13 October 2013

Universal Studio Singapore : Treasure Hunter


Pemandangan bernuansa Mesir Kuno ini (mungkin juga Mesir sekarang masih seperti ini, maklum, belum pernah ke Timur Tengah) adalah bagian dari wahana Treasure Hunter. Wahana ini berada dalam satu area Mesin Kuno, berseberangan dengan wahana Mummy.


Waktu kami mau masuk wahana ini, tertulis kalau waktu tunggu normal 45 menit. Waduh, lama banget, jadi penasaran apa menariknya wahana ini. Untunglah, dengan tiket Express, kami cukup menunggu 15 menit. Ternyata yang membuat waktu tunggu cukup lama adalah keterbatasan alat (kendaraan) yang digunakan, sehingga ya pengunjung harus menunggu giliran.


Wahana ini sebenarnya sangat sederhana dan santai. Bertolak belakang sekali dengan wahana Revenge of the Mummy. Di sini kita hanya naik kendaraan klasik, dalam satu jalur rel yang tidak terlalu berkelok-kelok, dengan nuansa kuno ibarat sedang berpetualang mencari harta karun di benua Afrika. Meski sempat kaget dengan beberapa patung ular, macan dan buaya, tapi ya sebatas itu saja. Perjalanannya pun kurasa gak nyampe 10 menit. Rileks dan menyenangkan sebenarnya, tapi ya terlalu singkat, lebih lama waktu nunggunya :)

Universal Studio Singapore : Sci-Fi City


Roller coaster terbesar di Universal Studio Singapore tampak megah terlihat dari areal Far Far Away, dan wahana diberi nama Battestar Galactica. Roller coater itu, jadi satu dengan Transformer Ride berada di dalam areal Sci-Fi City. Sayangnya kami tidak berani mencobanya. Waktu melihat ada lebih dari satu lintasan yang menghadap ke bawah, nyaliku langsung ciut. Apalagi Andre dan istriku yang pada dasarnya takut ketinggian.


Masih di areal Sci-Fi City, ada satu lagi wahana yaitu Accelerator, semacam wahana bom bom car. Duh, sebenarnya aku pengen nyobain, tapi dah terlalu capek dan akhirnya kelupaan.


Kurang lebih beginilah bentuk roller coaster ini dari jarak lebih dekat. Entah mengapa ada warna merah dan biru, mungkin dua lintasan berbeda, atau sama. Anehnya, waktu kami mondar-mandir di wahana ini, kami tidak sempat melihat ada pengunjung yang mencobanya. Mungkin pengunjung lain juga ciut nyalinya, atau mungkin juga wahananya lagi tutup.


Meskipun gak sempat nyoba naik roller coaster merah biru itu, setidaknya foto bareng dulu lah di depannya hehehe...

Universal Studio Singapore : Transformer the Ride


Yeah .... akhirnya sampai juga di wahana Transformer : the Ride. Berkali-kali bosku bercerita bagaimana menariknya wahana ini, malahan dia menyarankan agar aku masuk ke wahana ini dulu sebelum mencoba yang lainnya. Jadi gak sabar. Langsung saja aku manfaatkan tiket Express agar gak perlu antri terlalu lama.


Mbak-mbak berseragam orange ini tampaknya baru saja mejeng bareng di depan salah satu patung autobot berwarna biru. Penasaran juga, siapa robot ini ya? Kayaknya sih bukan Optimus Prime :-?



Ok, ini juga merupakan wahana 4D, jadi harus pakai kacamata hitam meskipun di dalam ruangan :), hanya saja di sini dikombinasikan antara roller coaster dan sinema 4D. Jadi tidak hanya diam seperti di bioskop, tapi sambil naik kendaraan layaknya di roller coaster. Di sini kita berpetualan layaknya sedang berada di dalam salah satu robot autobot dan bertarung melawan kawanan decepticon. Pokoknya keren banget, kualitas gambar 3D dan petualangannya sangat seru. Sayangnya waktunya tergolong singkat. Seorang bocah di depanku langsung nyeletuk "Mau lagi" ketika petualangan berakhir. Yup, dia bocah dari Indonesia juga :)


