I just try to capture an ordinary life --- moments, things, places, peoples, etc. --- with a simple skill
I believe that we can find many interesting things in life, even in a very simple thing.
22 November 2013
Church of The Sacred Heart - Singapore
Niatnya ingin "hunting" matahari terbenam, apa daya sudah terlambat. Dari arah Plaza Singapura, aku coba mendaki Port Canning dan menuju sisi sebelah barat. Siapa tahu ada posisi yang lebih tinggi sehingga bisa mendapat sudut pandang kota yang lebih bagus di waktu sunset. Tapi sebelum nemu posisi yang bagus matahari sudah terlanjur tenggelam.
Tapi setidaknya aku jadi menemukan salah satu gereja agak tua, Church of The Sacred Heart, yang merupakan gereja Katholik Roma, dibangun tahun 1910.
Aku tidak sempat mendekat untuk mendapatkan detail fotonya, hanya memotret dari seberang jalan. Di bagian paling depan tampak patung Yesus dengan warna keemasan, entah apakah dilapisi emas beneran atau cuma dicat.
Houses and Flowers @ Bedok Canal
Aku selalu suka melihat rumah di seberang sungai itu, terutama ketika dilihat dari tempatku saat ini. Bukan (hanya) karena rumahnya megah, tapi lebih karena sungai yang airnya tenang memberi pantulan yang bagus juga. Apalagi ketika langit sedang cerah di pagi hari, dengan langit yang berwarna biru, terasa tenang dan damai.
Okelah, rumahnya memang bagus, megah dah harganya pasti juga mahal, tapi bukan itu intinya :)

Di sepanjang jalan samping sungai itu juga ada beberapa tanaman bunga yang sederhana tapi indah. Sederhana karena bentuknya tidak terlalu nyleneh, dan warnapun tidak mencolok.
Masih terpesona dengan deretan perumahan di samping sungai (mungkin lebih tepat disebut kanal, Bedok Canal).
Nah kalau bunga ini sepertinya agak liar, karena aku sering lihat di lapangan rumput atau tepi sungai.
Pagi ini aku terlambat bangun, tapi untunglah masih punya waktu setengah jam untuk jalan-jalan sebentar menyusuri Bedok Canal. Setidaknya aku tidak melulu berkutat di depan laptop.
Bird Couple
Pagi-pagi terbangun oleh kicauan burung-burung di luar. Meskipun cuaca lagi mendung, aku bela-belain untuk bangun pagi agar bisa menyaksikan burung-burung liar itu dan menikmati kicauan mereka. Lagipula aku berniat untuk jalan-jalan sebentar di pagi ini.
Semula kupikir aku melihat burung unik dengan ekor bercabang, karena jaraknya cukup jauh. Setelah berhasil aku potret dengan zoom maksimal, eh, ternyata ada dua burung yang bertengger di antena tivi tetangga.
21 November 2013
Bundaberg - Ginger Beer
Semalam, lebih tepatnya 3 malam berturut-turut, aku terpaksa begadang hingga hampir jam 3 dan bangun jam 7 pagi. Akibat kurang istirahat, badan terasa capek dan masuk angin. Paling parah ya siang ini, perut rasanya kembung gak karuan, padahal cuaca sedang panas terik. Kalau lagi di rumah pasti aku langsung minum tolak angin dan bikin jahe panas. Apa daya sedang merantau dan numpang di rumah orang (curcol).
Eh, rupanya pas beli minuman di 7eleven, aku nemu minuman ini - Bundaberg Ginger Beer. Terus terang baru kali ini aku melihat Bir Jahe, dan bir ini tanpa alkohol (katanya). Sepertinya benar-benar pas waktu nemuinnya. Minuman dingin ini sangat menyegarkan diminum di tengah cuaca yang panas, tapi juga cukup melegakan perut karena kandungan jahenya. Lumayan, meskipun tidak tuntas, kembung di perut sedikit berkurang.
Aku cek sekilas, produk ini diimport dari Australia, dan pabriknya sendiri sudah berdiri sejak 1960. Wah, di Indonesia apa ada minuman kayak gini ya? Seingatku Jakarta punya bir pletok sebagai minuman khas, yang juga tidak mengandung alkohol, tapi kurasa tidak ada yang mengemasnya untuk produksi masal. Berminat?
From Somerset to Dhoby Ghaut
Sebuah dekorasi dalam rangka menyambut "festival" Natal dipasang di depan TripleOne Somerset. Kebetulan siang ini selesai rapat bos menurunkanku di dekat sini dan aku pulang sendiri karena dia ada rapat lagi. Berhubung besok tidak ada lagi hal mendesak, aku manfaatkan saja buat jalan-jalan.
