05 September 2020

Tanaman dan Kucing

Maksud hati ingin ada tanaman dalam ruangan (indoor), yang tidak hanya mempercantik interior, tapi juga bisa member kesegaran udara.


Apadaya, kucing-kucing di rumah justru memanfaatkan tanaman itu untuk metabolisme tubuhnya. Jelas mereka bukan memakan daun-daun tanaman itu, tapi memanfaatkannya untuk membersihkan perutnya dari bulu-bulu yang masuk ke perut mereka. Setelahnya, daun-daun itu akan mereka muntahkan, dan biasanya disertai dengan bulu-bulu yang masuk ke perut mereka saat mereka mandi kucing.

Jadinya, seringkali tanaman itu mati karena dimakan kucing.



 Si tersangka yang tidak merasa bersalah, mungkin pikirnya tanaman itu memang sengaja diberikan untuk mereka. Dasar Lilo!

03 September 2020

Pisang dan Biskuit - Kuning

Iseng, ternyata menarik juga menggabungkan dua biskuit bulat dengan pisang di atas piring bundar, bisa memberi tampilan seperti wajah -- dengan mata dan mulut.



Mulut yang dihasilkan dari bentuk pisang bisa diatur apakah menjadikan wajah tersenyum atau cemberut. Seperti emoji.

 

31 August 2020

Bersepeda Sore-Sore

Sepeda roda empat.


Sepeda roda dua tanpa pedal - kick bike.



 Sepeda bmx anak roda dua.

30 August 2020

Nana Banana

Bosen di rumah saja, aku ajak bocah-bocah jalan-jalan sebentar naik motor. Salah satu tujuanku sebenarnya pengen beli tanaman di daerah Graha Bintaro. Tanpa rencana, kami mampir di sebuah kafe yang menjual menu pisang, sesuai nama tempatnya Nana Banana.


Aku beli jus - mangga dan stroberi - dengan harapan El atau Fe juga ikutan menikmati, tapi ternyata mereka tidak tertarik. Sempat tertarik dengan jus stroberi, tapi hanya mencicipi sedikit terus gak mau lagi.



Menu pisang goreng plus keju yang aku pesan juga tidak menarik bagi kedua bocah itu, jadi aku sendiri yang makan. Setelah agak lama mereka bosan, ya sudah, pulang saja.

29 August 2020

Situ Bungur yang Rapi

Akhirnya revitalisasi Situ Bungur sudah selesai beberapa minggu lalu, jogging track dengan konblok lumayan rapi mengelilingi danau, memudahkan warga yang ingin sekedar jalan-jalan atau jogging. Juga ada papan nama dan sedikit lahan parkir. Areal kumuh dekat pemukiman warga, yang dulunya penuh dengan kotoran unggas, juga dirapikan -- konsekuensinya beberapa pohon juga harus disingkirkan. Kawasan pedagang juga dirapikan, untuk sementara, tapi aku sih yakin, bakal muncul lapak-lapak pedagang kaki lima, apalagi kalau tempat ini ramai pengunjung.


Pagi-pagi aku iseng jalan-jalan ke sana, Fe yang sudah bangun ikutan. Sayangnya, meskipun baru sekitar jam 8 pagi, matahari sudah terasa panas menyengat. Jadi aku batal jalan memutari danau, apalagi ada Fe. Cuma main di pelataran ini saja, foto-foto sebentar terus pulang.




Awalnya sengaja bawa mainan superhero, Superman dan Ironman, buat foto-foto. Sayangnya, pas aku letakkan di huruf-huruf yang ada, figur Superman jatuh ke danau. Ya sudah, good bye.
 

28 August 2020

Bermain Bola di Masa Pandemi

Pemberlakuan pembatasan sosial, termasuk aktivitas belajar secara daring/online dari rumah, membuat anak-anak memiliki lebih banyak waktu di rumah. Tentu saja membuat bosen dan juga kesempatan untuk bermain dengan rekan-rekan sebaya di lingkungan. Salah satu aktivitas yang digemari saat sore hari adalah bermain bola di lapangan. Padahal sebelumnya, lapangan ini sempat lebih sering sepi, kalaupun ada yang memakai biasanya anak-anak dari luar kompleks.


Belakangan hampir tiap sore, hingga maghrib, anak-anak rutin bermain sepakbola seadanya. Pesertanya dari anak-anak SD hingga SMA. Kalaupun ada orang tua yang ikutan, paling cuma aku dan Pak Reza.



 Selain sepakbola, kadang juga ada yang bermain layang-layang. Kalau jumlah anak kurang banyak untuk bermain sepakbola, mereka melakukan permainan lain. Untunglah, sejauh ini kompleks kami masih dalam zona hijau.

27 August 2020

Pesawat Foam Plus Mesin

Mumpung ada flash sale, jadi aku beli mainan ini, tanpa mengharap mainan yang bagus, toh harga murah. Ternyata mainannya bagus. Sekilas kayak mainan pesawat dari foam/busa yang di warung harga 5000an, tapi ini beda.


Desainnya bagus, busanya juga lebih kokoh dan tebal. Tapi yang paling menarik adalah ada mesin kecil untuk menggerakkan baling-baling di belakang. Mesin itu ada baterai yang bisa diisi ulang, jadi meskipun cuma tahan sebentar, tapi cukup menyenangkan untuk bermain.

Saat aku menunjukkan ini ke El, dia senang sekali. Apalagi melihat pesawat ini bisa terbang meski hanya berputar-putar sebentar.



Pas pertama aku bawa ke lapangan, pesawat ini sempat hilang. Dia melaju ke atas, terlalu tinggi sampai aku kira tersangkut di pohon jambu di lapangan. Sudah dicari-cari, bahkan aku sempat manjat pohon, tetap gak ketemu. Ternyata dia tidak nyangkut di pohon, tapi terus melaju dan jatuh di jalanan, ditemukan oleh anak-anak kampung yang lewat. Mereka mengembalikannya karena tahu kalau mainan itu punya El.

Tapi besoknya mainan ini hilang, padahal cuma dimainkan di sekitar mushola. Mendadak pesawat mainan ini melaju ke atas, naik ke atap mushola. Karena panas, aku enggan mencarinya, dan niatnya bakal mencari kalau sudah sore, pas sudah agak dingin. Eh, sore hari pas aku cari, sampai naik ke atap mushola, pesawat ini gak ada. Sepertinya dia tidak nyangkut di atap mushola, tapi terbang jauh dan jatuh di tanah, terus diambil oleh orang lain yang gak tahu pemiliknya. Sejak itu kami tidak pernah melihatnya lagi.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...