08 July 2020

Nectarine

Beli buah ini di supermarket Harihari dengan harga yang termasuk murah karena penasaran. Selain itu warna dan bentuk buahnya juga menarik, jadi aku mengharapkan rasa buah yang mirip-mirip apel atau pir. Namanya Nectarine.


Rasanya ternyata tidak mengecewakan, - manis sedikit kecut, tekstur buah hampir mirip dengan pir hijau. Lebih kriuk dibanding apel, mungkin karena masih segar. Belum paham apa khasiatnya, yang jelas lumayan bikin kenyang dan menyegarkan dinikmati di cuaca panas.


Entah apakah ada yang sudah mencoba membudidayakan di sini atau tidak, tapi sepertinya buah ini menarik. Aku pernah makan buah persik, dan rasa maupun teksturnya masih lebih enak nectarine ini.



 Sayangnya buah ini tidak mudah dijumpai, mungkin musiman, mungkin karena impor juga, apalagi dibanding dengan apel, jeruk, pir dan anggur yang relatif selalu ada sepanjang musim, meski  harganya bervariasi.

06 July 2020

Sate Kambing dan Tongseng

Aku tidak terlalu memilih soal makanan, meski setelah sekian lama tentu saja ada beberapa makanan yang tidak aku sukai dan ada yang "paling" aku sukai. Jadi kalau lagi gak mood dengan makanan yang ada di rumah, ada beberapa jenis makanan di sekitar rumah yang bisa membangkitkan selera makanku.


 Salah satunya adalah Sate Kambing dan Tongseng Kambing. Meski mungkin rasanya tidak terlalu mirip dengan rasa makanan yang aku nikmati di Jogja/Solo, tapi tongseng di warung dekat Bintaro Exchange Mall ini lumayan sesuai dengan lidahku. Harganya masih terjangkau juga.

Tapi ya gak berani sering-sering ke sini ... bikin gemuk badan dan tipis dompet hehehe.

01 July 2020

New Job, New Office

Hari ini memulai lembaran baru, bekerja di tempat yang baru. Setelah lebih dari 5 tahun tidak terlalu mendalami SFDC, kali ini aku kembali nyemplung ke dunia konsultan SFDC. Tentu saja bakal butuh waktu untuk membiasakan kembali, mengingat kembali sekaligus mengejar ketinggalan karena sepertinya banyak fitur baru dan teknologi baru yang diterapkan di sana.


Tidak hanya bos baru, tapi aku juga memutuskan untuk pindah ke ruangan baru - masih di rumah tentu saja. Aku merapikan kamar bekas gudang di lantai atas dan memakai sebagai kantor.



 Selain ingin memulai suasana baru, aku berharap dengan tempat baru ini aku bisa lebih fokus bekerja karena tidak terlalu bising dengan suara anak-anak. Apalagi El dan Fe sudah bisa bermain dengan bibi dan Andra (yang sepantaran), tanpa harus diawasi terus-terusan. Meski demikian, tetap saja mereka sering singgah dan bermain di lantai atas ini, tidak masalah juga buatku.

Ya, tempat ini memang lebih terhindar dari kebisingan bocah-bocah, tapi ternyata dengan posisinya di atas, tempat ini lebih bising oleh suara-suara toa yang banyak bertebaran di sekitar kompleks, terutama toa dari mushola di kompleks. Ah, sudahlah.

16 June 2020

Masker - Outfit Wajib di Masa Pandemi

Mengajak anak untuk mengenakan masker saat bepergian adalah tantangan tersendiri. Jangankan bagi anak-anak, orang dewasa saja sering menganggap masker itu merepotkan dan enggan memakainya. Untunglah El dan Fe termasuk mudah disuruh memakai masker. Aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang Corona, Covid-19, virus, sakit dan sebagainya - yang bahkan sejauh ini tidak mereka pahami. Aku cukup "mengancam", kalau gak mau pakai masker ya gak boleh main hehehe. Sempat ada tetangga yang "memuji", karena mereka juga mengalami kesulitan meminta anak mereka yang masih kecil memakai masker.



