18 November 2013

Ayam Penyet at Bedok Food Center


Siang ini aku makan siang sendirian di Bedok Food Center, sekitar 5 menit jalan kaki dari rumah bos. Entah mengapa, meskipun dekat rumah, bos gak pernah mengajakku makan di tempat ini,jadi ini kunjunganku yang pertama.


Rupanya di sini ada beberapa tempat yang menyediakan makanan "berbau" Indonesia. Mulai dari ayam penyet, goreng pisang, sate, gado-gado, dan sebagainya. Bahkan untuk yang menjual ayam penyet, seingatku kurang lebih ada 3-4 warung, dan masing-masing menganggap diriny sebagai nomor 1.


Nah, pilihanku siang ini adalah paket ayam penyet. Ayamnya besar dengan sedikit kremes. Sebelum disajikan, ayam itu digebukin dulu sama penjualnya, - mungkin itu sebabnya disebut penyet. Selain nasi dan ayam, ada sambal dan sayur asem. Untuk sayur asem rasanya tidak jauh beda dengan yang biasa aku nikmati di Indonesia. Tapi rasa ayamnya berbeda, aku seperti merasakan bumbu kari di dalamnya, yang langsung membuatku terbayang masakan India :(

Kesimpulan, ayam penyet yang ini belum cocok dengan seleraku.


Bonus : pagar salah satu apartment yang ada di samping foodcourt.

Masjid Al-Taqua at Jl Bilal - Bedok


Dari Bedok Road, sebuah menara masjid tampak terlihat diantara atap rumah penduduk. Setiap jumat siang aku selalu melihat kerumunan orang dari arah jalan Bilal, yang baru saja melakukan ibadah shalat jumat.


Karena penasaran, hari ini aku melihat masjid ini. Masjidnya tidak terlalu megah, tapi punya aula yang cukup luas untuk menampung banyak orang. Menara yang terlihat lebih seperti kubah, karena tidak terletak di bangunan terpisah.


Yang agak unik, bagiku, justru ada kran-kran air yang diletakkan di pinggir jalan, di luar areal parkir dan aku yakin ini untuk wudhu.

Saat aku melangkah pergi, terdengar suara adzan. Saat aku sampai di jalan raya, suara adzan itu masih terdengar, tapi sayup-sayup saja.

Update: kalau ingin melihat foto-foto bagian dalam masjid ini, bisa lihat di link berikut http://www.beautifulmosque.com/al-taqua-mosque-in-jalan-bilal-singapore/

17 November 2013

Immigration at Terminal 3


Inilah gerbang imigrasi di Terminal 3 Bandara Changi Singapura. Sejak awal bulan ini, Lion Air beroperasi di Terminal 3, entah apa alasannya. Terminal ini tampaknya sih lebih nyaman, tapi karena sudah terlalu malam aku gak sempat ekplorasi. Gara-gara delay satu jam lebih dengan alasan antrian penerbangan di bandara CGK terlalu padat.


Sebuah patung besar ada di depan gerbang imigrasi, menggambarkan sepasang pria dan wanita dewasa, entah apa yang hendak diceritakan. Meski tampak telanjang, tapi patung ini tidak terkesan vulgar.


Di salah satu sudut sudah ada beberapa dekorasi bernuansa Natal. Beberapa pengunjung tentu saja sempat memanfaatkan dekorasi ini untuk berfoto ria. Dekorasi yang sederhana, tapi tetap menarik.


Bonus :
Karena sudah kelaparan, keluar gerbang jam 10 lebih, aku mampir di Heavenly Wang. Untunglah sebelum berangkat aku sempat mengganjal perut dengan burger kecil dari AW. Di warung Wang ini aku pesan mi laksa. Rasanya lumayan.

10 November 2013

Orange Cars


Sebuah mobil Lamborghini, - entah tipe apa, gak terlalu paham soal mobil -, diparkir di samping gedung JCC. Mobilnya sih keren, dan pasti mahal menurutku, tapi bagiku suaranya norak, berisik, gak jauh beda sama bajaj orange :p

Heran juga, apa mobil mahal seperti ini gak bisa dibuat suaranya mulus dan tidak menambah polusi suara ya? Atau orangnya sengaja bikin suara berisik untuk pamer "Ini nih, mobil mahaaaaallll (pemberian babe gue)". Sorry, bukannya sirik, cuma gak masuk akal sehat aja.


