07 July 2012

Ivan's Wedding


Kunjungan ke Bandung kali ini adalah dalam rangka menghadiri resepsi pernikahan Ivan dan Cindy, sekaligus jalan-jalan karena dah setahun gak ke Bandung. Ivan adalah teman kuliah, sementara aku kenal Cindy waktu gereja di Cikarang. Makanya aku sebenarnya berharap akan ada sedikit reuni di sini. Sayangnya aku tidak menjumpai satupun teman kuliah, selain sang pengantin.


Satu jempol untuk acara resepsi ini adalah pilihan Ivan untuk memainkan musik keroncong dan semua pemainnya masih mudah, padahal acara dikemas cukup "modern". Aku tidak sempat bertanya lebih detail tentang orkes keroncong yang memeriahkan acara ini. Sayangnya penyanyinya sendiri agak kurang "kronci" menurutku, lebih nge-pop, tapi aku sudah cukup salut dengan kehadiran iringan keroncong ini.

Meski "gagal" reuni kampus, tapi setidaknya aku bisa reuni gereja kecil-kecilan. Beberapa orang yang aku kenal waktu di Cikarang turut hadir, khususnya Iwan dan Toto. Ada banyak orang gereja yang aku tahu, termasuk pak pendeta Thomas, tapi aku sendiri gak akrab dengan mereka.

Buat Ivan dan Cindy, selamat mengarungi kehidupan yang baru! :D

Brief Nostalgia at Bukit Ligar


Mumpung ada waktu senggang, aku ajak istriku mengunjungi kompleks Bukit Ligar, tempat aku menghabiskan 3 tahun terakhirku di Bandung. Di sebuah rumah besar di pojok jalan Ligar Indah itulah aku sempat tinggal, menikmati rumah mewah (meski tanpa perabotan) atas kebaikan salah satu anggota gereja yang mengijinkan kami memakai rumah itu tanpa bayar. Beberapa bulan setelah aku pindah ke Karawang, rumah itu dibeli dan sekarang direnovasi sedikit, meskipun tidak banyak perubahan.


Kawasan ini adalah sebuah bukit yang agak "gersang", karena tidak banyak pohon, mungkin pohon-pohon sudah dibabat waktu akan membangun perumahan, atau mungkin memang tidak ada pepohonan. Yang jelas lokasi ini dulu sering dipakai sebagai ajang off-road, sebelum akhirnya mendapat protes dari penghuni kompleks karena jalanan jadi rusak.


Dari kompleks ini bisa terlihat (hampir) seluruh kota Bandung, pemandangan yang ngangeni.
Sayangnya waktu aku sampai sini sudah cukup siang dan panas matahari sangat terik ditambah lagi tidak ada tempat berteduh yang nyaman. Jadinya cuma sebentar menikmati pemandangan Bandung dari sini.


Parahyangan Express : Jakarta - Bandung


Karena ada acara pernikahan seorang teman, aku pergi ke Bandung ngajak istri. Berangkat sengaja memilih menggunakan kereta api karena ingin menikmati pemandangan di sepanjang jalur kereta api. Mungkin hampir sepuluh tahun aku tidak lagi menggunakan jasa kereta api saat bepergian ke Bandung. Waktu kuliah sih sering, tapi naik kereta malam sehingga tidak bisa menikmati pemandangannya.


Aku memilih kereta paling pagi yang berangkat dari Gambir jam 6 kurang 15 menit. Matahari pagi tampak menyapa di daerah persawahan Karawang. Pemandangan tidak begitu menarik hingga daerah Karawang, karena masih banyak melalui daerah perumahan.


Anak cewe bule satu ini, bersama adik perempuannya, mondar-mandir melulu sepanjang perjalanan. Keluarga mereka mendapat tempat duduk yang terpisah, bahkan cukup jauh meskipun masih dalam gerbong yang sama. Aku sendiri duduk terpisah gang dengan istriku, meskipun masih bisa dibilang sebelahan.


Nah, setelah lewat Purwakarta, mulailah perjalanan mendaki melewati lereng-lereng gunung dan hamparan persawahan yang indah. Sayang sekali aku gak kebagian tempat duduk samping jendela, jadi kurang leluasa memotret pemandangan sepanjang perjalanan.


Sebuah masjid tampak di seberang sawah, bangunan yang akan banyak terlihat sepanjang perjalanan. Maklum, masyarakat Jawa Barat mayoritas adalah muslim.


Tampak jembatan melintasi areal persawahan dan sungai, yang merupakan jalan tol Cipularang. Kalau kita bisa menyaksikan jalur rel kereta dari jalan tol Cipularang, demikian juga sebaliknya.


