10 July 2022

Kampus UPJ

Gedung kampus Universitas Pembangunan Jaya, yang alamatnya di Jl. Cenderawasih, tapi sebenarnya jalan masuknya lebih tepat di Boulevar UPJ yang notabene adalah jalan baru. 

Aku ingat dulu waktu kampus ini mulai dibangun, sekitar tahun 2015, kelihatan dari atas flyover Tegal Rota, penasaran gedung apa yang dibangun. Setelah selesai barulah tahu kalau ini kampus, bahkan nama UPJ saja aku baru tahu setelah kampus ini selesai.


Dari luar tampaknya hanya ada 2 bangunan utama. Selama ini aku belum pernah melihat lebih dekat, jadi belum tahu bagian dalamnya. Bangunan kampusnya tampak bergaya modern dan minimalis menurutku.


09 July 2022

Menjelajahi Jalur KRL Bagian Jakarta Utara

Beberapa penumpang terlihat berjalan kaki di antara rel kereta di stasiun Angke. Agak heran juga, sementara banyak stasiun yang sudah direnovasi dengan bagus (Palmerah, Kebayoran Lama, Pondok Ranji, bahkan Cisauk, misalnya), tapi stasiun ini tampak masih jelek, seperti tidak diperbaiki. Padahal menurutku, Angke adalah tempat yang menarik sebagai pusat pasar ikan. Tapi entahlah.

Sejak punya anak, aku sudah sangat jarang pergi ke Jakarta, ditambah lagi dengan masa pandemi,  praktis hampir tidak pernah bepergian. Nah mumpung saat ini pandemi sudah melandai dan ada kesempatan, aku ingin memanfaatkan waktu untuk menjelajahi transportasi umum di Jakarta, mulai dari Commuter Line. Selain murah, aku lihat perkembangan dan kenyamanannya tampak sudah berkembang.

Sejak dulu, jalur kereta yang belum pernah aku coba adalah jalur yang lewat bagian utara. Makanya hari ini aku mencoba naik kereta dari Tanah Abang menuju Duri - Angke - Kampung Bandan. Akhirnya sampai juga di stasiun yang kanan-kirinya seperti dikelilingi rawa.

Kereta dari stasiun ini mengarah ke Bekasi hingga Cikarang. Tapi hari ini aku gak sampai ke sana. Kebetulan di tengah jalan aku coba kontak Dessy, sudah lama gak ketemu, jadi siapa tahu bisa ketemuan sekedar nongkrong santai. Karena dia tinggal di Kemayoran, dia usul tempat di dekatnya. Jadi aku ke arah sana, meski belum tahu tempatnya. Bisa saja pakai taksi, tapi aku pengen nyoba pakai angkutan umum.

Berdasar info dari Maps, aku coba turun di Stasiun Rajawali. Dari sini jalan sebentar menuju jalan raya, kalau gak salah jalan industri. Sayangnya, dari situ aku bingung jalan menuju Kemayoran. Mau jalan kaki ternyata jauh juga. Akhirnya Dessy mengganti tempat ketemu, di Bakmi Aceng gak terlalu jauh dari tempat aku turun, jadi bisa jalan kaki.

Makan bakmi khas pontianak sambil ngobrol panjang lebar. Termasuk soal adiknya yang sakit dan harus dirawat di Surabaya, terus sekarang balik lagi dirawat di Jakarta, tinggal di Kalideres. Makanya setelah kami makan siang, dia mau ke Kalideres untuk mengantar beberapa barang.

Karena aku gak ada agenda lain, aku ikut saja ke arah Kalideres naik Grab, tapi turun di St. Taman Kota.

Agak lama nunggu kereta di stasiun Taman Kota, jadi aku menjelajah sekitar stasiun dulu. Ada yang pelihara burung dara di samping stasiun, dan dibiarkan berkeliaran sehingga beberapa tampak bermain di sekitar stasiun.


Dari Taman Kota aku naik kereta ke arah Duri, pindah ke Tanah Abang, terus lanjut ke St. Jurangmangu dan pulang. Sampai rumah sudah sore, perjalanan yang melelahkan tapi lumayan menyenangkan.

Bakal ada penjelajahan lebih lanjut selagi ada waktu.
 

07 July 2022

Roti Bakar Akung

Tampak kantor pemasaran dari apartemen yang dibangun oleh PP di Jalan Merpati Raya, pas dekat pertigaan (sekarang jadi perempatan) dengan Jalan Aria Putra, persis di samping sekolah Tanah Tingal.

Hari ini aku ajak anak-anak mencoba main di cafe Roti Bakar Akung, yang ada di sebelah kantor pemasaran itu.

