05 July 2022

Makan Siang di Cisauk

Kadang, kalau ingin makan daging b2 tanpa lewat GoFood, aku pergi ke Cisauk,lebih tepatnya di Pasar Intermoda BSD. Tinggal naik kereta, terus jalan kaki dari stasiun Cisauk. Salah satu kedai yang aku coba siang ini adalah Be'Guik. Nasi, daging, sambal hijau dan lalapan. Karena sambal hijau, tidak terlalu pedas, jadi aku bisa menikmati dagingnya yang enak. Puaslah, untung tempatnya jauh, kalau dekat rumah bisa lebih sering lagi makan ini hehehe.


Mungkin karena siang hari di hari kerja, jadi foodcourt di Pasar Modern ini masih tampak sepi, lagipula masih pandemi meskipun sudah mulai longgar.

Aku ke sini sambil ajak anak-anak, mumpung mereka masih liburan, lagipula bingung cari aktivitas bermain bagi mereka. Jadi iseng saja naik kereta, meski cuma 4 stasiun. 


Anak-anak sempat bermain pasir di salah satu gerai, di lantai bawah bagian tengah. Selanjutnya mereka juga bermain mobil-mobilan.



Waktu berangkat, cuaca lumayan cerah dan panas, Tapi saat kami hendak pulang sore harinya, langit sudah tampak mendung, jadi harus buru-buru biar gak kehujanan.


 Di perjalanan Fe sempat tertidur dalam kereta, padahal cuma dekat, tapi ya mungkin sudah terlalu capek dan hawa di dalam kereta lumayan mendukung. Pas waktu sampai St. Jurangmangu Fe belum juga bangun, terpaksa aku gendong. Pas sebelum keluar dari stasiun dia bangun, jadi gak terlalu repot waktu naik motor.

03 July 2022

KidZilla Bintaro Plasa

Siang ini aku ajak anak-anak main ke Mal Bintaro Plasa, sekalian makan siang. Mumpung kerjaan lagi gak banyak, dan bisa dibilang ini saat liburan bagi anak-anak sekolah. Minggu depan mereka sudah mulai rutin masuk sekolah lagi.

Di sini mereka minta bermain di Kidzilla, ya sudah, aku ijinkan saja. Tiket per orang kalau gak salah 75 ribu, ditambah beli kaos kaki sepasang 10 ribu. Tempatnya lumayan ramai dengan anak-anak, termasuk para orang tua yang mendampingi mereka. Paling sering main di kolam bola plastik ini.

El lagi mencoba bermain toko-tokoan, jualan jus dan beragam makanan.

Mobil-mobilan ini termasuk jadi mainan favorit anak-anak, jadi sempat berebut mainan. Aku minta Fe untuk sabar menunggu, dan untunglah akhirnya sempat juga mainan ini kosong. El sudah tidak muat lagi masuk di dalamnya, jadi dia mendorong adiknya saja berkeliling.


 Yang penting hepi, bersyukur masih bisa menemani anak-anak bermain dalam kondisi seperti ini.

Setelah waktu selesai, mereka sebenarnya masih ingin main di mall, terutama di tempat bermain lainnya, tapi aku ajak pulang karena sudah sore dan waktunya beres-beres dan mandi.

02 July 2022

Jalan Pagi Dengan Sepatu Rusak

Pagi ini jogging pagi-pagi, start dari depan kampus UPJ, berhenti sejenak saat melihat pohon dengan warna hijau memanjang di rantingnya. Samar, karena cuaca agak mendung dan tempat agak jauh, tapi aku kira itu adalah ular hijau. Sengaja aku jogging bawa kamera, jadi aku motret. Meski kepalanya gak kelihatan, tapi sepertinya ini bukan sekedar daun. Aku beranjak pergi tanpa memastikan.

Melintasi samping stasiun Jurangmangu, aku menuju mal BXC, terus ke arah Taman Menteng. Melewati hutan di samping perumahan itu, yang sejauh ini masih dijaga (belum dijadikan cluster) sehingga cukup sejuk, dan jadi tempat mangkal beberapa ojek online.

