09 November 2013

Pushing Police Motorcycle


Seorang pengendara motor laki dengan santainya melaju melewati petugas polisi yang sedang bersusah payah menjalankan motornya. Ternyata pak polisi minta tolong seorang pegawai warung untuk mendorong motornya yang sempat mogok. Sebelumnya aku sempat jengkel dengan pak polisi itu (dan satu lagi rekannya), yang menyalakan sirine di tengah padatnya kendaraan, hanya karena mereka sedang mengawal mobil pengantin. Halah, mobil pengantin aja bikin ribut, gak darurat harusnya yang sabar saja dong.

05 November 2013

Book Launch "Berbagi Kisah Terindah Bersama Si Meong"


Hari ini aku bersama istri ikut menyaksikan peluncuran buku "Berbagi Kisah Terindah Bersama Si Meong", yang berisi 38 cerita tentang penyelamatan kucing. Buku ini hasil kerjasama Yayasan Peduli Kucing dan sepertinya dapat sponsor dari Purina Friskies. Lauching ini bertepatan juga dengan penyelenggaraan Indonesian Book Fair di Istora Senayan Jakarta.

Pembicara utama adalah Clara Ng sebagai salah satu kontributor buku dan juga pecinta kucing, dan Qory dari Yayasan Peduli Kucing. Aku sendiri sudah beli buku ini hari Jumat lalu pas kebetulan mampir di Gramedia, tapi yang baca sih istriku.


Tidak banyak yang aku kenal di sini, karena memang bukan komunitas yang aku ikuti. Tapi ada beberapa yang aku tahu, karena sering ketemu saat acara Steril Yuk. Ada Hetih (yang baju biru muda di atas), mbak Upik dan mbak Wid. Kata istriku, Hetty dan mbak Wid termasuk kontributor buku ini. Tapi kami sendiri gak sempat ngobrol-ngobrol.


Eits ... bukan bermaksud gak sopan motret betis wanita. Tapi stoking yang dipakai cukup menarik juga, dengan motif kucing.


Selain Clara Ng, ternyata acara ini juga menghadirkan salah satu celeb bagi para pecinta kucing di dunia maya, yang dikenal dengan Emak Kucing yang punya ribuan teman di Facebook. Menurut istriku, dia tinggal di Lampung dan sengaja didatangkan ke Jakarta dengan biaya patungan. Sambutan para fans cukup heboh, dengan berbagai poster yang unik :)


Rupanya ada juga yang membawa kucing di acara ini, meskipun gak banyak. Salah satunya kucing kecil ini, dan tentu saja langsung jadi primadona bagi para peserta acara ini, yang bisa dipastikan hampir semuanya pecinta kucing.


Seperti biasa, di akhir acara pasti ada aktifitas foto bersama. Nah, aku sempat penasaran kok ada seorang ibu yang selalu diajak foto bersama, layaknya artis atau tokoh terkenal. Awalnya kupikir dia salah satu tokoh penyelenggara acara ini. Eh, ternyata ibu berbaju batik itu adalah Henny Purwonegoro, artis senior yang populer di era 60-an, dan terkenal sebagai pembawa acara Aneka Ria Anak-Anak. Rupanya dia juga pecinta kucing, dan ikut memberikan kata sambutan dalam buku ini.

04 November 2013

Gereja Maria Bunda Karmel - Jakarta


Rupanya ini to gedung gereja katolik Maria Bunda Karmel di jalan Sang Timur Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Waktu tinggal selama 8 bukan di daerah Budi Swadaya, aku selalu penasaran karena tiap minggu sering melihat orang tampak habis dari ibadah gereja, tapi aku tidak pernah melihat gedung gereja di dekat kontrakan. Ya sebenarnya karena aku memang belum sempat menjelajah daerah belakang kampung tempat aku ngontrak.



Selama tinggal di daerah ini aku selalu penasaran apakah ada tembusan dari jalan kecil yang menyusuri sungai, dan selama 8 bulan tinggal di sana aku belum pernah kesampaian untuk menyusurinya. Baru siang ini sempat, karena iseng sambil nyari makan siang, dan ternyata berujung di jalan tikus (cuma cukup untuk satu motor) dan tembus persis di samping gedung gereja ini. Dari jalan Sang Timur ini baru bisa ada jalan tembus ke jalan Budhi Raya.

26 October 2013

Another Small Surgery


Untuk kedua kali aku menjalani bedah ringan, di luar sunat tentu saja. Ada benjolan kecil di dekat sikut tangan kananku, dan kalau dipegang sedikit sakit. Aku curiga benjolan itulah yang menyebabkan aku demam+pusing berulang-ulang dalam sebulan terakhir ini.

Jadi malam ini aku ke dokter khusus bedah, dan langsung minta dibiopsi malam itu juga. Rupanya untuk proses bedah aku harus menunggu jam praktek selesai, jadi praktis baru mulai dieksekusi setelah jam 9 malam.


Proses bedah kecil ini berlangsung sekitar 30 menit, agak lebih lama dari perkiraan karena banyak bersinggungan dengan syaraf (pantesan benjolan ini kalau dipegang terasa sakit), jadi dokter harus hati-hati sekali. Gumpalan benjolan berhasil dikeluarkan, cukup kecil mgkn cuma sebesar kacang polong (1 x 1.5 cm), untuk dibawa ke lab. Aku pulang dari rumah sakit sekitar jam 11 malam.

