I just try to capture an ordinary life --- moments, things, places, peoples, etc. --- with a simple skill
I believe that we can find many interesting things in life, even in a very simple thing.
16 February 2014
Bus to the City
Baru kali ini aku menggunakan bis dari Bandara Changi. Aku putuskan untuk mencoba memakai bis karena dua alasa. Pertama, karena tidak buru-buru. Kebetulan hari ini penerbangan sangat lancar, tidak ada delay di CGK dan pengambilan bagasi juga cepat. Aku masih sempat makan di foodcourt Terminal 3 dan jalan ke tempat ini. Kedua, waktu lihat daftar trayek, ternyata ada bis yang langsung menuju tempat yang kutuju. Tidak terlalu dekat memang, tapi lebih dekat dibanding aku naik MRT. Jadi menghemat ongkos 2 kali, karena ongkos bis lebih murah dibanding MRT, dan kalau naik MRT aku perlu naik bis lagi. Aku naik bis nomor 24.
Meskipun jam setempat sudah menunjukkan jam 9, tapi ini masih tergolong "sore". Jadi aku nikmati saja jalan-jalan sambil menyeret koper di sepanjang kanal Bedok, yang masih ramai dengan orang berolah raga atau sekedar refreshing dengan anjingnya. Oh ya, kebetulan juga malam ini bulan purnama dan langit cerah, sayangnya aku tidak bisa mengabadikan bulan purnama itu dengan baik. Keterbatasan alat dan kemampuan :(
14 February 2014
Refreshing at Cattleya Park
Sudah lama aku penasaran ingin jalan-jalan ke Taman Cattleya di Jakarta Barat. Soalnya lokasi tidak jauh dari rumah, dan pernah dijadikan sebagai ajang festival taman di Jakarta yang dikunjungi oleh gubernur. Termasuk aku ingin mulai menjelajah taman-taman di Jakarta yang cukup luas dan nyaman untuk refreshing keluarga, dan gratis. Selama ini baru menemukan 2 tempat : Monas dan Taman Surapati.
Sore ini cukup cerah, jadi aku sempatkan waktu untuk bersepeda ke tempat ini. Mungkin karena bukan hari libur, suasana taman tampak sepi, meskipun ada beberapa pengunjung di dalam. Taman ini tampak bersih dan terawat, juga banyak pohon yang lumayan rindang. Masuk ke tempat ini sih gratis, tapi kalau bawa motor atau mobil sepertinya ada "pungutan" parkir di pintu masuk. Sayangnya, menurutku, pintu masuk utama ini kurang ramah pejalan kaki, karena lalu lintas yang terlalu padat di sekitarnya, sementara jembatan penyeberangan terdekat jaraknya lumayan jauh.
Gerbang masuk sudah ada kursi-kursi Jokowi :) Jadi cocok untuk sekedar "leyeh-leyeh", dan meskipun persis di samping jalan tol, kebisingan jalan tol tidak terlalu terdengar. Lumayan tenang suasananya. Oh ya, di bagian depan juga ada pos penjagaan, dan aku juga lihat beberapa petugas keamanan di sekitar ini. Jadi lumayan berasa aman lah, tidak jadi sarang preman atau gelandangan.
Kalau bawa sepeda gak perlu bayar, dan malah boleh dibawa masuk berkeliling di dalam taman. Lumayan lah, selain menghemat energi, juga bisa dijadikan teman foto-foto.
Entah apakah hanya di Jakarta atau juga di negara lain, sepertinya orang-orang Nusantara ini hobi banget memancing. Dan ketika lahan untuk memancing semakin berkurang, dimana saja dipakai untuk memancing, termasuk di dalam taman ini. Ya asalkan tidak mengotori taman sih kurasa gak masalah.
Eh, rupanya ada jalan masuk juga dari arah Jalan Neli (masuk ke perumahan penduduk dulu), jadi tidak hanya dari jalan raya.
Dua bocah ini asyik bermain bersama, sementara kedua ibu mereka bergosip sendiri sambil duduk di rerumputan sambil sesekali mengawasi kelakuan anak-anak mereka. Memang tempat ini juga nyaman untuk jalan-jalan keluarga. Kedua bocah itu sempat kulihat hendak menakali kucing betina yang ada di situ, tapi mereka menghentikan aksinya begitu melihatku :)
Syukurlah, meskipun tidak terlalu dramatis, tapi aku sempat menyaksikan momen matahari tenggelam dari tempat ini. (Gambar sedikit diolah biar lebih dramatis, aslinya sih gak sengejreng ini).
Kalau masalah taman kota dijadikan tempat pacaran, menurutku tidak masalah, yang penting mereka melakukan di tempat terang, terbuka dan masih dalam batas-batas kesopanan. Toh banyak yang berlalu-lalang di sini, termasuk petugas keamanan, jadi kurasa mereka tidak akan berbuat asusila.
Nah, salah satu kekurangan taman ini, yang bisa dibilang cukup luas (dari ujung ke ujung saja mungkin sekitar 500 m jaraknya) adalah kurangnya fasilitas toilet umum dan tempat sampah. Jadi beginilah akibatnya, ada saja yang kencing sembarangan dan juga membuang sampah seenaknya.