Seperti biasa, pesan es teh manis dan kentang goreng buat anak=anak, sementara aku pesan kopi dan juga roti bakar.

Ada tempat di lantai atas yang penuh kursi dan meja, dan banyak colokan listrik sehingga cocok bagi yang ingin kerja bawa laptop. Aku sih gak nyoba internetnya, karena memang cuma mau main saja. Tapi kalau melihat dari struktur atapnya, ada kemungkinan kalau hujan deras berangin bisa tampias.


 Selain itu juga banyak kursi buat nongkrong di taman, yang cukup teduh dengan adanya pepohonan besar yang rindang. Ada ayunan yang digantung di salah satu pohon besar, ya lumayan buat mainan anak-anak sebagai hiburan karena tidak ada tempat khusus bermain bagi anak-anak.

Ada juga panggung musik, katanya sih biasa ada live musik kalau akhir pekan. Memang kalau malam tempat ini kelihatan menarik, tapi entah banyak nyamuk atau gak.

Masa Pengenalan Sekolah - SD dan TK

Sebelum jam 6 pagi El dan Fe sudah bangun, mandi dan bersiap ke sekolah. Meskipun belum mulai pelajaran resmi, tapi hari ini mereka berdua bersama-sama berangkat sekolah untuk mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah. Meski beda jenjang (SD dan TK), tapi karena berada di sekolah / yayasan yang sama, jadi waktunya juga dibuat sama. Sekolah mulai jam 7 pagi.

El masih memakai baju TK yang lama, sedang Fe sudah pakai seragam TK yang baru.

Masih mengikuti protokal kesehatan, sebelum masuk, mereka cuci tangan dulu. Setelah cuci tangan, aku lepas (tinggal) mereka bersama dengan para guru masing-masing. Terutama El, karena memang sudah biasa sejak TK, setelah masuk lingkungan sekolah, aku biarkan sendirian tanpa harus ditunggu.

Tampak beberapa orangtua murid masih menunggu anak-anak mereka, katanya sih ini hal biasa bagi para orang tua di hari pertama anak mereka masuk sekolah. Bagiku sih agak aneh, entah mengapa. Bahkan saat El masuk ke playgroup dulu, aku langsung tinggal pulang, karena aku pikir dia akan senang bermain dan lagipula ada para guru yang mengawasi. Mungkin karena waktu kecil aku juga seperti itu, tidak ingat pernah ditungguin orangtua saat sekolah, pulang sekolah juga pulang sendiri bareng teman-teman.

Hanya saja aku mulai berubah pandangan waktu Andre bercerita saat dia pertama masuk sekolah dulu. Katanya dia takut-takut, mau apa-apa serba takut atau malu, jadi harus menengok ke luar untuk bertanya ke ibunya. Misal mau pipis, yang diminta tolong ibunya dulu, baru ibunya menyuruh bilang ke guru. Begitulah, tidak semua anak cukup mandiri dan terbiasa pisah dari orangtua dan akrab dengan orang lain.

Untunglah, dengan bekal pengalaman El di TK, dan beberapa kali Fe juga ikut, mereka bisa dibilang terbiasa ditinggal orangtua dan bermain di kelas dengan biasa tanpa harus tergantung dengan orangtua. Jadi setelah aku drop mereka, aku tinggal pulang.

El diminta memperkenalkan diri di acara pengenalan lingkungan sekolah ini, bergantian dengan murid-murid lain. Foto dikirim oleh guru wali kelas via group WA.

Sekitar jam 9 aku jemput Fe pulang. Lumayan juga 2 jam. Fe tampak enjoy di sekolahan.


Nah ini waktu aku jemput El dari sekolah, kalau gak salah jam 9.30. Meski tidak semenarik waktu di TK, tapi setidaknya hari pertama ini belum berat karena belum ada pelajaran resmi.


 Sampai rumah, tak lama kemudian Fe tidur di sofa. Dia memang masih belum terbiasa bangun pagi, lagipula biasanya juga masih sering tidur siang. Ini malah belum sempat ganti baju, sudah kecapekan dan ngantuk hehehe.

05 July 2022

Makan Siang di Cisauk

Kadang, kalau ingin makan daging b2 tanpa lewat GoFood, aku pergi ke Cisauk,lebih tepatnya di Pasar Intermoda BSD. Tinggal naik kereta, terus jalan kaki dari stasiun Cisauk. Salah satu kedai yang aku coba siang ini adalah Be'Guik. Nasi, daging, sambal hijau dan lalapan. Karena sambal hijau, tidak terlalu pedas, jadi aku bisa menikmati dagingnya yang enak. Puaslah, untung tempatnya jauh, kalau dekat rumah bisa lebih sering lagi makan ini hehehe.


