eh, kok ada bunglon kecil juga. Ternyata kamera ponselku masih bisa menangkap gambar reptil kecil yang bersembunyi di batang rumput liar ini meskipun tidak terlalu tajam hasilnya.

12 February 2016

Pagi Sehabis Hujan


Kucing persia punya tetangga ini sering dibiarkan keluyuran dan "ngecengin" kucing-kucing kampung yang berkeliaran. Biasanya dia akan menghindar saat aku mendekat, tapi kali ini dia sedikit santai. Kasihan juga salah satu matanya sakit, seperti belek, dan kalau dicermati badannya kurus. Bulu yang tebal membuatnya tidak kelihatan kurus, tapi bulu-bulu itu juga tampak kumal tidak terawat.


Pagi ini cuaca sedikit mendung dan udara terasa segar setelah hujan turun semalam, dan masih menyisakan titik-titik air hujan di dahan dan dedaunan. Aku mengajak si kecil jalan-jalan ke taman, sekaligus keliling kompleks untuk menikmati udara sejuk dan sedikit berjemur meskipun langit mendung.


Kucing kecil bermata biru ini asyik bermain sendirian sambil memanjat pohon. Sayangnya ketika aku mendekat untuk mengambil gambar yang lebih jelas, dia malah turun dan menghampiriku.


... bunga kaktus di samping rumah tetangga ...


Sekelompok burung sedang bermain dn berkicau nyaring di rerumputan yang tumbuh tinggi menjulang di kavling kosong. Burung-burung itu seukuran burung gereja, tapi menurutku bukan burung gereja atau pipit. Kadang ada yang berkepala putih, sedangkan badannya coklat lebih terang ketimbang burung gereja. Salah satu alasan untuk menikmati pagi di sekitar rumah, bisa mendengarkan kicauan burung di bebas dan menikmati udara sejuk di pagi hari, Menikmati saat-saat "terlepas" dari kemacetan kota Jakarta.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...