Sejak pagi cuaca bercampur antara panas dan mendung.

Sampai arah Lotte Mall, aku belok ke arah Bintaro Sektor 9. Aneh juga melihat ada beberapa kuda dan penunggangnya melintas di jalan. Belakangan aku tahu mereka berkumpul di sekitar Giant, dan menawarkan jasa bagi anak-anak yang ingin naik kuda berkeliling.


 Dari perempatan dekat Harihari aku balik arah lagi ke mall BCX dan pulang, kali ini menyeberang lewat fly over di atas tol dan kereta api. Tampak sepatuku kondisi solnya makin parah, meski sebelumnya sempat aku lem. Padahal kali ini tidak banyak lari, lebih banyak jalan kaki. Ya memang kualitas lemnya juga bukan yang khusus untuk sepatu, jadi  wajar kalau gampang rusak.

Setelah ini sepatu ini aku buang, toh masih ada beberapa sepatu lain yang selama ini aku simpan tapi jarang dipakai.

29 June 2022

Bakmi Jawa "Triyuss" Ben Tuman

Sajian capcay goreng, salah satu makanan favorit yang aku temukan di Bakmi Jawa Triyuss Ben Tuman, yang ada di Jl. Merpati Raya, gak jauh dari tempat persimpangan dengan jalan Boulevard UPJ, Sawah Baru, Ciputat. Selama ini aku selalu mencoba mencari warung bakmi Jawa, dan ini baru nemu. 


 Penjualnya dari Gunung Kidul selalu bergaya ala jawa dan masaknya pakai tungku arang. Meski biasanya aku mencari sajian bakmi godog kalau nemu warung bakmi jawa ini, tapi kali ini aku mau nyobain capcay goreng dulu, biar makan sayuran. Ternyata enak.

Entah mengapa, masakan jenis ini (capcay goreng) seperti de ja vu, seperti akrab dan pernah makan entah di mana dulu. Seingatku, jenis masakan capcay goreng yang berkesan bagiku hanya 2: di Balubur Bandung (waktu jaman kuliah) dan di simpang EJIB Cikarang (waktu kerja). Sepertinya memang ini lebih mirip dengan warung Ortega langganan kami saat kerja di Lippo Cikarang dulu.

Update: 

Selanjutnya sempat nyobain menu lain seperti bakmi goreng, bakmi rebus, dan bihun goreng. Tapi sejauh ini yang aku rasa paling cocok buatku memang hanya capcay goreng.

Akhirnya Ngopi di Kandank Jurank

Lapangan rumput di kawasan wisata Kandank Jurank sedang diperbaiki, jadi sementara ditutup. Sejak pindah ke Tangerang Selatan, aku sudah mendengar dan beberapa kali mampir ke tempat ini, tapi sekedar melihat-lihat, gak sampai benar-benar mampir. Sempat ragu juga sih, apakah masuk gratis atau tidak, dan sebagainya.

Hari ini menyempatkan diri mampir bersama anak-anak, sebagai bagian dari penjelajahan cafe di sekitar rumah. Tempatnya gak jauh dari sekolah El dan ada wahana bermain anak meskipun sedikit. Tapi di areal yang cukup luas itu, ada banyak tempat buat nongkrong bareng, atau sekedar menikmati pemandangan dan berbagai lapak pedagang juga ada, dibuat menarik dengan rumah-rumah mungil.

Aku cuma pesan kopi, teh, coklat (buat Fe) dan cemilan berupa mix fried (gorengan campur isinya kentang, singkong dan ubi). Sementara anak-anak aku biarkan bermain sendiri, aku menikmati kopi di sore yang sedikit mendung. Suasananya teduh dan asri karena banyak pohon, juga agak jauh dari jalan raya sehingga tidak terlalu bising. Sekitar tempat ini juga adalah perumahan warga, dan meski sebelahnya adalah jalan boulevar raya, tapi masih relatif sepi.

Tumben Fe minta minuman coklat, dan doyan juga. 