Mungkin karena siang hari di hari kerja, jadi foodcourt di Pasar Modern ini masih tampak sepi, lagipula masih pandemi meskipun sudah mulai longgar.

Aku ke sini sambil ajak anak-anak, mumpung mereka masih liburan, lagipula bingung cari aktivitas bermain bagi mereka. Jadi iseng saja naik kereta, meski cuma 4 stasiun. 


Anak-anak sempat bermain pasir di salah satu gerai, di lantai bawah bagian tengah. Selanjutnya mereka juga bermain mobil-mobilan.



Waktu berangkat, cuaca lumayan cerah dan panas, Tapi saat kami hendak pulang sore harinya, langit sudah tampak mendung, jadi harus buru-buru biar gak kehujanan.


 Di perjalanan Fe sempat tertidur dalam kereta, padahal cuma dekat, tapi ya mungkin sudah terlalu capek dan hawa di dalam kereta lumayan mendukung. Pas waktu sampai St. Jurangmangu Fe belum juga bangun, terpaksa aku gendong. Pas sebelum keluar dari stasiun dia bangun, jadi gak terlalu repot waktu naik motor.

03 July 2022

KidZilla Bintaro Plasa

Siang ini aku ajak anak-anak main ke Mal Bintaro Plasa, sekalian makan siang. Mumpung kerjaan lagi gak banyak, dan bisa dibilang ini saat liburan bagi anak-anak sekolah. Minggu depan mereka sudah mulai rutin masuk sekolah lagi.

Di sini mereka minta bermain di Kidzilla, ya sudah, aku ijinkan saja. Tiket per orang kalau gak salah 75 ribu, ditambah beli kaos kaki sepasang 10 ribu. Tempatnya lumayan ramai dengan anak-anak, termasuk para orang tua yang mendampingi mereka. Paling sering main di kolam bola plastik ini.

El lagi mencoba bermain toko-tokoan, jualan jus dan beragam makanan.

Mobil-mobilan ini termasuk jadi mainan favorit anak-anak, jadi sempat berebut mainan. Aku minta Fe untuk sabar menunggu, dan untunglah akhirnya sempat juga mainan ini kosong. El sudah tidak muat lagi masuk di dalamnya, jadi dia mendorong adiknya saja berkeliling.


 Yang penting hepi, bersyukur masih bisa menemani anak-anak bermain dalam kondisi seperti ini.

Setelah waktu selesai, mereka sebenarnya masih ingin main di mall, terutama di tempat bermain lainnya, tapi aku ajak pulang karena sudah sore dan waktunya beres-beres dan mandi.

02 July 2022

Jalan Pagi Dengan Sepatu Rusak

Pagi ini jogging pagi-pagi, start dari depan kampus UPJ, berhenti sejenak saat melihat pohon dengan warna hijau memanjang di rantingnya. Samar, karena cuaca agak mendung dan tempat agak jauh, tapi aku kira itu adalah ular hijau. Sengaja aku jogging bawa kamera, jadi aku motret. Meski kepalanya gak kelihatan, tapi sepertinya ini bukan sekedar daun. Aku beranjak pergi tanpa memastikan.

Melintasi samping stasiun Jurangmangu, aku menuju mal BXC, terus ke arah Taman Menteng. Melewati hutan di samping perumahan itu, yang sejauh ini masih dijaga (belum dijadikan cluster) sehingga cukup sejuk, dan jadi tempat mangkal beberapa ojek online.

Sejak pagi cuaca bercampur antara panas dan mendung.

Sampai arah Lotte Mall, aku belok ke arah Bintaro Sektor 9. Aneh juga melihat ada beberapa kuda dan penunggangnya melintas di jalan. Belakangan aku tahu mereka berkumpul di sekitar Giant, dan menawarkan jasa bagi anak-anak yang ingin naik kuda berkeliling.


 Dari perempatan dekat Harihari aku balik arah lagi ke mall BCX dan pulang, kali ini menyeberang lewat fly over di atas tol dan kereta api. Tampak sepatuku kondisi solnya makin parah, meski sebelumnya sempat aku lem. Padahal kali ini tidak banyak lari, lebih banyak jalan kaki. Ya memang kualitas lemnya juga bukan yang khusus untuk sepatu, jadi  wajar kalau gampang rusak.

Setelah ini sepatu ini aku buang, toh masih ada beberapa sepatu lain yang selama ini aku simpan tapi jarang dipakai.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...