
Bergaya sendiri, agar biasa mengabadikan perban bekas biopsi di dekat leher.
Beberapa hari lalu, untuk pertama kali aku mengecap tajamnya pisau bedah dengan bius lokal. Bedah yang dianggap cuma sebentar, termasuk kecil, eh, ternyata memakan waktu 1 jam. Untung tempatnya tidak di leher/tenggorokan, sehingga tidak mempengaruhi urusan makan. Makanya masih bisa bergaya, meskipun awal-awal agak sulit buat noleh kanan-kiri, dan jadi bahan ledekan anak-anak kantor :(
No comments:
Post a Comment