I just try to capture an ordinary life --- moments, things, places, peoples, etc. --- with a simple skill
I believe that we can find many interesting things in life, even in a very simple thing.
08 August 2017
Jalan Pagi di Bintaro Exchange Mall
Mumpung sempat bangun pagi, lebih tepatnya dipaksa bangun sama bocah, iseng ngajak dia jalan-jalan di Bintaro Exchange Mall (BXC). Meskipun mall belum buka, tapi taman luas di sebelah barat mall itu lumayan enak buat jalan-jalan, nongkrong dan olahraga pagi.
Melihat bangunan ini aku makin sadar kalau sudah lama gak bermain di sini, meskipun aku juga gak terlalu yakin sejak kapan ada pilar warna-warni yang pasti banyak dipakai pengunjung untuk berselfie-ria.
Perlu sedikit perjuangan untuk memaksa bocah ini mau berpose di tempat latihan panjat dinding yang ada di lapangan ini. Aku tidak paham soal panjat tebing, tapi saat sekilas memperhatikan "pijakan-pijakan" yang ada, kok sepertinya banyak yang mulai kendor, kurang meyakinkan kekuatannya.
Karena banyak pohon, dan rerumputan, banyak juga burung yang bermain di kawasan ini. Sayangnya aku tidak sempat memotret banyak burung, karena perhatian tersita untuk mengawasi bocah. Apalagi ternyata si bocah kurang antusias bermain pagi ini, dan tak lama dia sudah minta digendong - mungkin haus atau ngantuk.
Update : ini foto diambil beberapa hari setelahnya, dari lantai 3 kalau gak salah, pemandangan luas lapangan dan taman di sisi mall. Saat pepohonan yang ada makin rindang, pasti makin nyaman bermain di taman ini, mengingat hawa di Bintaro yang cenderung panas.
04 August 2017
Kunjungan Keluarga Belalang
Taman mungil di halaman rumah sudah sering kedatangan tamu berwarna hijau (dan kadang kekucing-coklatan) ini. Ya, seringnya sih belalang daun, dan kayaknya belum pernah kedatangan belalang sembah.
Tapi seingatku yang datang hanya 1-2 ekor, tapi kali ini lebih dari 4 ekor, mirip seperti keluarga. Soalnya ada yang ukurannya besar, adan ada beberapa yang masih kecil. Warnanya juga bervariasi. Kali ini mereka menginvasi pohon kamboja.
Meski mereka termasuk hama, yang merugikan karena bisa memakan daun-daun, tapi aku biarkan saja. Toh selama ini seingatku belum ada tanaman mati karena ulah belalang ini. Meskipun daunnya habis, tapi tanaman tetap hidup dan daun-daun baru akan tumbuh lagi.
Entahlah, apakah dengan "serbuan" keluarga belalang ini akan mematikan tanaman yang ada. Aku sih ragu. Apalagi seringkali aku harus memangkas daun-daun yang terlalu memenuhi taman yang mungil itu. Jadi bisa dibilang justru kehadiran belalang ini bisa membantuku merapikan beberapa daun, gak cocok juga sih dianggap merapikan, karena yang dimakan justru yang masih muda hehehe.
Setidaknya kali ini aku lumayan senang dengan koleksi foto-foto belalang yang bisa aku dapatkan.
03 August 2017
Matahari Menjelang Senja di Situ Bungur
Sore ini El ngajak jalan-jalan pakai motor, caranya dengan menyodorkan alat gendongan yang biasa kami pakai untuk menggendong dia saat naik motor. Aku belum berani untuk mengajaknya naik motor tanpa gendongan itu. Ya sudah, aku ajak saja sebentar main ke Situ Bungur, menikmati matahari terbenam.
Ini masjid baru yang lumayan megah di tepi danau, di sisi sebelah timur. Katanya dibangun oleh tuan tanah paling kaya di kecamatan ini. Megah, tapi menurutku arsitekturnya terlalu biasa, padahal lokasinya menarik. Seandainya arsitekturnya dibuat lebih unik, -- entah modern atau klasik - , aku yakin bakal makin memperindah pemandangan danau, meskipun di tengah-tengah pemukiman yang tak rapi. Aku memang belum melihat lebih dekat ke dalam masjid itu, jadi belum terlalu mengerti apa keunikan masjid itu.