Di belakang mobil berisik tadi ada Jeep Wragler. Kebetulan aku gak lihat pas mobil ini parkir, jadi gak tahu suaranya kayak apa. Waktu kecil aku gak suka mobil jenis jeep ini, modelnya kurang keren dibanding mobil lain, semacam sedan. Tapi lihat model yang baru seperti ini, pandanganku berubah. Apalagi yang warnanya putih, model yang gak pasaran - sayangnya harganya masih lebih mahal daripada harga rumah kontrakanku :D

Ya, sapa tahu ada rejekin nomplok dan halal kan? (ngarep mode : On)

09 November 2013

Pushing Police Motorcycle


Seorang pengendara motor laki dengan santainya melaju melewati petugas polisi yang sedang bersusah payah menjalankan motornya. Ternyata pak polisi minta tolong seorang pegawai warung untuk mendorong motornya yang sempat mogok. Sebelumnya aku sempat jengkel dengan pak polisi itu (dan satu lagi rekannya), yang menyalakan sirine di tengah padatnya kendaraan, hanya karena mereka sedang mengawal mobil pengantin. Halah, mobil pengantin aja bikin ribut, gak darurat harusnya yang sabar saja dong.

05 November 2013

Book Launch "Berbagi Kisah Terindah Bersama Si Meong"


Hari ini aku bersama istri ikut menyaksikan peluncuran buku "Berbagi Kisah Terindah Bersama Si Meong", yang berisi 38 cerita tentang penyelamatan kucing. Buku ini hasil kerjasama Yayasan Peduli Kucing dan sepertinya dapat sponsor dari Purina Friskies. Lauching ini bertepatan juga dengan penyelenggaraan Indonesian Book Fair di Istora Senayan Jakarta.

Pembicara utama adalah Clara Ng sebagai salah satu kontributor buku dan juga pecinta kucing, dan Qory dari Yayasan Peduli Kucing. Aku sendiri sudah beli buku ini hari Jumat lalu pas kebetulan mampir di Gramedia, tapi yang baca sih istriku.


Tidak banyak yang aku kenal di sini, karena memang bukan komunitas yang aku ikuti. Tapi ada beberapa yang aku tahu, karena sering ketemu saat acara Steril Yuk. Ada Hetih (yang baju biru muda di atas), mbak Upik dan mbak Wid. Kata istriku, Hetty dan mbak Wid termasuk kontributor buku ini. Tapi kami sendiri gak sempat ngobrol-ngobrol.


Eits ... bukan bermaksud gak sopan motret betis wanita. Tapi stoking yang dipakai cukup menarik juga, dengan motif kucing.


Selain Clara Ng, ternyata acara ini juga menghadirkan salah satu celeb bagi para pecinta kucing di dunia maya, yang dikenal dengan Emak Kucing yang punya ribuan teman di Facebook. Menurut istriku, dia tinggal di Lampung dan sengaja didatangkan ke Jakarta dengan biaya patungan. Sambutan para fans cukup heboh, dengan berbagai poster yang unik :)


Rupanya ada juga yang membawa kucing di acara ini, meskipun gak banyak. Salah satunya kucing kecil ini, dan tentu saja langsung jadi primadona bagi para peserta acara ini, yang bisa dipastikan hampir semuanya pecinta kucing.


Seperti biasa, di akhir acara pasti ada aktifitas foto bersama. Nah, aku sempat penasaran kok ada seorang ibu yang selalu diajak foto bersama, layaknya artis atau tokoh terkenal. Awalnya kupikir dia salah satu tokoh penyelenggara acara ini. Eh, ternyata ibu berbaju batik itu adalah Henny Purwonegoro, artis senior yang populer di era 60-an, dan terkenal sebagai pembawa acara Aneka Ria Anak-Anak. Rupanya dia juga pecinta kucing, dan ikut memberikan kata sambutan dalam buku ini.

04 November 2013

Gereja Maria Bunda Karmel - Jakarta


Rupanya ini to gedung gereja katolik Maria Bunda Karmel di jalan Sang Timur Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Waktu tinggal selama 8 bukan di daerah Budi Swadaya, aku selalu penasaran karena tiap minggu sering melihat orang tampak habis dari ibadah gereja, tapi aku tidak pernah melihat gedung gereja di dekat kontrakan. Ya sebenarnya karena aku memang belum sempat menjelajah daerah belakang kampung tempat aku ngontrak.



Selama tinggal di daerah ini aku selalu penasaran apakah ada tembusan dari jalan kecil yang menyusuri sungai, dan selama 8 bulan tinggal di sana aku belum pernah kesampaian untuk menyusurinya. Baru siang ini sempat, karena iseng sambil nyari makan siang, dan ternyata berujung di jalan tikus (cuma cukup untuk satu motor) dan tembus persis di samping gedung gereja ini. Dari jalan Sang Timur ini baru bisa ada jalan tembus ke jalan Budhi Raya.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...