Ok, cukup puas menjelajah taman ini, sudah mulai gelap dan waktunya pulang. Tapi kurasa aku masih akan ke tempat ini lagi untuk menjelajah lebih lanjut. Masih ada beberapa bagian yang belum kunikmati :) Ada yang berniat jalan-jalan bareng ke sini?? hehehe
Location:
Jakarta, Indonesia
11 February 2014
Grasshopper Visit
Tadi siang ada belalang nyasar di teras depan rumah, nemplok di gagang sapu. Aneh juga tumben ada binatang seperti ini, lha wong di sekitar rumah jarang ada tanaman atau rerumputan. Meskipun di rumah-rumah di depan punya taman, tapi sepertinya aku jarang melihat kupu-kupu berkeliaran, paling sesekali ada capung, itupung sangat jarang. Kalau lalat atau semut si banyak :p
Melihat kunjungan serangga satu ini berasa tinggal di lingkungan yang penuh dengan rumput hijau :)
06 February 2014
Where are the Big Trees?
Seingatku belum ada sebulan aku terakhir kali melewati jalan ini, jalan di samping Mal Taman Anggrek yang mengarah ke Kemanggisan. Sebelumnya tempat ini sangat teduh, banyak pohon besar dan rindang, tapi sekarang sudah tempak kosong dan gersang. Memang jalan ini hanya cukup untuk 2 mobil, tapi merupakan jalur pintas strategis. akibatnya sering macet panjang.
Entah apakah untuk kepentingan pembangunan apartemen yang baru, atau sekedar ingin diperlebar jalannya, yang jelas pohon-pohon rindang itu sudah lenyap, dicabut hingga ke akar-akarnya. Sayang sekali, padahal untuk menumbuhkan pohon sebesar itu perlu waktu yang tidak singkat. Apalagi di Jakarta, dimana pepohonan sudah merupakan hal yang mewah, jarang ada.
Jadi kepikiran, adakah perusahaan property, besar maupun kecil, yang benar-benar peduli soal pepohonan saat membangun perumahan di kota besar :-?
30 January 2014
Lotus, My Favorite Flower
Sekedar posting foto-foto bungai teratai yang ada di Mal Central Park tadi siang, tidak ada cerita khusus. Hanya saja buatku bunga ini adalah salah satu bunga favoriku.
... versi hitam putih ...
.. versi vintage, dengan effect bawaan kamera ...
Versi macro, sayang kurang tajam hasilnya. Lain kali meski bawa tripod nih :D
Ikkudo Ichi - First Impression
Beberapa hari lalu sempat melihat ada restoran ramen baru di Lantai 3 mal Central Park. Di mal ini ada beberapa tempat yang menjual ramen, tapi buatku belum ada yang benar-benar terasa mantap. Bahkan ramen di Takigawa pun rasanya kurang nendang buatku.
Aku pesan ramen Butta Kara, yup tidak halal, dan ramen jenis ini sedikit lebih pedas dibanding yang lain. Meskipun mangkoknya besar, tapi menurutku isi mienya tidak menipu. Kurasa mie yang diberi cukup banyak, tidak seperti di tempat warna merah yang sebelumnya membuatku kecewa karena porsi mi yang sangat sedikit. Kuahnya kental dan rasanya sangat bisa kunikmati. Selain itu, aku rasa daging yang diberikan juga lebih banyak, setidaknya aku hitung ada sekitar 4 iris. Puas deh.
Soal harga, tentu lebih mahal kalau dibanding bakmi Aldo atau Mie ayam DKI. Tapi untuk ukuran makan di mal, masih wajar lah. Porsi yang aku makan seharga sekiar 53 ribu. Kenyang.
Jadi kurasa ini ramen paling enak yang diantara ramen lainnya di mall ini. Tenang, selain daging babi, ada juga pilihan daging ayam. Tapi entah apakah alat masaknya dipisah atau gak, itu kurang tahu.
26 January 2014
A Girl Playing Chinese Instrument
Beberapa hari lalu aku "mbatin", kok menjelang imlek mal-mal jarang memutar lagu mandarin, tidak seperti waktu menjelang Natal atau Lebaran. Eh, hari ini di Plaza Semanggi ada perempuan memainkan lagu mandarin dengan alat musik tradisional. Sayang aku hanya mendengar sambil lalu saja, tidak sempat menikmatinya.
Akupun tidak tahu pasti nama alat musik yang digunakan. Setahuku sih cuma kecapi.
Ada yang mengenal pemainnya? hehehe .... (iseng).
--
Update : setelah googling sebentar, ada yang bilang ini namanya Zheng, atau ada juga yang bilang Guzheng.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Bintaro View From Gramedia Building
Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...
-
Patung khas suku Asmat (kalau gak salah) terlihat berdiri kokoh dari gerbang keberangkatan terminal 2D bandara Soekarno Hatta Cengkaren...
-
Pagi ini perlu menjadi saksi dalam sidang perceraian kakakku di daerah Cibinong, dan biar hemat aku putuskan naik kereta api. Sebenarnya ...
-
Meskipun dekat rumah, sudah agak lama aku gak ngajak El jalan-jalan ke Bintaro Exchange Mall (BXC), meskipun hampir tiap hari melewatinya...