Eh, pas meninggalkan wahana ini pas ada Bumblebee. Sayangnya begitu banyak orang yang antri untuk berfoto bersama, jadinya sudah mendapatkan foto robot ini saat sendirian. Ya sudah, biarlah mbak satu ini ikut nampang di blog ini hehehe

Universal Studio Singapore : Revenge of the Mummy


Dari areal Far Far Away, kami langsung menuju ke Areal Mesir Kuno. Sebetulnya ada satu areal diantaranya, tapi karena sedang menampilkan tema Halloween, kami tidak berani mengunjunginya :)


Kalau dipikir-pikir, areal Ancient Egypt ini tampak megah. Patung-patung dan bangunan-bangunan yang ada di sini tampak megah. Di areal ini ada dua wahana yang sangat bertolak belakang Yang pertama kami kunjungi adalah wahana yang tampak seram "Revenge of the Mummy".


Ada aja ulah turis, salah satunya pasangan pengunjung ini, nekat foto gendong-gendongan.  Sebelum sang wanita berhasil naik di pundak sang pria, dia sempat terjatuh waktu mencobanya, mungkin karena terlalu buru-buru. Tapi tetap saja mereka cuek.


Waktu pertama masuk ke wahana ini, aku pikir ini gak beda seperti Madagascar, cuma menampilkan cerita tentang film Mummy yang agak seram. Makanya aku sempat heran kok gak boleh bawa tas dan gak boleh merekam. Eh, ternyata ini adalah roller coaster di dalam ruangan gelap.

Aku benar-benar terkejut waktu berada di wahana ini. Awalnya masih santai waktu mendengar sound effect dan tata cahaya yang agak seram. Eh, mendadak kereta yang kami naiki langsung bergerak cepat dan meluncur layaknya roller coaster, hanya saja karena gelap, kami tidak bisa melihat arah pergerakan kereta. Yang lebih mengejutkan, ada bagian disaat kereta mendadak berhenti dan mundur, dan langsung bergerak berputar masih dalam posisi mundur. Wah, baru kali ini aku merasakan roller coaster mundur :)


Tapi harus aku akui, wahana ini sangat menyenangkan meskipun mengejutkan. Pantas saja setiap pengunjung dilarang membawa tas. Untunglah sudah disediakan loker bagi setiap pengunjung, dan satu jam pertama loker itu gratis.


Ada dua kru yang menampilkan tokoh anubis, prajurit berkepala anjing, yang berwajah garang dan ganas.


Selain itu rupanya ada juga kru yang memerankan bangsawan Mesir Kuno, atau mungkin memerankan Firaun. Meskipun berwajah dingin, tapi mereka tidak segalak anubis :)

Universal Studio Singapore :Far Far Away


Areal berikutnya setelah Madagascar adalah Far Far Away. Ini juga mengambil tema dari film, yaitu film Shrek. Di sini juga ada beberapa wahana dan tempat yang bisa dikunjungi, tapi kami hanya mengunjungi satu wahana.


Seorang penjaga tersenyum sambil membawa boneka Shrek (yang tidak seram) sambil mempersilahkan pengunjung untuk memasuki wahana Shrek 4D. Kali ini aku memanfaatkan tiket Express dan mendapatkan jalur antrian yang jauh lebih pendek.


Sebelum memasuki studio dan menyaksikan sinema 4D, kami diberi pengantar dulu tentang cerita yang akan disaksikan. Di sini masih boleh motret, tapi di dalam studio sudah tidak boleh lagi memotret ataupun merekam.

Bisa dibilang ini pengalaman pertama nonton film 4D. Ceritanya singkat tapi cukup seru, tentang petualangan Shrek menyelamatkan Viona yang diculik hantu musuhnya (lupa namanya). Paling sebel saat adegan Donkey bersin, pakai acara disemprot air segala. Berasa tersindir, sebagai orang yang sering bersin-bersin :D


Boneka-boneka Donkey dan Naga dijejer di tempat penjualan souvenir. Lucu memang, tapi aku bukan fans mereka. Lagipula harga souvenir di sini malah, jadi harus berpikir masak-masak untuk membelinya.


... narsis bentar ah di depan patung raja kodok .... bela-belain berpanas-panas bentar ... (nyemplung di kolam tampaknya seger tuh)


Nah, ini wahana roller coaster yang ada di area Far Far Away. Meskipun termasuk mini dan tidak terlalu menyeramkan dibanding halilintar, tapi karena istriku masih enggan, jadi kamipun tidak mencobanya. Lagipula cuaca lagi panas terik, dan badan sudah mulai capek waktu kami lewat sini lagi.