Aku tidak bisa lama-lama di sini, tidak sampai menunggu matahari benar-benar tenggelam, soalnya El belum bisa menikmati pemandangan matahari terbenam itu dan lebih minat untuk jalan-jalan di tepi danau - yang belum aku ijinkan karena takut terlalu bersemangat justru berbahaya. Jadi meski dia meronta-ronta ingin turun dari gendongan, aku tolak dan ajak dia kembali jalan-jalan dengan motor. Untung gak sampai nangis-nangis hehehe.
Merayapi Daun Jatuh
Cuma penasaran saja mengamati ulat bulu yang merayap di daun yang jatuh di jalan. Mulai dari pangkal hingga ke ujungnya.
Dia sama sekali tidak berminat memakan daun itu. Mungkin bukan daun kesukaannya, tapi yang pasti karena daunnya sudah tidak segar lagi.
Di penghujung daun dia sempat bingung, karena posisi daun cukup "mengambang", tidak langsung menyentuh aspal.
Adenium vs Anggrek
Kemarin, bunga Adenium di depan rumah sudah tampak hampir mekar.
Tanpa perawatan maksimal, sekedar menyiram air kalau sempat, bunga ini tetap muncul.
Hal-hal sepele seperti ini membuatku tak henti mengucap syukur.
Kalau ini bunga Anggrek satu-satunya milik tetangga samping rumah. Aku jarang memperhatikan adanya anggrek di sana, soalnya jarang berbunga. Ketika berbunga mekar, memang sangat indah.
Entahlah jenis bunga anggrek apa ini, setahuku ada banyak sekali jenis anggrek.
02 August 2017
Yellow-Vented Bulbul alias Trucuk
Setelah cukup lama penasaran, akhirnya aku tanya tetangga apakah ada yang tahu jenis burung ini. Dapat jawaban kalau ini burung Trucuk, termasuk keluarga Kutilang. Wow .. ini salah satu burung yang sering berkeliaran di perumahan ... googling sebentar, ketemu nama ilmiahnya (Pycnonotus goiavier).
Awalnya aku menyadari adanya burung yang menarik ini waktu melihatnya di puncak pohon cemara. Langsung teringat sebuah lagu anak-anak
Di pucuk pohon cempaka (... selama ini aku pikir cemara ...)
Burung kutilang berbunyi
Bersiul-siul sepanjang hari
Dengan tak jemu-jemu
Meski burung ini awalnya aku lihat sering berkumpul, dan sepertinya bersarang, di pepohonan cemara yang ada di tepi sungai, tapi aku juga sering melihatnya di atap rumah dan pepohonan lain.
Belakangan aku lebih sering melihat burung-burung ini berkumpul di tanah kosong yang terawat, yang banyak pohon petai cina. Meskipun burung ini termasuk jenis burung yang kicauannya merdu, sayangnya aku belum bisa membedakan kicauannya dibanding burung-burung lain yang berkeliaran di perumahan. Mungkin juga karena aku lebih sering mendengar kicauan burung-burung dalam sangkar yang dipelihara para tetangga :(
01 August 2017
Scaly-Breasted Munia alias Emprit Peking
Selain Emprit Kaji, ada satu jenis emprit/pipit/bondol yang sering terlihat di wilayah perumahan, yaitu Emprit Peking atau Scaly-breasted munia alias Lonchura punctulata.
Yang menarik adalah bagian dadanya ada pola garis-garis, sehingga pas awal aku melihatnya seperti burung yang memakai kain batik hehehe. Entah dari mana istilah Peking itu disematkan, belum sempat meneliti lebih lanjut. Oh ya, kabarnya pola di dada itu juga menjadi ciri yang membedakan jenis kelamin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Bintaro View From Gramedia Building
Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...
-
Patung khas suku Asmat (kalau gak salah) terlihat berdiri kokoh dari gerbang keberangkatan terminal 2D bandara Soekarno Hatta Cengkaren...
-
Pagi ini perlu menjadi saksi dalam sidang perceraian kakakku di daerah Cibinong, dan biar hemat aku putuskan naik kereta api. Sebenarnya ...
-
Meskipun dekat rumah, sudah agak lama aku gak ngajak El jalan-jalan ke Bintaro Exchange Mall (BXC), meskipun hampir tiap hari melewatinya...