Menjelang pulang, aku lihat El membawa sebotol aqua. Kebetulan waktu itu ada anak-anak lain yang juga bermain, dan El bergabung dengan mereka. Malah El sempat ikut foto-foto bareng mereka, jadi aku sempat berpikir kalau aqua itu pemberian dari pengunjung yang lain. Pas mau pulang, seseorang menghampiri dan bilang kalau tadi El mengambil sebotol aqua dan belum bayar. Oalah, ternyata ambil sendiri. Padahal di kantong El sebenarnya ada uang 5000, pas dengan harga minuman itu, tapi ya karena gak pernah jajan sendiri jadi belum paham.


Bentuk lapak-lapak mungil yang sebagian ada yang mirip rumah pohon membuat El tertarik untuk naik dan bermain di sana. Tapi ternyata bagian atas rumah tingkat itu adalah untuk rumah tinggal, sementara bagian bawahnya menjadi warung. Jadi ya gak boleh sembarangan masuk ke sana, wong tempat pribadi. El sempat ngambek, tapi ya mau gimana lagi, emang gak boleh.


Btw, kunjungan kali ini cuma nyoba makan dan ngopi di salah satu lapak yaitu di Sadana Cafe. 

26 June 2022

Jogging Pakai Sepatu Rusak

Sudah lama aku gak jogging, terutama sejak ada anak-anak, ditambah lagi dengan datangnya pandemi. Padahal di rumah ada 3 pasang sepatu lari, meski beberapa adalah sepatu bekasnya Andre.

Nah pagi ini aku mulai bersemangat untuk jogging lagi, mulai dari awal karena dulu juga gak terlalu rutin. Eh, belum ada setengah kilo, sol sepatu sudah mengelupas. Walah .... gak pernah dipakai malah rusak gini. Aku mampir sebentar ke Alfa Midi beli lem serbaguna, terus mencoba ngelem sol sepatu itu, setidaknya buat pertolongan pertama saja biar pas jalan pulang gak terlalu parah.

Sebelum pulang mampir sebentar di warung soto Lamongan  Cak Gondrong di Tegal Rotan. Sempat nguping pembicaraan penjualnya, ada satu orang yang gak paham apa itu tongseng.  Masih muda sih, jadi mungkin belum sering bepergian dari kampung halamannya. Tapi jadi bahan pertanyaan, setahuku tongseng adalah hidangan yang cukup populer di Jawa, tapi ternyata tidak di Jawa Timur sana.

Ada orang yang sedang mencoba membersihkan sampah yang nyangkut di sungai di samping Bintaro Exchange yang penuh dengan sampah. Sampahnya kebanyakan dari daerah lain di atasnya, daerah perkampungan dan real estate kelas menengah yang warganya masih hobi buang sampah di sungai. 


 Cafe GoA dengan tata letak yang cukup unik, persis di samping stasiun Jurangmangu, mengambil tempat di lereng sungai. Jelas dikembangkan oleh orang yang jeli dan punya nilai seni. 

Update: belakangan baru tahu kalau pemilik cafe GoA ini adalah Dik Doank, orang yang sama yang punya Kandank Jurank, pantes saja.

25 June 2022

Jalan Pagi di Boulevard UPJ

Sabtu pagi, cuaca cerah, waktunya cari sarapan sambil jalan santai.

Berjalan di sepanjang jalan Boulevard UPJ ini membuatku teringat saat masih kerja di Lippo Cikarang dulu, kurang lebih 15 tahun lalu. Jalannya lebar, banyak pohon di pinggir jalan, tapi masih banyak lahan kosong.

Aku ingat dulu juga ada gundukan seperti ini, terus sebelahnya masih kosong berupa rawa, kadang ada beberapa burung liar.

Akhirnya sampai juga di ujung jalan, dan pas perempatan ada yang jualan makanan khas buat sarapan - nasi uduk dan kupat sayur. Aku beli kupat sayur saja. Pagi ini jalanan masih terasa sepi, padahal persimpangan ini lumayan padat saat jam sibuk.

Selesai makan jalan kaki lagi pulang lewat sisi satunya yang ada di tepi sungai. 


 Kampus UPJ.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...