Universal Studio Singapore : Madagascar


Wahana pertama yang kami kunjungi adalah Madagascar : A Crate Adventure. Ini harusnya wahana paling akhir, tapi kami ambil arah belok kiri setelah masuk, bukannya ke kanan. Di sini kami lupa memanfaatkan kartu Express, jadinya antri pakai jalur biasa. Untung pengunjung waktu itu belum banyak, jadi tidak lama menunggu.


Wahana ini tidak terlalu menantang, cuma naik perahu seperti halnya wahana Istana Boneka di Dufan. Tapi tentu saja hiburannya lebih atraktif dan menarik, menyajikan ulang film pertama Madagascar, tentang petualangan Alex, Marty, Melman dan Gloria :)


Hiasan di depan perahu ini sederhana, tapi tampak eksotik dan keren.


Di wahana ini tidak ada larangan memotret. Jadi aku coba memotret sebisa mungkin, dalam kondisi cahaya yang kurang dan perahu yang bergerak terus. Hasilnya tentu saja tidak terlalu maksimal. Aku enggan menggunakan lampu kilat, takut mengganggu pengunjung lainnya.


Sambil melewati setiap adegan yang ada, dengan sound effect dan tata cahaya yang bagus, aku coba mengingat-ingat kembali bagaimana cerita di film ini. Sayangnya aku gak berhasil mengingatnya. Sepertinya harus nonton lagi nih.


Waktu melihat air mancur menutupi jalur kapal, semua berpikir bakal basah kuyup. Wah, aku sudah siap-siap mengamankan kamera. Untunglah, waktu kami melewati "gerbang" itu, airnya berhenti mengalir, menyisakan cipratan kecil di sisi kanan-kiri. Jadi praktis cuma yang duduk di paling pinggir yang agak kena air :)


... akhir dari petualangan ... Tidak terlalu menegangkan tapi tetap menarik. Harusnya memang cocok untuk dinikmati di bagian akhir, jadi seperti relaksasi setelah menikmati wahana-wahana yang (katanya) lebih menegangkan.


Oh ya, ada wahana lain di areal Madagascar ini yaitu Marry-Go-Round, komedi putar, dengan tema Madagascar. Tapi kami sudah malas antri, jadi melewatkannya saja.

Universal Studio Singapore : Hollywood


Melewati gerbang pintu masuk, kita akan langsung memasuki areal Hollywood. Karena belum pernah ke Hollywood, aku gak tahu mengapa tempat ini disebut begitu. Kanan kiri tampaknya cuma berisi toko-toko dan restaurant. Mungkin bangunannya mirip gedung-gedung di kota itu.


Popcorn dan minuman bersoda selalu identik sebagai teman nonton film di bioskop. Mungkin itulah sebabnya gerai makanan ini memakai tema popcorn.


Beberapa kali dalam sehari, Poo si Kungfu Panda gendut ini akan menyapa pengunjung di depan mobil popcorn dan mengijinkan pengunjung untuk berfoto bersama. Ekspresinya yang selalu tersenyum itu memang menggemaskan, lengkap dengan perut gendutnya :)


Katanya di Hollywood sana ada jalanan berisi nama-nama artis legendaris, dan di sinipun di buat replikanya di sepanjang trotoar areal ini.


Cihuyyyyy ... ketemu Marilyn Monroe .... hehehe (njuk arep ngopo??). Katanya memang di tempat ini sering menampilkan "replika" artis-artis legendaris Hollywood, baik yang masih ada ataupun yang sudah tiada. Pas kami hendak melangkah pulang, kebetulan ada "replika hidup" artis cantik yang pernah terkena skandal dengan salah satu presiden amerika (katanya juga).


Ini tentu saja bukan antrian buat beli sembako. Ini antrian untuk bisa berfoto bersama dengan si Marilyn Monroe. Andre juga ikut berfoto bersama. Aku lihat si artis pengganti itu cukup lihat berfoto, dia menampilkan gaya yang berbeda saat bersama orang yang berbeda, jadi gak kaku dan monoton.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...