Bagi sebagian orang, memakai masker adalah pemaksaan, pengekangan akan kebebasan. Bagiku, setidaknya di masa pandemi ini, memakai masker adalah pilihan untuk berperan bagi diri sendiri dan orang lain. Ini adalah salah satu tindakan murah meriah yang bisa kita lakukan untuk ikut "berperang" melawan pandemi Covid-19, selain tentu saja dengan "rebahan" di rumah.

Lagipula, memakai masker itu tetap bermanfaat, terlepas adanya virus Covid-19 atau tidak, mengingat bagaimana kondisi polusi udara di sekitar kita saat ini. Jadi membiasakan memakai masker akan bermanfaat ke depannya, untuk kita lebih peduli menghadapi polusi udara yang sulit dihindari.

NB: masker yang dipakai saat ini memang sekedar fashion, tidak memenuhi kaidah kesehatan, tapi aku rasa sudah cukup lumayan untuk melatih mereka. Saat bepergian lebih jauh, misal ke pasar, aku akan meminta mereka memakai masker yang lebih aman.

14 June 2020

Kolam Mini dan Kucing Liar

Konon, dalam keyakinan tertentu, ada pahala bagi mereka yang menyediakan minuman bagi kucing liar. Tanpa mengharapkan pahala, salah satu alasan aku membuat kolam mini di depan rumah adalah juga untuk menyediakan tempat minum bagi kucing-kucing liar yang sering berkeliaran di kompleks. Beberapa kali aku mencoba menyediakan air dalam wadah khusus, tapi seringkali wadahnya kosong karena lupa diisi, atau karena dibersihkan sama pembantu. 


 Sementara kolam kecil seperti ini, asalkan tidak ditinggal pergi ke luar kota dalam waktu lama, seharusnya bakal selalu terisi air. Paling-paling airnya saja yang berkurang saat musim kemarau kalau aku lupa mengisi ulang, tapi setidaknya air tetap tersedia.

03 June 2020

Piknik di Dekat Rumah Saja

Menikmati masa menganggur, yang syukurlah akan segera berakhir, aku sempatkan sebanyak mungkin bermain dengan anak-anak. Berhubung banyaknya pantangan di masa pandemi, bermain ya cukup di rumah saja. Meski mendung, kedua bocah ini tetap ngajak bermain, jadi aku suruh mereka membawa payung.


Bermain dengan payung ternyata cukup menyenangkan, setidaknya memberi alternatif alat bermain - tapi harus diawasi benar-benar agar tidak rusak. Ini sekaligus memberi inspirasi objek foto yang menarik.



Genangan air merupakan wahana bermain yang menarik bagi anak-anak, apalagi salah satu tontonan favorit mereka - Peppa Pig - sering menceritakan keseruan saat bermain dengan genangan air. Berhubung mereka berdua baru saja mandi, dan aku gak mau repot memandikan kembali mereka, tentu saja aku melarang mereka bermain genangan air.



 Jadilah di sini, di lapangan yang sepi, bermain piknik-piknikan dengan payung.

Yang penting hepi dan gak di rumah melulu nonton tivi.

01 June 2020

Revitalisasi Situ Bungur

Di tengah pandemi, ternyata proyek revitalisasi Situ Bungur tengah berlangsung. Beberapa alat berat terlihat bekerja seharian di sekitar danau, tidak hanya menguruk isi danau, tapi juga meratakan tepian danau.


Agak disayangkan bahwa tepian danau yang asri oleh pepohonan harus lenyap, - kemudian akan menjadi jogging track. Saat proses belum berlangsung, tentu saja pemandangan jadi jelek - gersang dan berantakan. Moga saja revitalisasi ini membawa perbaikan dan tetap bisa menjadi asri dan alami, sekaligus makin bisa dinikmati setiap orang.



 

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...