Update :
Setelah seminggu, aku ke rumah sakit lagi untuk kontrol dan mengambil hasil analisa benjolan itu. Hasilnya cukup melegakan.

Mikroskopis : "Sediaan berasal dari brachii kanan terdiri atas jaringan KGB dan sedikit jaringan lemak. Tampak hiperplasia folikel limfoid disertai mass nekrotik dan sebukan padat sel radang mendadak menahun. Tidak tampak tanda ganas".
Kesimpulan : "Limfadenitis akut - kronik non spesifik disertai pembentukan abses."

Kurang jelas maksudnya bagiku, tapi dokter hanya menjelaskan bahwa tidak ada yang berbahaya, cuma ada kuman yang masuk entah darimana sehingga terjadi infeksi. Tampaknya infeksi ini yang menyebabkan aku demam berulang-ulang hampir selama sebulan terakhir. Lagipula sehari setelah operasi, badanku langsung terasa sehat, tidak demam dan tidak lagi pusing.

16 October 2013

Fruit Bee


Seekor lebah mendadak hinggap di tangan kananku waktu aku lagi nunggu saat membeli sup buah dekat rumah. Aku pikir ini hanya lebah yang biasa berkerumun di buah-buahan, dan katanya lebah ini tidak terlalu berbahaya, makanya aku tenang saja.


Setelah beberapa kali mengambil gambarnya, baru aku mengusirnya. Bukan karena takut, tapi karena risih saja, lama-lama geli juga. Aneh-aneh saja kok mendadak lebah nempel di tangan.

14 October 2013

Going Home


Libur telah usai, waktunya kembali ke Jakarta. Kami sengaja datang lebih awal ke Bandara Changi dan makan siang di sana, jadi ada cukup waktu untuk jalan-jalan sebentar di bandara ini. Sebelumnya aku ajak istriku dan Andre untuk narsis sebentar di Social Tree yang ada di Terminal 1 :)


Bunga anggrek segar yang menghiasi Terminal 1. Karena badanku masih kurang fit, aku memilih duduk saja menunggu di taman, memandangi bunga-bunga dan orang-orang yang berlalu-lalang, sementara istriku dan Andre berjalan-jalan di areal pertokoan yang ada.


Ternyata ada pengumuman kalau penerbangan kami, pakai Lion Air, mengalami delay. Jadinya kami memilih istirahat sebentar di ruang tunggu. Sebenarnya aku pengen nyobain pijat kaki yang juga ada di sini, tapi pas nunggu tempat itu kosong, ternyata boarding sudah dibuka. Syukurlah delay cuma 30 menit.

Saat boarding, hampir saja belanjaan kami, berisi coklat dan oleh-oleh, ketinggalan di bandara. Ceritanya barang itu harusnya dibawa Andre. Tapi dia hendak ke toilet, dan menitipkannya ke aku. Pas masih antri untuk masuk boarding, aku lihat dia sudah keluar dari toilet. Jadi aku letakkan saja barang di lantai antrian, dan aku masuk. Maksudku biar Andre yang membawa lagi barang itu. Rupanya dia tidak menyadari perbuatanku, jadi dia juga langsung saja nyelonong masuk boarding.

Saat panggilan masuk pesawat dilakukan, barulah Andre sadar kalau kantong belanjaan berisi coklat itu belum ada. Wah, repot. Aku langsung keluar, sempat gak diijinkan oleh petugas karena sudah hampir berangkat, tapi aku ngotot keluar. Belanjaanku itu sudah diangkut dengan troli oleh petugas kebersihan, tapi untunglah dia masih ada dekat dengan ruang boarding. Fuih .... kantong berisi coklat oleh-oeh itupun masih bisa kami bawa pulang :)


Sudah lama aku tidak bepergian dengan pesawat di siang hari. Waktu hendak mendarat, terlihat bulan di tengah langit yang biru cerah, meskipun tampak kecil.

Poses of Taking Photos


Seorang bapak mengambil foto dengan kamera ponsel sambil bersimpuh di tengah jembatan. Namanya juga piknik, berfoto ria adalah bagian yang tidak terlewatkan saat ini, apalah semakin maraknya teknologi foto digital, mulai dari kamera ponsel, kamera saku hingga DSLR.


Yang ini pakai kamera sekelas DSLR, pakai ngintip dan memiringkan badan untuk mendapat angle yang pas. Seperti pernah kubilang dalam posting sebelumnya, seringkali pose si pemotret lebih heboh (dan menarik) dibanding objeknya :)


Mengambil foto di spot yang populer adalah tantangan tersendiri, karena gak bakal ada istilah antri untuk berfoto. Jadi harus pintar-pintar mencari sudut kosong, atau malah sengaja membaur dengan pengunjung lain. Kadang-kadang bete juga kalau pas mau foto ada "photobomb" yang tidak serasi baik di depan maupun di belakang kita. Untunglah dengan teknologi digital, croping dan bahkan "menghilangkan object pengganggu" cukup mudah dilakukan agar hasil foto lebih menarik.


Eh, sebenarnya foto inilah alasan aku membuat posting khusus tentang pose orang-orang yang memotret. Pose si ibu ini sih biasa saja, tegak tanpa tingkah aneh. Tapi penggunaan satu tangan untuk menutup satu matanya, agar dapat nginceng dengan pas, itulah yang membuat pose pemotret ini terkesan unik, bikin ngakak lebih tepatnya :) Cukup menghibur, bagiku....

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...