Sepasang muda-mudi berjalan menyusuri trotoar, sang wanita menggunakan payung karena siang ini cuaca sangat terik. Trotoar yang sangat ramah dengan pejalan kaki, lebar dan asri. Andai trotoar kayak gini ada di Jakarta, kemungkinan bakal penuh dengan PKL atau jadi parkir motor tak resmi.
Ini salah satu gedung kantor pos milik jaringan SingPos di persimpangan antara jalan Orchard dan Kiliney. Di samping itu mungkin semacam PO BOX, ada loker-loker kecil yang kemungkinan berisi surat-surat. Di bagian belakang adalah kafe Chivas.
Seorang bapak tua menuntun sepedanya melewati sebuah karya seni di depan Regency House, - sebuah hunian elit di tengah kota Singapura ini. Memang jalanan sedikit menanjak, jadi bapak ini menghemat tenaga sedikit dan selanjutnya kembali mengayuh sepedanya.
Kok aku baru sadar kalau di sebelah Istana Park ada cafe, dan disampingnya kolam yang membuat suasana cafe ini tampak menarik.
Salah satu bunga di Istana Park... bunga ungu (gak tahu namanya)... Tapi bunga ini sih aku juga sering lihat di Jakarta.
Nah, ada satu lagi yang mengejutkanku. Ternyata di seberang dari cafe, masih di kawasan Istana Park, ada semacam bangunan mirip Joglo dengan beberapa kursi yang bisa dipakai buat istirahat. Terbuka untuk umum. Wah, bisa buat istirahat atau kerja kalau lagi bosan di dalam mal. Dengan kolam air di dekatnya dan pepohonan di sekitar, meskipun ada di samping jalan raya, kurasa tempat ini terasa tenang untuk istirahat sejenak. Lain kali lah ...
Sebuah motor trail diparkir di taman Dhoby Ghaut Green. Yang menarik perhatianku bukanlah modelnya (atau harganya), tapi dekorasi "chasing" yang mirip grafiti. Entah apakah ini standard atau stiker pasangan.
Youth Park
Youth Park seharusnya menjadi ajang anak-anak muda berkreasi atau berinteraksi, ya setidaknya itu yang terbersit saat ada taman diberi nama taman kawula muda, tentu saja bukan berarti anak-anak dan orang tua tidak boleh mengunjunginya. Mungkin itu juga tujuan adanya taman ini, yang terletak tak jauh dari jalan Orchard, dan ada prasasti yang menyebutkan kalau taman ini diresmikan oleh Goh Chok Tong.
Selain adanya tembok yang penuh grafiti, deretan kursi taman yang juga penuh cat warna-warni, ada pula bangunan mirip bis - The Red Bus. Aku tidak sempat menyelidiki apa sebenarnya fungsi dan isi bangunan ini, tapi kuakui bentuknya unik. Apa mungkin dulu ada bis semacam ini?
Di belakang S'cape, tampak gedung menjulang yang kalau gak salah adalah Mandarin Orchard. Kedua bangunan itu bisa terlihat dari Youth Park.
... dan burung-burungpun tidak pernah ketinggalan, selalu nongol di setiap taman. Kali ini justru lebih banyak burung dara daripada burung myna.
Sebelum pulang, motret mbak yang lagi asyik ngerokok di taman. Awalnya enggan motret, karena toh tertutup oleh dahan pohon yang mungkin jatuh karena hujan lebat semalam. Tapi kok justru dahan pohon itu jadi semacam "frame", pas dengan posisi objek fotonya.
18 November 2013
Flower
Sepulang dari makan siang, aku lihat bunga yang agak unik seperti ini, dan lagi-lagi aku gak tahu apa nama bunganya. Aku jarang melihat bunga seperti ini,meskipun seingatku sih aku ini bukan pertama kalinya aku melihatnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Bintaro View From Gramedia Building
Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...
-
Patung khas suku Asmat (kalau gak salah) terlihat berdiri kokoh dari gerbang keberangkatan terminal 2D bandara Soekarno Hatta Cengkaren...
-
Pagi ini perlu menjadi saksi dalam sidang perceraian kakakku di daerah Cibinong, dan biar hemat aku putuskan naik kereta api. Sebenarnya ...
-
Meskipun dekat rumah, sudah agak lama aku gak ngajak El jalan-jalan ke Bintaro Exchange Mall (BXC), meskipun hampir tiap hari melewatinya...
