... memasuki stasion Cimahi ....


Akhirnya sampai juga, cukup tepat waktu. Total perjalanan 3 jam lebih. Memang lebih lama dibanding naik mobil melewati Cipularang, tapi pemandangan di sepanjang jalan lebih menarik.

Rupanya di dalam kereta yang kunaiki tadi ada Michael Kambu, yang selain sedang liburan katanya juga ada acara alumni. Kami gak sempat ngobrol panjang lebar, aku hanya menyapanya sebentar sebelum keluar dari stasion.

03 July 2012

Bio Hok Tek Tjeng Sin


Sepulang makan siang, mumpung naik sepeda, aku penasaran dengan salah satu Klenteng yang ada di Kebayoran Lama - Bio Hok Tek Tjeng Sin, di Jalan Toapekong No. 16. Gerbangnya penuh hiasan naga dan binatang mitos Tionghoa.


Sebenarnya penasaran dengan isinya dan pengen foto-foto, sayangnya aku belum pernah masuk klenteng, jadi gak paham tata kramanya. Toh sekedar iseng. Padahal waktu aku di luar, sempat aku lihat beberapa orang keluar masuk pakai motor ke halaman itu dengan santainya hmmm... Lain kali lah, kalau ada teman.


Sedikit melenceng dari topik, waktu aku tiba disana, pas ada kucing berantem di dekat pagar. Seekor kucing kecil berusaha membela diri, sepertinya diancam oleh kucing yang lebih besar (di bawah). Spontan aja aku usir kucing putih yang dibawah itu, berisik banget suara kedua kucing itu.

02 July 2012

Capturing Full Moon


Mencoba menangkap bundarnya bulan saat purnama, apalagi pas sekitarnya berawan sehingga berharap ada efek yang lebih dramatis. Kali ini dengan kamera yang lebih mahal punya Andre, hasilnya lumayan. Dengan kamera saku biasanya gagal memperoleh gambar bundar karena cahaya akan berpendar di sekitarnya.


Nah, giliran mencoba menyertakan objek lain, biar gak datar cuma bundar doank, hasilnya gak maksimal. Mungkin inilah efek polusi cahaya hehehhe... tapi mungkin juga karena teknik motret yang gak becus :D

Note: foto bagian atas ada sedikit sentuhan software, sekedar mempergelap langitnya saja biar lebih kontras.

01 July 2012

Ucrit Collage : June 2012


Ucrit adalah kucing yang baru saja kami adopsi setelah Kleo. Ucrit anak Kome yang tiba-tiba datang, tanpa kami sadar kapan Kome melahirkan. Seperti Kleo, aku putuskan untuk membuat kolase foto saja untuk kucing satu ini, karena ceritanya sudah ada di blog terpisah (http://amey.tumblr.com). :D

Selama Ucrit masih menyusui, kami mengijinkan Kome untuk tinggal di rumah, meskipun kadang kalau malam hari kami sering terpaksa mengeluarkan Kome. Saat ada induknya, biasanya Ucrit bermain dengan heboh sehingga mengganggu kami saat tidur.

Di bulan awal Ucrit bersama kami, dia lebih banyak bermain sendiri atau bermain bersama induknya. Ucrit bisa memanjat kasur busa yang ditegakkan, bukan melompat, tapi benar-benar memanjat seperti monyet. Lucu saat aku pertama melihatnya, butuh 3 lompatan untuk sampai ke atas.

Di akhir bulan Ucrit juga sudah berhasil memanjat jendela, meskipun seringkali harus rebutan dengan Kleo. Kadang-kadang dia mengganggu Kleo yang sedang ingin istirahat.

Kleo Collage : June 2012


Bulan ini, ada dua kejadian penting terkait Kleo. Pertama dia sakit dan harus dua kali dibawa ke dokter. Diagnosa pertama adalah adanya kutu di telinga. Setelah seminggu ternyata tidak juga sembuh. Dibawa lagi ke dokter, di-rontgent dan diagnosanya adalah pembengkakan ginjal.

Untunglah setelah seminggu kondisinya mulai membaik.

Kejadian kedua adalah adanya Ucrit membuat Kleo memiliki teman baru yang bisa diajak bermain. Biasanya cuma Komang yang bisa diajak bermain. Malahan lebih sering Ucrit yang heboh mengganggu Kleo, untungnya Kleo masih senang bermain sehingga bisa mengimbangi.

Bintaro View From Gramedia Building

Akhir tahun gak ada acara apa-apa, jadi iseng saja pergi ke Gramedia buat lihat-lihat buku, mumpung pandemi sudah berlalu. Ini pemandangan k...